Dedi Suheri
POLDASU - Polres Batubara dituding tidak profesional dalam menanggapi laporan masyarakat. Pasalnya, laporan pengaduan 3 tahun lalu dengan pelapor Suparman Ali Said (58) warga Jalan Tanjung Gading, Sipare-pare, Kabupaten Batubara mengendap tanpa ada tindak lanjut. Hal ini disampaikan oleh Kuasa Hukum Suparman Ali Said, Dedi Suheri, SH, Senin (12/11/2018).

"Tindakan Polres Batubara tidak profesional, laporan LP/273/XII/2015/SU/RES B.BARA tanggal 10 desember 2015, atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan terlapor A/n Abdul Gani yang berprofesi mantan pejabat di Kabupaten Batubara tidak berjalan sama sekali. Padahal laporan dengan terlapor yang telah ditetapkan sebagai tersangka sudah berjalan selama 3 tahun," ujar Kuasa Hukum Suparman, Dedi Suheri, SH.

Namun, akibat kelalaian pihak Polsek Batubara, kliennya (Suparman-red) ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapoldasu atas laporan Salimah (41).

"Saat ini klien kita (Suparman) telah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Medan dengan kasus penipuan dan penggelapan dimana Suparman Ali Said ini juga merupakan korban mantan pejabat di Batubara, Abdul Gani. Dia (Suparman) disuruh mencari orang yang mau masuk PNS dengan dijanjikan apabila banyak yang mencoba CPNS, maka anak klien saya dimasukkan secara gratis CPNS di Pemkab Batu bara atau tempat lain," tambah Dedi.

Dedi menjelaskan, bahwa dari bukti yang ada, Suparman jelas melakukan penyetoran uang kepada Abdul Gani. Namun hingga saat ini tersangka belum juga ditangkap petugas Polres Batubara walaupun status Abdul Gani sebagai tersangka.

"Pengakuan penyidik Polres Batubara kepada keluarga klien saya (Suparman) tersangka telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).  Namun kemarin, saat pemilihan Bupati tahun 2017, tersangka (Abdul Gani) yang menjadi tim pemenangan salah satu Bupati tidak ditangkap, apakah Abdul Gani kebal hukum?," tanyanya.

Dedi berharap pihak Polres Batubara untuk segera memproses kasus ini agar ada keadilan. "Klien kami ini juga korban, jika tidak juga diproses, kami akan melaporkan ini ke Kompolnas dan Mabes Polri," tegasnya.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolres Batubara, AKBP Robin Simatupang tidak membalas konfirmasi wartawan.

Begitu juga ketika dikonfirmasi ke Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan juga belum dapat memberikan keterangan. (red/rel)

KISARAN - BOS : Pengadilan Negeri (PN) Kisaran gelar sidang perdana perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Aipda Saperio Pinem yang tercatat sebagai anggota di bagian Sat Shabara Polres Asahan, Senin (12/11/2018).

Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Elfian SH. MH dengan Hakim anggota Rahmat HA Hasibuan SH dan Miduk Sinaga SH, sebagai Panitia Pengganti Darwis Tarigan SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahman Nasution SH.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan itu, terdakwa Saperio Pinem didampingi oleh Penasehat Hukum KRT DR.Ir Edy Lubis SH.

Sementara, sidang yang mendapat pengawalan ketat dari Polres Asahan itu berlangsung tidak terlampau lama dan setelah JPU membacakan dakwaan, oleh majelis Hakim sidang ditutup dan akan dilanjutkan pada tanggal 21 Nopember 2018 dengan agenda pembacaan esepsi oleh penasehat terdakwa.

Terpisah, KRT DR. Ir Edy Lubis SH kepada awak media usai sidang mengatakan diantaranya, bahwa terdakwa Saperio Pinem yang merupakan kliennya pada sidang perdana ini sudah memeluk agama Islam dan tiga tahun yang lalu sudah sunat, ungkapnya.

Pinem memeluk agama Islam di Tahanan Lapas Kelas II A Labuhan Ruku dan dibimbing oleh Kementrian Agama (Kemenag) Batubara pada tanggal 7 Nopember 2018, tambahnya.

