Batok Kepala Pecah, Cita-cita Masuk TNI Hancur, Agung Cacat Seumur Hidup, Pelaku Masih Buron

Editor: 3N author photo


DELI SERDANG | METRO24JAM.CO.ID - Luka parah akibat pembacokan yang menimpa Agung Wardana Sembiring (14), pelajar asal Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, telah merenggut masa depan dan harapan besarnya untuk menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hingga kini, kondisi fisiknya tidak pernah pulih sempurna dan harus menanggung cacat seumur hidup.

Tengkorak Hancur, Dipasang Pelat Pelindung di Atas Otak

Ayah korban, Jaraman Sembiring (45), tak kuasa menahan kesedihan. Serangan kejam itu memecahkan batok kepala anaknya hingga harus dipasang pelat pelindung tepat di atas jaringan otak guna menopang bagian tengkorak yang hancur. Dampak kekejaman itu merambat hingga ke fungsi gerak — kaki kirinya kini lemah dan sulit digerakkan. Meski sudah kembali bersekolah, Agung tidak bisa berangkat sendiri dan harus selalu dibonceng temannya setiap hari.

"Harapan kami gugur sepenuhnya. Badannya tinggi dan tegap, dulu ia sangat bercita-cita tinggi ingin masuk TNI. Sekarang semuanya hilang begitu saja," ungkap Jaraman dengan suara bergetar, hatinya hancur lebur melihat nasib anak keempatnya dari enam bersaudara itu, Jumat (31/7/2026).

Biaya Pengobatan Capai Rp130 Juta, Keluarga Hidup Dalam Keprihatinan

Selain penderitaan fisik dan batin, beban biaya pengobatan sangat berat. Operasi batok kepala di RSUD Amri Tambunan Lubuk Pakam serta perawatan berbulan-bulan menelan biaya mencapai Rp130 juta. Keluarga kini hidup dalam kesulitan, sementara keadilan belum kunjung datang.

DPO Sudah Terbit Sejak November 2024, Pelaku Masih Bebas

Tersangka utama berinisial ADAN (17 tahun) telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 25 November 2024, namun hingga hari ini masih bebas berkeliaran dan belum berhasil ditangkap. Hampir dua tahun berlalu, pengejaran belum membuahkan hasil.

"Kami hanya meminta keadilan. Tangkaplah pelaku secepatnya dan hukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya. Anak kami menderita cacat seumur hidup, masa depannya hancur, tidak mungkin bisa kembali seperti semula," tegas Jaraman penuh harap.

Peristiwa Berdarah 8 September 2024

Kejadian berlangsung Minggu, 8 September 2024. Saat itu Agung baru pulang dari Desa Pertangguhan, Kecamatan Galang, dibonceng temannya M Alfi Pratama menuju rumahnya di Dusun II Lau Bintang, Desa Lau Rempah, Kecamatan STM Hilir. Di depan SMA Negeri 1 Bangun Purba, mereka dihadang lalu Agung dibacok di kepala. Luka begitu parah hingga nyawanya sempat di ujung tanduk.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian terus memburu keberadaan Adan yang masih menghilang tanpa jejak yang jelas. Keluarga korban pun terus menunggu janji penegakan hukum yang nyata. (Ril)

Share:
Komentar

Berita Terkini