MEDAN - Beredarnya video dan berita menyudutkan PPK Medan Marelan yang dituding berlaku arogan sangat disayangkan pihak terkait. Ia menganggap tuduhan tersebut berlebihan dan mencemarkan nama baik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Medan Marelan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PPK Medan Marelan, Salman Sirait, SH.

"Sebenarnya bukan pengusiran, hanya pada saat itu ada oknum yang datang dan melakukan foto - foto tanpa ijin dari kita. Lalu kita tegur darimana, baru dia jawab dia wartawan. Saat kita minta identitas, dia malah bertanya apakah tidak boleh meliput. Lalu saya katakan boleh. Namun sesuai tatib, sebagai pelaksana pemungutan suara, yang boleh masuk kedalam penghitungan suara adalah saksi partai, saksi DPD, saksi yang mendapat mandat, Panwas dan PPS kita," jelas Ketua PPK Medan Marelan, Lasman Sirait, SH saat memberikan keterangan persnya, Rabu (24/4/2019).

Lalu Salman menambahkan, keesokan harinya, beredar berita mengenai dirinya yang sangat menyudutkannya. Ironisnya berita tersebut juga tidak berimbang dan tidak sesuai dengan UU Pers No.40 Tahun 1999.

"Saya harap untuk kedepannya, rekan-rekan media untuk melakukan konfirmasi dalam pemberitaan. Saya harap kepada oknum tersebut untuk mengkonfirmasi kepada saya sebelum masalah ini diselesaikan. Kegiatan rekapitulasi pemilu 2019 ini sangat membutuhkan pikiran,tenaga dan waktu yang banyak. Sehingga kita tercurah untuk melaksanakan urusan negara," tegasnya mengakhiri.

Menurut informasi dilapangan, Ketua PPK Medan Marelan dituding oknum wartawan bertindak arogan dengan mengusir wartawan saat meliput rekapitulasi penghitungan suara di Kantor Kecamatan Medan Marelan, Minggu (21/4/2019). Ironisnya berita menyudutkan dan mencemarkan nama baik tersebut terbit dibeberapa media online di kota Medan tanpa konfirmasi dari bersangkutan.  (Meo)


LANGKAT - Kapolres Langkat , AKBP Doddy Hermawan melalui Kabag Ops Polres Langkat, Kompol Mahyu Danil Noor S.si memimpin pelaksanaan Apel penerimaan BKO Batalyon Marinir 8 Tangkahan Lagan di Lapangan Jananuraga Mapolres Langkat jalan Proklamasi Stabat, Selasa (23/4/2019).

Dalam keterangannya, Kasubbag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan SH menyebutkan tugas dari 1000 personil BKO Batalyon Marinir 8  Tangkahan Lagan untuk membantu personil Polres Langkat dalam memelihara dan menjaga situasi Kamtibmas  yang aman dan kondusip di seluruh wilayah Hukum Polres Langkat pasca Pemilu 2019.

Secara umum BKO Batalyon Marinir 8 Tangkahan Lagan untuk membantu personil Polri mempertebal pengamanan.Dan secara khusus melakukan pengamanan di kantor-kantor PPK yang sedang melakukan rekapitulasi penghitungan surat suara hasil pencoblosan Pemilu 2019 yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Langkat," terang Arnold Hasibuan. (Jhonsen)

BELAWAN - Tidak ada habis-habisnya para sopir tangki yang membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Depo Pertamina Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara semakin menggila, mereka para supir tangki gak segan-segan "kencing" (menjual BBM) hasil curiannya ke siong minyak di Jalan KL Yos Sudarso, Gudang Kapur, Kel Pekan Labuhan, Kec Medan Labuhan dekat Pangkal Titi Belawan rabu (24/04/2019).

Hasil pantauan di lapangan, terdapat beberapa tempat di Medan Utara seperti Pangkal Titi Labuhan, Kota Bangun, dan Terjun, menjadi gudang siong minyak,seakan-akan tidak takut ketahuan dengan Pertamina dan pihak Kepolisian saat menjual BBM hasil pencurian atau permainannya yang diduga dengan oknum pegawai pengisian BBM di Pertamina Labuhan Deli Sumatra Utara.

