MEDAN | METRO24JAM.CO.ID — Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, secara tegas mendesak Polda Sumatera Utara beserta Polrestabes Medan untuk mengusut secara transparan dan objektif kasus meninggalnya WL, mantan istri seorang anggota Polri yang semula diduga bunuh diri menggunakan senjata api.
Desakan ini disampaikan menanggapi adanya keraguan dan kejanggalan yang dirasakan pihak keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di kawasan Medan Helvetia, Minggu (2/8/2026).
“Mengingat adanya keraguan dan kejanggalan yang dirasakan oleh pihak keluarga korban, maka Komisi III mendesak Polda Sumatera Utara, termasuk Polresta Medan beserta seluruh jajaran yang menangani perkara ini untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan,” tegas Habiburokhman dalam keterangan videonya, Sabtu (8/8/2026).
Anggota dewan meminta aparat kepolisian tidak menutup-nutupi fakta sedikitpun dan tidak mengambil kesimpulan secara tergesa-gesa sebelum seluruh bukti dan kebenaran terungkap sepenuhnya.
“Jangan ada sedikit pun fakta yang ditutup-tutupi dan jangan membuat kesimpulan yang sembarangan apalagi tergesa-gesa. Proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif, profesional, serta berbasis pendekatan ilmiah.”
Habiburokhman menegaskan Komisi III DPR RI akan mengawal sepenuhnya proses penanganan perkara ini. Bahkan, pihaknya telah menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Selasa, 11 Agustus 2026 mendatang.
“Kami, Komisi III DPR RI, akan mengawal kasus ini. Kami akan memanggil Polda Sumatera Utara, Polresta Medan, dan keluarga korban dalam RDPU untuk memperoleh penjelasan langsung serta mendengar keterangan keluarga.”
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan korban berinisial WL (35) diduga datang ke rumah mantan suaminya, Brigadir IH (Polsek Medan Sunggal), untuk meminta rujuk. Senjata api dinas diletakkan di dalam tas di atas meja saat anggota tersebut beristirahat, sebelum kemudian terdengar suara ledakan.
Saat ini penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan Polrestabes Medan, sementara Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut juga turut mendalami rangkaian peristiwa yang melibatkan personel tersebut. (Ril)
