MEDAN - Empat lagu tembang lawas barat dan batak dinyanyikan langsung oleh artis lagu batak terkenal dan legendaris, Bunthora Situmorang “trio Father And son di  3G Doorsmeer & Cafe.

Puluhan pengunjung yang bersantap bersama teman, rekan dan keluarga langsung membuat para pengunjung terhibur dengan alunan suara emas dari artis lagu Batak Legendaris itu. (Yo)



MEDAN - Ketua Dewan Pembina Perguruan Asy-syafi'iyah Internasional Medan, Dr. H. Mhd. Syafi'i, SH., MH., M.Si mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Walikota Medan Periode 2020-2024, Selasa, (15/10/2019).

Kedatangannya didampingi oleh belasan Tim Sukses mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Daerah Partai Nasional Demokrat (DPD) Partai Nasdem Kota Medan dan diterima langsung oleh Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Medan, Zainal Abidin beserta Tim Penjaringan Bakal Calon Walikota/Wakil Walikota di Jalan HT Amir Hamzah, Kompleks ruko Griya Riatur, Kota Medan.

Menurut Mhd. Syafi'i kedatangannya mengantarkan formulir pendaftaran ke Partai Nasdem karena dirinya merupakan bagian dari partai. Karena pernah dicalonkan oleh Partai Nasdem di Pilkada Kabupaten Batu Bara 2018 lalu. 

“Saya dan Partai Nasdem memiliki hubungan yang sangat baik. Hubungan saya bermula kala Partai Nasdem mengusung saya di Pemilihan Bupati Kabupaten Batu Bara 2018 yang lalu. Artinya saya dan Partai Nasdem sudah punya daya ikat. Pun bagi saya Partai Nasdem punya daya pikat karena semangat perubahannya.” Ungkap Mhd. Syafi'i.

Mhd. Syafi'i juga mengaku memiliki visi, misi dan program yang besar untuk Kota Medan. Terutama terkait perbaikan tata kelola birokrasi yang bersih, transparan dan akuntabel. Tidak hanya itu saja, Mhd. Syafi'i juga menjelaskan persoalan pendidikan yang ada di Kota Medan saaat ini.

“Saya memiliki memiliki visi, misi dan program yang besar untuk Kota Medan. Terutama terkait perbaikan tata kelola birokrasi yang bersih, transparan dan akuntabel. Terutama soal penyelesaian persoalan pendidikan untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang kewenangannya ada di Pemko Medan” lanjut Mhd. Syafi'i.

Lebih lanjut, rombongan bakal calon walikota Medan Mhd. Syafi'i selesai menyerahkan berkas dan keluar dari kantor Partai Nasdem Medan pukul 16.20 Wib.


MEDAN - Ketua Dewan Pembina Perguruan Asy-syafi'iyah Internasional Medan, Dr. H. Mhd. Syafi'i, SH., MH., M.Si mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Walikota Medan Periode 2020-2024 pada hari Selasa, 15 Oktober 2019 ke kantor DPD Partai Nasdem Kota Medan.

Sebagai Tokoh Pendidikan Kota Medan, Mhd. Syafi'I mengaku miris sampai hari ini di Kota Medan masih ada anak-anak yang putus sekolah karena kendala biaya.

“Jujur saya sangat miris membaca pemberitaan di Kota Medan. Masih ada anak-anak yang putus sekolah karena kendala dana. Saya membaca data tahun 2016/2017 tercatat sebanyak 83 siswa SD dan tahun 2017/2018 tercatat sebanyak 81 siswa SD yang putus sekolah karena kendala dana. Tidak hanya itu, untuk jenjang SMP tahun 2016/2017 ada 124 siswa dan tahun 2017/2018 sebanyak 183 anak yang putus sekolah” ungkap Mhd. Syafi'i.

Lanjutnya, Mhd. Syafi'I mengatakan bahwa kedepannya dirinya akan fokus pada pendidikan anak-anak di Kota Medan. Khususnya anak-anak berumur 7-15 tahun karena kewenangannya untuk siswa SD dan SMP ada di Pemerintah Kota Medan.

