BLANGKEJEREN, 6 Agustus 2026 – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka kembali menapakkan kaki di Kabupaten Gayo Lues hari ini. Ini adalah kunjungan keduanya ke daerah tersebut pasca terjadinya bencana yang memutus akses dan merusak sejumlah infrastruktur vital.
Kedatangan orang nomor dua di negeri ini disambut meriah oleh Bupati Gayo Lues Suhaidi, jajaran Forkopimda, serta ribuan warga yang memadati Lapangan Bola Stadion Seribu Bukit.
Bupati Suhaidi tak menyia-nyiakan momen berharga ini. Langsung di hadapan Wapres, ia menyodorkan usulan prioritas pembangunan yang paling ditunggu masyarakat: pembangunan lima jembatan permanen yang selama ini menjadi urat nadi penghubung antarwilayah.
Kelima jembatan yang diminta segera dibangun secara permanen adalah:
1. Jembatan Pintu Rime
2. Jembatan Rerebe Tripe Jaya
3. Jembatan Aih Bobo
4. Jembatan Kendawi
5. Jembatan Penomon Jaya Rikit Gaib
"Kami sangat berterima kasih Bapak Wakil Presiden hadir kembali. Ini bukti nyata pusat tidak melupakan kami. Lima jembatan ini sangat krusial untuk mobilitas warga dan pemulihan ekonomi daerah," tegas Bupati Suhaidi. Selain jembatan, pemerintah daerah juga mendesak peningkatan kualitas jalan penghubung antar desa.
Tidak hanya menerima laporan, Wapres Gibran turun langsung ke lapangan. Ia meninjau titik terdampak bencana di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, mengecek kondisi fasilitas pendidikan, serta melihat langsung kerusakan jembatan yang menghubungkan desa tersebut dengan wilayah lain. Di sana, ia juga berdialog mendengar harapan langsung dari warga.
Merespons usulan dan kondisi di lapangan, Gibran menegaskan komitmen penuh pemerintah pusat. "Kami tidak akan berhenti di sini. Pemulihan dan pembangunan infrastruktur akan kami percepat. Kami ingin Gayo Lues bangkit, berdiri lebih kokoh, dan lebih baik dari sebelumnya," ujarnya dengan tegas.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berjanji akan terus bersinergi dengan pusat, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Gayo Lues yang lebih tangguh pasca bencana. (Dewa)