Hal ini terjadi karena lemahnya pengawasan dari Pertamina sehingga para sopir dengan leluasa menjual hasil curiannya kepada para mafia BBM yang banyak terlihat di jalan-jalan sekitar Medan bagian utara, apa lagi Mobil Tangki saat menjual BBM hasil curiannya sangat dekat dengan depo Pertamina Labuhan Deli.

Menurut Muctar (35), seorang warga yang setiap harinya melintas di Jalan KL Yos Sudarso mengatakan, pemandangan seperti ini sudah biasa terlihat dan setiap hari terjadi.

"Para supir-supir ini sudah biasa menjual hasil curian BBMnya ke mafia minyak ini. Biasanya para sopir mengantri kencing (menjual BBM hasil curiannya) seakan BBM yang mereka bawa dan jual adalah milik mereka sendiri " ujar Muctar warga sekitar.

Kuat dugaan, bebasnya para sopir tangki menjual BBM karena ada permainan antara supir dengan orang Pertamina yang mengisi BBM ke tangki sewaktu mengisinya di Depo Pertamina Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara.

"Kalau tidak mana berani mereka para supir menjualnya, dan juga para mafia minyak penampungnya ini juga sudah pasti ada setorannya kepada pihak berwajib kalau tidak mana berani mereka bang," ucap warga dengan kesal (red)



MEDAN - Program program peduli masyarakat dan lingkungan terus diselenggarakan oleh PTPN III (Persero), seperti baru baru ini PTPN III (Persero) selaku BUMN Perkebunan kembali mengucurkan Dana Kemitraan dan Bantuan Bina Lingkungan kepada masyarakat Sumatera Utara, tepatnya pada hari Senin dan Selasa (22-23 April 2019) bertempat di Aula Elais Guinenssis Kantor Direksi Medan.

Bantuan ini merupakan wujud komitmen kepedulian PTPN III (Persero) terhadap pembinaan lingkungan dan masyarakat sekitar. Penerima bantuan adalah masyarakat atau stakeholder yang berada disekitar wilayah kerja operasional PTPN III (Persero).

Bantuan Bina Lingkungan pada triwulan I ini diserahkan kepada 69 objek yang bervariasi dengan total bantuan senilai ± Rp. 2.045.241.200,- (dua milyar empat puluh lima juta dua ratus empat puluh satu ribu dua ratus rupiah) sedangkan untuk Dana Kemitraan disalurkan kepada 67 Mitra Binaan dengan total nilai mencapai Rp. 5.083.000.000 (lima milyard delapan puluh tiga juta rupiah).

Dengan tema acara “Peduli Kini Untuk Nanti”, penyerahan dan kemitraan dan bina lingkungan dilakukan secara simbolis oleh Ahmad Gusmar Harahap (SEP SDM & Umum) yang didampingi oleh Unang Kuswono selaku Kepala Bagian PKBL PTPN III (Persero). 

Dalam sambutannya, Ahmad Gusmar Harahap mengatakan bahwa PTPN III (Persero) memiliki komitmen kuat untuk membantu masyarakat sekitar. Salah satunya adalah dengan menyalurkan dana kemitraan dan bantuan bina lingkungan yang merupakan kewajiban dari BUMN dan merupakan salah satu Program BUMN Hadir Untuk Negeri. 

“Dengan dilaksanakan penyaluran bantuan ini artinya bahwa PTPN-III (Persero) juga turut berkontribusi dalam memperhatikan peningkatan perekonomian masyarakat dan Stakeholder melalui pengembangan Usaha Kecil baik di Wilayah sekitar PTPN-III (Persero) maupun Sumatera Utara pada umumnya” tambah Gusmar.

Ahmad Gusmar juga mengharapkan kepada penerima bantuan agar terus menjaga dan mendoakan PTPN III (Persero) agar PTPN III (Persero) kedepannya bisa lebih baik lagi dalam penggalian produksi dan harga jual yang mendukung sehingga PTPN III (Persero) bisa terus hadir untuk membantu masyarakat  melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ini.