Terkait berpindah agamanya Saperio Pinem itu dibenarkan oleh KPLP Kelas II A Labuhan Ruku, Partomuan Ritonga saat dikonfirmasi melalui selulernya, ” benar (7/11) di Lapas ada salah satu tahanan yang bernama Saperio Pinem telah masuk Islam yang dibimbing oleh Kemenag Batubara,” jelas Partomuan singkat. (ran)


KISARAN - Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa langsung diberhentikan jika berstatus tersangka dan langsung menjalani penahanan dalam kasus tindak pidana. Sanksi ini tercantum dalam Undang-undang Aparatur Sipil Negara yang sudah resmi diundangkan sejak 15 Januari 2014 dan menjadi UU Nomor 5 Tahun 2014 pasal 88 ayat 1 poin c UU ASN.


Hal ini terkait oknum calo CPNS berinisial NM (40) yang menjabat pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Asahan akhirnya resmi menyandang status tersangka dan telah ditahan di rutan Labuhan Ruku. 

Hal ini dikatakan Kadis Kominfo Asahan H Rahmad Hidayat melalui Kabid Media cetak dan elektronik Arbin Tanjung SE saat dikonfirmasi wartawan diruangannya Selasa (13/11) sekira jam 17.30 wib terkait adanya pegawai negeri sipil di Pemkab Asahan yang tersandung kasus pidana penipuan. ASN harus berhati-hati dalam melaksanakan tupoksinya saat bertugas. 

"Apabila sudah ada keputusan pengadilan terhadap ASN tersebut dan benar bersalah maka akan dilakukan pemberhentian tugasnya. Sanksi hukumnya cukup berat dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 dalam pasal 88 ayat 1 poin c UU ASN,"jelasnya.

Menurutnya, seorang PNS baru diberhentikan selama-lamanya, jika terbukti bersalah di pengadilan dan putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap dan divonis diatas dua tahun.

“Kalau nanti terbukti tidak bersalah, nama baik dan statusnya akan dipulihkan. Pemulihan status itu dilakukan sesuai dengan ketentuan pasal 88 ayat 2, yang berbunyi, pengaktifan kembali ASN yang diberhentikan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian,"ujarnya lagi.

Oknum ASN berinisial NM (40) yang menjabat pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Asahan tersebut sebagai calo PNS yang menjanjikan bisa memasukkan seseorang untuk menjadi PNS di lingkungan Pemkab Asahan.

Awalnya pelaku NM mendatangi rumah kedua korbannya bernama Lasidem dan Dedi Sirait sembari menawari anak -anak korban untuk masuk PNS di lingkungan Pemkab Asahan  dengan cara menyiapkan sejumlah uang melalui jalur akses dari pelaku. Selanjutnya kedua korban yang merasa percaya langsung menerima tawaran itu dan menyerahkan sejumlah uang  senilai Rp 90 juta kepada pelaku NM. 

Sampai akhirnya kedua korban merasa tertipu karena mengingat dalam waktu lama pelaku NM tidak bisa mewujudkan janjinya. Sampai akhirnya kedua korban yang merasa tertipu langsung melapor kasus ini ke Mapolres Asahan. (ran)

Ilustrasi
ASAHAN - Warga Kecamatan Bandar Pasir Mandoge resah, pasalnya diwilayah mereka marak judi jenis toto gelap (Togel). Ironisnya, penyakit masyarakat ini terkesan kebal hukum jauh dari pantauan pihak Kepolisian, Senin (12/11/2018).

Menurut informasi, aktifitas judi diwilayah tersebut sudah berjalan setahun ini dengan bandar yang disebut-sebut berinisial US. Praktek judi Togel di Asahan terkesan bebas, pasalnya penulis bebas menulis pesanan pelanggannya dikedai-kedai kopi baik melalui SMS handphone.

Hal ini membuat masyarakat Asahan resah, terutama para ibu rumah tangga. "Gimana kami tidak resah dek, setiap hari suami saya sama kawan-kawannya bahas nomor aja, kalo sudah masang gak pernah sedikit," ujar salah seorang Ibu Rumah tangga yang namanya enggan disebutkan.

Ibu bertubuh gemuk ini berharap pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) untuk segera menggrebek lokasi judi tersebut.