“Kedepan saya akan perjuangkan pendidikan anak-anak di Kota Medan.
Pemerintah Kota Medan akan hadir dalam setiap persoalan pendidikan di Kota Medan. Utamanya anak-anak berumur 7-15 tahun karena kewenangannya untuk siswa SD dan SMP ada di Pemerintah Kota Medan. Sementara, untuk SMA dan SMK kan ada di provinsi, artinya kita akan tetap berkordinasi dengan Pemprovsu kedepan jika akhirnya saya dipercaya masyarakat Kota Medan menjadi Walikota” tutup Mhd. Syafi'i. 

Foto lokasi kejadian
MEDAN - Aksi brutal Sarjoni (55), pelaku cabul yang nekat membacok petugas Satreskrim Polrestabes Medan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Aiptu Sadiran mendapat reaksi keras dari warga Jalan Kopi Raya Gang Keluarga, Dusun 5 Marindal. Pelaku yang berprofesi sebagai tukang bor air bersih diketahui memperkosa balita yang masih berumur 4 tahun. 

"Pelaku itu tukang bor air bang, jadi kemarin tahun 2018, pelaku dilaporkan mencabuli anak balita berumur 4 tahun.  Korban itu masih keponakannya pulak," ujar salah seorang warga yang namanya enggan disebutkan.

Pria bertubuh kurus ini menjelaskan, terbongkarnya kasus cabul tersebut diketahui saat korban yang masih berumur 4 tahun itu kesakitan saat buang air kecil.

"Jadi terbongkarnya kasus cabul ini saat orang tua korban terkejut mengetahui anaknya kesakitan saat buang air kecil, dan saat ditanya, balita tersebut mengaku kemaluannya dimasukkan oleh pelaku," terangnya.

Lalu, oleh pihak keluarga sempat berunding menghadirkan pelaku, namun pelaku mengamuk dan akhirnya keluarga korban melaporkan kasus tersebut.

"Sempat pelaku sporing setahun bang, lalu kemarin terlihat sudah datang lagi, lalu oleh pihak Polisi mau menangkap dia. Disitulah dia (Sarjoni) melawan bang, nekat membacok bapak Polisi itu," jelasnya mengakhiri. 

Diberitakan sebelumnya, Seketika warga Jalan Kopi Raya Gang Keluarga, Dusun 5 Marindal digegerkan dengan aksi brutal pelaku pencabulan, Sarjoni (55) yang nekat nekat membacok kuping petugas unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Aiptu Sadiran saat bertugas, Senin (14/10/2019).

Menurut informasi, pembacokan bermula saat korban, Aiptu Sadiran bersama rekannya, Aiptu A Siregar yang bertugas untuk menangkap pelaku cabul, Sarjoni. Namun, sesampainya dilokasi, saat hendak ditangkap, pelaku nekat melakukan perlawanan dan membacok kepala korban. Melihat hal tersebut, korban (Aiptu Sadiran) mengelak hingga parang mengenai kuping korban. Saat itulah pelaku melarikan diri. Korban kemudian dibawa ke RS Mitra Sejati dan selanjutnya diboyong ke RS Bhayangkara.

"Kejadiannya Senin bang, saat itu korban (Aiptu Sadiran) Mau menangkap pelaku cabul, Joni. Kemudian pelaku melawan dan membacok bapak Polisi itu," ujar salah seorang warga, Ruri.

Ruri menambahkan, setelah kejadian pelaku langsung melarikan diri. "Korban langsung dibawa ke RS Mitra Sejati bang," terangnya.

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Edi Hartanto mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Masih kita lakukan pengejaran," ujarnya singkat. (Rom)

F/Ilustrasi
MEDAN - Seketika warga Jalan Sari  Kopi Raya Gang Keluarga, Dusun 5 Marindal digegerkan dengan aksi brutal pelaku pencabulan, Sarjoni (55) yang nekat nekat membacok kuping petugas unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Aiptu Sadiran saat bertugas, Senin (14/10/2019).

