BELAWAN -  Tim sepak bola Polres Pelabuhan Belawan kembali menang dalam pertandingan sepakbola dalam memperebutkan piala Kapolda Sumut, kali ini berhasil menaklukkan dari tim Polres Tanah Karo dengan skor 1-0 Sabtu (16/02/2019) sore.

Pertandingan tersebut sangat menegangkan, serangan demi serangan dilakukan tim Polres Pelabuhan Belawan, dengan semangat mereka terus berjuang untuk mengalahkan tim binaan Polres Tanah Karo. Kemudian pada menit 25 babak pertama goal akhirnya berhasil dicetak ke gawang lawan oleh Wilmar nomor punggung 9.

Permainan terus berlangsung hingga menit ke 90 peluit panjang ditiupkan skor tetap 1-0, pemain yang didominasi pemain yang berasal dari Hamparan Perak ini, akan tampil lebih gemilang pada pertandingan berikutnya.

Pertandingan Tersebut tonton langsung oleh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP. Ikhwan .SH.MH, Wakpolres, Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Kasat Intel, serta para perwira, dan para Bintara.

"Saya berterimakasih karena kita kembali menang dalam pertandingan sepakbola memperebutkan Piala Kapolda ini, kalian harus menjaga kesehatan untuk melakukan pertandingan selanjutnya yang sudah sedikit lagi, semoga hasilnya memuaskan" ucap orang nomor satu di Polres Pelabuhan Belawan

Pelatih kesebelasan Polres Pelabuhan Belawan, Taufik, mengatakan, kemenangan yang mereka peroleh berkat kerja sama tim yang baik. Bahkan sebelum bertanding tim sudah berlatih cukup keras guna mengukur sisi kelemahan serta kekuatan lawan sebelum bertanding.

"Tim Polres Pelabuhan Belawan, pasti bisa menang. Karena kami sangat optimis, apalagi kita memiliki pemain yang hebat seperti Saktiawan Sinaga dan Legimin Raharjo" ujarnya (git)

LABUHAN - Pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) milik Mahyuzar Manta (48)
kritis dihajar massa di Jalan Platina III, Medan Marelan. 
Untuk pengusutan lebih lanjut, Usman Lubis (34) warga Jalan Pasar I Rel Gang Melati 18 Lingkungan 6 Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan ini diboyong ke Mapolsek Medan Labuhan.

Aksi pencurian itu dilakukan pelaku saat melintas di areal Komplek Perumahan Ipori Jalan Platina III Lingkungan III Blok D Nomor 35 Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Marelan dengan berjalan kaki. 

Tersangka yang melintas melihat sepeda motor korban terparkir langsung mendorong dan menghidupkan mengunakan Kunci T. 

Akan tetapi, aksi pencurian sepmor yang dilakoni preman kampung ini terhenti takkala diteriaki oleh security, Rizki Halim Batubara.

Teriakan tersebut mengundang perhatian warga lainya yang langsung menghakimi pelaku hingga babak-belur setelah berhasil diamankan.

Beruntung bagi tersangka, Unit Reskrim Polsek Medan Labuhan dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Bonar Pohan yang memperoleh informasi tentang kejadian tersebut langsung menuju lokasi dan mengamankan pelaku dari amuk massa.

"Saat sedang jaga di Pos Security, saya melihat pelalu sedang membawa sepeda motor. Kemudian saya langsung berteriak hingga diamuk massa," ucap Rizki Halim Batubara.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto SH SIK yang dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya  mengamankan pelaku pencurian tersebut.

"Iya benar. Pelaku beserta barang bukti Yamaha RX King pelat 2355 HQ dan Kunci T sudah diamankan. Akibatnya, sang bersangkutan harus mendekam di jeruji pengap rumah tahanan Mapolsek Medan Labuhan. Sebab, ia terbukti melanggar ketentuan yang diatur dalam Pasal 363KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara," pungkas orang nomor satu di Mapolsek Medan Labuhan (git)

MEDAN - Judi tembak ikan berkedok game ketangkasan menjamur di wilayah Marelan dan Martubung. Ironisnya, lokasi tersebut seolah-olah tidak tersentuh oleh hukum. Lapak judi ini disebut-sebut milik pria keturunan dengn omset puluhan juta perhari dan sangat meresahkan masyarakat.

Beberapa lokasi yang paling santer adalah judi tembak ikan Jalan Martubung, judi tembak ikan Lucky Zone di Marelan dan lokasi tembak ikan Pasar V Gang Kurnia Marelan.

Pantauan wartawan tampak dilokasi kendaraan roda 2 dan roda 4 memenuhi lokasi tersebut. Yang meresahkannya lagi, lokasi tersebut kerap di kunjungi kawula muda generasi penerus bangsa.

"Yang punya itu AK, warga keturunan Tionghoa, kalo banyak, bisa tutup pagi dinihari. Banyak juga anak-anak muda yang bermain judi tembak ikan itu," ujar salah seorang warga, Joko.

Joko berharap, pihak kepolisian dan instansi terkait segera menutup lokasi tersebut. Dikhawatirkan, praktek penyakit masyarakat ini merusak generasi muda bangsa.

"Kalo bisa lokasi ini ditutup, anak keluarga saya pun ada yang maniak jenis permainan ini," harapnya.