"Tolong kami pak Kapolda, Pak Polisi, judi diwilayah kami sudah sangat mengganggu," harapnya.

rang tokoh agama, Al'Ustad Mulkan Drajat Silaen, MA yang sering disapa dengan nama Ustad Ganteng yang dimintai tanggapannya mengatakan bahwa praktek judi di Asahan sudah dapat dikatakan mengkhawatirkan.

"Saya pernah ke Asahan dan Bandar Pasir Mandoge yang kita kenal bahwa daerah itu mayoritas Muslim tapi ketika saya diundang kesana, seorang ibu rumah tangga berkata pada saya agar dalam ceramah nanti Pak Ustad menyinggung sedikit masalah judi. Mereka berharap supaya daerah ini bersih dari perbuatan dosa dan judi," terangnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Bandar Pasir Mandoge, AKP Azaruddin menegaskan Polri tidak akan toleran praktek judi. "Yang namanya judi tidak akan kita tolerir, akan kita tumpas," tegasnya.

Adapun lokasi yang marak praktek judi Togel tersebut adalah di daerah desa Bandar Pasir Mandoge namun hampir merata di seluruh Desa yang ada di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge. (Rel/red)

PEMATANG SIANTAR - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-54 Tahun, RS Murni Teguh melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) di Lapangan H. Adam Malik, Pematang Siantar, Senin (12/11/2018). Adapun bakti sosial yang dilaksanakan adalah cek gula darah.

Dalam sambutannya, kordinator kegiatan RS Murni Teguh, Ely Soraya Sembiring mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN).

"Kegiatan ini dilaksanakan dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional. Dengan tujuan " Sehat Keluargaku Dan Sehat Indonesiaku". Untuk kegiatan baksos ini sangat disupport oleh dr. Mutiara MHA.MKT," jelasnya.

Ely menambahkan bahwa "pemeriksaan ini diberikan kepada masyarakat agar mereka lebih mengetahui sampai dimana kesehatannya dalam pelayanan pemeriksaan cek gula," ucapnya mengakhiri. (Rel)

Ilustrasi
ASAHAN - Sejak tahun 2015 hingga Oktober 2018, angka kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur mencapai angka 225 kasus disusul dengan kasus asusila sebanyak 33 kasus. Hal ini disampaikan oleh Kanit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) Polres Asahan, Ipda Nanin Aprilia Fitriani, Jumat (9/11/2018). Selain itu, Kasus melarikan anak perempuan dibawah umur sebanyak 32 kasus. Sedangkan kasus pemerkosaan mencapai 14 kasus.

"Orang tua harus lebih waspada terhadap aktivitas anak di media sosial, karena dari sejumlah kasus pencabulan dan pelecehan seksual terhadap! perempuan dan anak-anak berawal dari perkenalan di media sosial," Kanit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) Polres Asahan, Ipda Nanin Aprilia Fitriani.

Ironisnya, semua pelaku biasanya adalah orang yang dekat dengan korban. "Karena itu, pengawasan orang tua terhadap anak menjadi penting sehingga anak terhindar dari perilaku menyimpang para pelaku. Orang tua harus lebih waspada terhadap aktivitas anak di medos," terang Nanin.

Sementara itu, Ketua Perempuan Kebangsaan Kabupaten Asahan, Agus Trisyana menilai, bahwa maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak terlepas dari kegagalan program iman dan taqwa (imtaq) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan.

Padahal, anggaran yang dikucurkan untuk program meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat itu mencapai miliaran rupiah melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Asahan hampir setiap tahun.

"Jika melihat data kejahatan yang ada, program Imtaq Pemkab Asahan dinilai gagal. Karena program dengan anggaran miliaran rupiah tidak berdampak pada penekanan angka kejahatan, terutama pada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," katanya.

Karena itu, ia berharap kepada Pemkab Asahan supaya mengevaluasi program tersebut. Setidaknya, kegiatan yang dilaksanakan bisa ditinjau ulang, apakah tepat sasaran atau tidak.

"Iman dan taqwa merupakan benteng dari segala perbuatan jahat. Jadi, program yang dicanangkan harus tepat sasaran, dan berdampak kepada peningkatan keimanan dan ketaqwaan masyarakat," tandasnya. (FR)

MEDAN - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi  menghadiri pembukaan kejuaraan catur  memperebutkan Piala Pangdam I/BB di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (9/11). Dalam kejuaraan catur yang  yang dibuka langsung Pangdam I/BB Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah  dan meyediakan hadiah total Rp.100 juta, Wakil Wali Kota sempat ikut ambil bagian dalam pertandingan eksibisi melawan  salah seorang pecatur yang menyandang  gelar Master Nasional (MN).