Menurut informasi, pembacokan bermula saat korban, Aiptu Sadiran bersama rekannya, Aiptu A Siregar yang bertugas untuk menangkap pelaku cabul, Sarjoni. Namun, sesampainya dilokasi, saat hendak ditangkap, pelaku nekat melakukan perlawanan dan membacok kepala korban. Melihat hal tersebut, korban (Aiptu Sadiran) mengelak hingga parang mengenai kuping korban. Saat itulah pelaku melarikan diri. Korban kemudian dibawa ke RS Mitra Sejati dan selanjutnya diboyong ke RS Bhayangkara.

"Kejadiannya Senin bang, saat itu korban (Aiptu Sadiran) Mau menangkap pelaku cabul, Joni. Kemudian pelaku melawan dan membacok bapak Polisi itu," ujar salah seorang warga, Ruri.

Ruri menambahkan, setelah kejadian pelaku langsung melarikan diri. "Korban langsung dibawa ke RS Mitra Sejati bang," terangnya.

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Eko Hartanto mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Masih kita lakukan pengejaran," ujarnya singkat. (Rom)

Bunthora Situmorang "Trio Father and Son" bersama pengunjung.

Sesepuh Artis Tenar Batak "De' Coffee 3G Medan Cafe Pemersatu" Medan Sesepuh artis batak terkenal, Bunthora Situmorang kunjungi De' Coffee 3G yang terletak di Jalan Permasyarakatan, Kecamatan Medan Sunggal. Dalam kunjungan dadakannya tersebut, Bunthora Situmorang dengan dua rekannya Jimmy Simarmata dan David Situmorang yang tergabung dalam Trio Father And Son ini, menghebohkan puluhan orang pengunjung yang tengah menikmati waktu santainya di De Coffee 3G.

Lalu, suasana semakin akrab ketika pengunjung dapat melepaskan kerinduan mereka dengan sosok pria yang akrab disapa Bung Bunthora ini dengan berinteraksi langsung orang perorangan.
Bunthora Situmorang yang merupakan sesepuh artis batak terkenal ini langsung menyambangi sekaligus menyalami para pengunjung untuk langsung berinteraksi dan bertegur sapa.

Bung Bunthora pun sempat menyampaikan kesan dan pesannya memijakkan kaki di De Coffee 3G. Menurutnya, De Coffee 3G ini merupakan lokasi tongkrongan lintas usia yang memiliki keunikan tersendiri. Sehingga layak di kunjungi warga kota Medan dari berbagai usia.

"De Coffee 3G ini lokasi tongkrongan lintas usia yang saya perhatikan saat pertama tiba dan cafe pemersatu"ujarnya.

Empat lagu dengan suara emas dibawakan Bunthora Situmorang dengan Trio besutannya yang bernama Father And Son.

Liputan:Arlison Nainggolan

MEDAN AREA - Petugas Polsek Medan Area berhasil menyelamatkan nyawa seorang pelaku pencurian sepeda motor, Yudi Syahputra (31) warga Jalan Halat, Medan dari amuk massa. Dari tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa kunci T, alat yang digunakan untuk mencuri, Senin (14/10/2019).

Menurut informasi, aksi pencurian yang terjadi di Jalan AR Hakim ini  pertama sekali diketahui oleh adik korban. Saat itu, adik korban, David Hariyanda mendengar suara berisik di teras, dimana sepeda motor  diparkirkan. Terkejut melihat sepeda motornya dinaiki pelaku, David pun berteriak Maling hingga menjadi perhatian warga sekitar. Warga yang kesal langsung menangkap dan menghakimi pelaku. Beruntung nyawa pelaku berhasil diselamatkan petugas Polsek Medan Area dan memboyongnya ke Mako Polsek Medan Area.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Area, Kompol Anjas Asmara melalui Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu A Tambunan membenarkan penangkapan tersebut.

"Pengakuannya baru 1 kali beraksi, pelaku sudah kita amankan dengan barang bukti 1 unit kunci T dan 1 unit sepeda motor Honda Best street BK 5588 AIL milik krban," ujarnya singkat. (Rom)
Diberdayakan oleh Blogger.