Pada kesempatan yang sama, Unang Kuswono juga menyampaikan bahwa dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kemampuan para mitra binaan, maka dilaksanakan juga pelatihan selama 1 hari. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah sebagai upaya dalam memberi pencerahan dan pembelajaran untuk mengelola Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar mampu memiliki daya saing dikancah persaingan bisnis era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sedang berlangsung.

Penyaluran Dana Program Kemitraan ini merupakan kerjasama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Propinsi Sumatera Utara, dimana dari 67 (enam puluh tujuh) Calon Mitra Binaan PTPN-III (Persero), terdapat 4 (empat) Calon Mitra Binaan yang direkomendasikan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Propinsi Sumatera Utara. (Rel/Jhonsen)

MEDAN-Tim Pegasus Polsek Medan Baru berhasil mengungkap pelaku tindak pidana perampasan handphone, Ian Mustakim (29) warga Jalan Amal Luhur  di Jalan Rotan, Medan Petisah, Selasa (23/4/2019).

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa Hp Merk Iphone S6 warna putih. Dan modus operandi pelaku, selalu mencari target atau korban yang menumpangi becak bermotor dan melakukan perampasan berupa tas maupun Hp.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing mengatakan bahwa peristiwa perampasan ini terjadi, Minggu (14/4) sekira pukul 16.45 Wib. Korban bersama adik kandungnya berangkat dari Jalan Zainul Arifin Medan dengan menumpangi becak mesin tujuan Brastagi Supermarket di Jalan Gatot Subroto Medan, kemudian becak yang ditumpangi korban melewati Jalan Rotan Belakang dekat Pasar Petisah Medan.

"Namun secara tiba-tiba datang 2 (dua) orang pelaku dengan mengenderai sepedamotor, kemudian pelaku yang dibonceng yakni Ian Mustakim merampas Hp  korban yang saat itu sedang dipegang korban. Sempat terjadi tarik-tarikan sehinga pelaku dapat mengambil HP korban Jenis IPHONE  S6 warna putih. dan pelaku melarikan diri dan korban berteriak maling-maling,” ujarnya.

Saat bersamaan petugas yang sedang melakukan mobile di seputaran tempat kejadian mengejar pelaku, dan salah seorang pelaku yang dibonceng dapat ditangkap. Kemudian petugas mengamankan pelaku untuk diboyong ke komando guna penyidikan selanjutnya.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 365  KUHPidana, dengan ancaman hukuman 7 Tahun Penjara,” ujar Kapolsek mengakhiri. (Jhonsen)

MEDAN - Dua orang pelaku pencurian diamankan unit reskrim Polsek Medan Helvetia. Adapun kedua tersangka adalah Abdul Als Bedul (34) warga Jalan Budi Luhur dan Sugianto (43) warga Jalan Sei Kapuas Medan Sunggal.

"Tersangka diketahui merampok Hp korban saat bertelepon dengan orang tuanya. Korban yang panik langsung berteriak dan pelaku ditangkap dan dihajar massa," ujar Kapolsek Helvetia, Kompol Trila Murni, Selasa (22/4/2019).

Dan untuk mempertanggung jawaban perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

"Adapun Barang bukti telah kita amankan 1 unit sepedamotor Beat BK 4220 ABS dan 1 unit Hp  merek Samsung milik korban, Rika Andriani (25)," jelas Trila mengakhiri. (Jhonsen)

MEDAN - Hingga saat ini peredaran kosmetik illegal masih marak beredar. Penjualannya sudah merambah melalui internet secara online. Sehingga sulit untuk dilakukan penindakan.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat dan makanan, termasuk kosmetik secara ilegal. Karena hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan dengan melibatkan kaum milenial,” kata Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Drs Yulius Sacramento Tarigan Apt saat menerima kunjungan Putri Indonesia Sumatera Utara 2019 dr Anoushka Bhuller MH di Kantor BBPOM di Medan, Jalan Willem Iskander Medan, Kemarin.