Kejuaraan catur ini digelar dalam rangka untuk menyambut Hari Pahlawan 10 November. Selain menyalurkan hobi para pecatur yang ada di Sumut, kejuaraan ini juga diharapkan dapat membangun dan mengembangkan olahraga catur                sebagai ajang mencari bibit-bibit pecatur yang nantinya dapat dijadikan sebagai atlet.

Kemudian kejuaraan catur  ini dapat dijadikan asebagai ajang silaturahmi dalam  membangun persatuan dan kesatuan. Di samping itu juga  sebagai komunikasi sosial dalam membangun kemanunggalan TNI dan rakyat. Serta mewariskan dan melestarikan serta mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai kepahlawanan.

Kejuaraan catur yang berlangsung selama tiga hari  mulai 9 sampai 11 Nopember diikuti 268 orang peserta berasal dari 11 provinsi di Indonesia yakni Naggroe Aceh Darusalam, Sumut, Riau, Sumbar, Sumsel, DKI Jakarta, Jabar, Jatim, Sulsel, Sulut dan Kalbar. Ditambah lagi dengan peserta yang berasal dari 19 kabupaten/kota di Sumut.

Ada dua kategori yang dipertandingkan dalam kejuaraan catur ini yakni kategori umum untuk senior putra/putri dan junior putra/putri serta kategori simultan yang diikuti 60 pecatur dan dua pecatur dengan gelar Fide Master Iiternasional. Selain itu kejuaraan catur ini juga diikuti 15 orang pecatur pria dengan gelar MN dan 2 orang pecatur putri dengan gelar MN.

Dalam sambutannya, Pangdam I/BB Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah  mengatakan, dirinya ingin Hari Pahlawan tahun ini  menjadi momentum  bagi semua dalam rangka menggalakkan apapun, termasuk catur. Artinya, memalui kejuaraan catur ini, Pangdam ingin  menggalakkan kembali olahraga catur di Sumut.

“Mengapa catur? Sebab, orang Sumut  selama ini “identik” dengan catur. Di tambah lagi saya melihat event kejuaraan catur jarang digelar. Untuk itu hari ini kita ingin menghidupkan kembali olahraga catur. Sebab, catur merupakan olahraga yang mengandalkan  adu strategi maupun olah pikir. Hal ini sesuai dengan kondisi saat ini, saya ingin kita dalam berpolitik lebih bagus adu strategi maupun olah pikir,” kata Pangdam.

Usai acara pembukaan dilanjutkan dengan pertandingan eksbisi, selkuruh unsur Forkopimda Sumut dan Kota Medan yang hadir, termasuk Wakil Wali Kota bertanding melawan pecatur  yang menyandang predikat MN.  Dalam pertandingan eksibisi, Wakil Wali Kota berhadapan dengan MN Sekarmedi yang menyandang  predikat MN.

Meski sempat memberikan perlawanan sengit dan sempat menyulitkan Sekarmedi namun  Wakil Wali Kota akhirnya mengakui keunggulan lawannya. Wakil Wali Kota langsung menyalami lawannya sambil tersenyum. “Maklumlah, sudah 10 tahun saya tidak bermain catur,” ujar Wakil Wali Kota sambil tertawa.

Kemudian Wakil Wali Kota sangat mengapresiasi digelarnya kejuaraan catur memperebutkan Piala Panngdam I/BB. Dia  berharap kegiatan ini dapat menggairahkan kembali olahraga  catur di Sumut, terutama Kota Medan. Sebab, selama ini Sumut maupun Kota Medan terkenal sebagai gudangnya pecatur-pecatur tangguh di Tanah Air.

“Semoga kejuaraan ini melahirkan kembali bibit-bibit catur tangguh dari Sumut, terutama Kota Medan. Kita ingin kejuaraan ini dapat mengembalikan kejayaan Sumut maupun Kota Medan sebagai gudangnya pecatur tangguh di Tanah Air,” harapnya. (***)
Diberdayakan oleh Blogger.