Disebutkan Yulius, didampingi Tim Kerja Sama dan Lintas Sektor BBPOM Medan, Drs Ramses, dan beberapa kepala bidang diantaranya Dra Gita Baringin Nasution Apt MSi, Drs Fajar Sidik Apt, Mangandar Marbun SSi Apt, dan Yanti Agustini SSi Apt Mkes, pihaknya terus mengedukasi kepada masyarakat agar mewaspadai pemakaian bahan-bahan kosmetik yang dijual secara ilegal.

Kosmetik ilegal, kanjut Kepala BBPOM, adalah kosmetik yang beredar tapi belum dinokasi ke BPOM, termasuk juga kosmetik palsu. Sasaran pasar kosmetik ilegal ini adalah kaum milenial karena penjualannya melalui media sosial. Begitu juga ibu rumah tangga. “Karenanya sosialisasi bahaya pemakaian obat dan makanan yang di dalamnya termasuk kosmetik ilegal ini dilakukan mulai ke sekolah dan kampus hingga ke pelosok desa,” ujar Ramses.

Hadirnya Putri Indonesia Sumatera Utara 2019 dr Anoushka Bhuller MH ke kantor BBPOM ini, kata Yulius , merupakan amunisi baru bagi BBPOM Medan untuk melakukan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat terhadap dampak dan bahayanya pemakaian obat atau kosmetik ilegal kepada masyarakat.

Kehadiran Anoushka Bhuller didampingi perwakilan Yayasan Putri Indonesia, Yunita dan ibu kandungnya dr Geeta, disambut hangat dan penuh kekeluargaan Kepala BBPOM di Medan Drs Yulius Sacramento Tarigan Apt.

Dikatakan Anoushka Bhuller yang juga seorang dokter, wanita Indonesia secara alamiah diberkati oleh melanin yang menghasilkan kulit sungguh indah. Namun karena keterbatasan pengetahuan maka selalu terjebak dengan pemakaian kosmetik ilegal untuk mempercantik dirinya.

Sebagai Putri Indonesia Sumatera Utara 2019 sebelas besar dari 39 finalis, Anoushka Bhuller yang akrab disapa Sasa mengatakan, kecantikan seseorang bukan hanya dilihat dari penampilan saja. Namun banyak faktor lain sebagai pendukung. Banyak wanita memaksakan dirinya agar kelihatan cantik dengan memakai kosmetik yang tidak terdaftar di BPOM. Karena biasanya obat-obat yang tidak terdaftar itu harganya relatif murah dan mudah didapat.

Dalam ajang Putri Indonesia 2019 yang digelar di Jakarta, Anoushka Bhuller juga meraih tiga gelar yakni sebagai Putri Pavorit Sosial Media, Putri Kepulauan Sumatera, dan Putri Indonesia 11 besar dari 39 finalis.

Maraknya kosmetik ilegal, Sasa merasa terpanggil untuk ikut serta bersama BBPOM untuk melakukan sosialisasi bahaya kosmetik ilegal bagi kesehatan. Dengan sosialisasi yang dilakukan secara masif akan menyelamatkan wanita Indonesia dari dampak pemakaian kosmetik ilegal yang pada akhirnya harus mengeluarkan biaya besar untuk mengobatinya.

Di bagian lain, Sasa wanita kelahiran 23 April 1995 di Medan, alumni S1 Jurusan Ilmu Kedokteran di Sydney, dan S2 Magister Hukum di Universitas Sumatera Utara, berpendapat, sekarang perempuan milenial berkesempatan untuk memperoleh pendidikan setara dengan pria. Demikian juga dengan wawasan dan karier yang setara. Tetapi semua tetap kembali kepada perempuan-perempuan milenial untuk mengambil kesempatan.

“Kita harus mampu menghadapi rintangan masyarakat awam yang menolak emansipasi wanita karena masih menganut patriarchy. Sebagai kaum milenial mari kita bersama-sama berjuang untuk memaksimalkan potensi diri serta melawan suara-suara yang mencegah kaum perempuan untuk maju,” katanya. (Meo)
Diberdayakan oleh Blogger.