Lalu, Joko menjelaskan bahwa untuk jenis permainan ini, para pelanggan  menukarkan sejumlah uang dengan amunisi peluru guna menembak ikan didalam permainan tersebut. Setelah menang, poin yang diperoleh oleh pemain dapat ditukarkan dengan tiket yang selanjutnya di tukarkan dengan uang tunai oleh penjaga/kasir di tempat yang sudah ditentukan.

Namun saat ini, untuk mengelabuhi petugas Kepolisian, pemilik usaha tembak ikan membuat pengumuman menukarkan voucher tembak ikan dengan hadiah seperti Kulkas, TV, sepeda motor dan lainnya.

Ketika dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan enggan membalas konfirmasi wartawan. (Jhonsen)

SUNGGAL - Junedi (50) pegawai BUMN ini bisa dikatakan sukses membawa "kabur" istri seorang PNS. Pasalnya dengan modal Rp 15 Juta, ia dan kekasih gelapnya itu, Fenny telah hidup serumah di Perumahan Royal Setia Budi, Tanjung Sari, Medan Selayang.

Hal ini terungkap saat suami Fenny, Lerry Harsen Simatupang (30) seorang PNS bersama petugas Polsek Sunggal menggerebek rumah pasangan bukan suami istri tersebut.

"Saat kita grebek, ternyata benar didalam rumah yang disewa terlapor (Junedi), istri pelapor, Fenny berada di dalam kamar rumah tersebut dengan posisi pintu kamar terkunci. Namun, terlapor (Junedi) berada diruang tamu dengan menggunakan pakaian lengkap," ujar Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu MS Ginting kepada wartawan, Jumat (16/2/2019).

Dari hasil interogasi, terlapor (Junedi) membenarkan bahwa keduanya memiliki hubungan yang sudah berjalan 6 bulan dan rumah tsb disewakan oleh terlapor seharga Rp15 juta/tahun dan baru berjalan 2 bulan.

"Terlapor mengakui adanya hubungan dengan istri pelapor, sebelum menyewa rumah tersebut, mereka kerap berhubungan di hotel. Keduanya masih kita mintai keterangannya," jelas Ginting mengakhiri. (Jhonsen)

LABUHAN - Joko Sutrisno nyaris tewas dihajar massa karena ketahuan memasuki rumah Marlis (44) Jumat (15/2/2019).

Informasi yang dihimpun, ABG yang mengalami nasib apes tersebut ialah warga Medan.  
Saat beraksi, tersangka masuk kedalam rumah korban dengan cara merusak jendela belakang. 

Namun, aksi bandit jalanan ini yang kedapatan membongkar rumah langsung diteriaki warga.
Teriakan tersebut mengundang perhatian warga lainya yang langsung menghakimi pelaku hingga babak-belur setelah berhasil diamankan.

Beruntung bagi tersangka, petugas Polsek Medan Labuhan yang memperoleh informasi tentang kejadian tersebut langsung menuju lokasi dan mengamankan pelaku dari amuk massa.

Kini, pria berusia 22 tersebut harus merasakan pengabnya rumah tahanan Mapolsek Medan Labuhan.

"Saya tiba-tiba ditelepon oleh tetangga bahwa rumah dibongkar dan pelaku sudah ditangkap pihak kepolisian,” ujar Marlis. 

Terpisah, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto SIK ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku pencurian tersebut.

“Iya benar. Saat ini pelaku beserta barang bukti hasil kejahatan sudah kita amankan. Akibat perbuatannya, sang bersangkutan dijerat pasal 363 KUHPidana," tandas Almunus Akpol Tahun 2004 ini (git)

KISARAN - Ratusan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) atau honor/kontrak yang tersebar di 25 Puskesmas se-Kabupaten Asahan melakukan aksi unjuk rasa damai di Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Rabu (13/2/2019) sekitar pukul 09:30 wib. Mereka meminta klarifikasi dan mempertanyakan transparansi perekrutan TKS yang baru disebar masing-masing Puskesmas di Kabupaten Asahan.

"Kami para TKS yang sudah lama mengabdi sampai hari ini ada yang digaji  perbulannya hanya Rp125 ribu. Sementara para TKS yang baru ditempatkan yang tersebar di 25 Puskesmas, mereka bisa digaji Rp2-3 juta perbulannya," ucap Reyhan Marpaung selaku Ketua Tim Audiensi TKS ke beberapa awak media.

Sejalan dengan pernyataan Reyhan, Ervina TKS asal Puskesmas Kecamatan Bandar Pulau yang menjabat sebagai Sekretaris Tim Audiensi mengatakan, Dinas Kesehatan Pemkab Asahan terkesan tidak mengakomodir keluhan para TKS terkait upah layak bagi 'pengabdi' yang bersentuhan langsung dengan masyarakat khususnya di bidang kesehatan tersebut.

"Kalau soal kompetensi dan keahlian boleh kita uji dengan mereka-mereka yang baru di-'TKS-kan'. Kalau kita cerita soal jam terbang ya. Janganlah Pak Kadis itu terkesan menganaktirikan kami yang jelas-jelas sudah tahunan bahkan puluhan tahun berdinas," keluh Ervina.

Lebih lanjut, perwakilan tim audiensi TKS, Muheni berharap agar ada solusi yang dapat ditawarkankan oleh pihak Dinas Kesehatan terkait beberapa tuntutan 'pasukan putih-putih' tersebut.

"Janganlah Pak Kadis itu menambah masalah baru yang dapat menimbulkan kesenjangan dan kesannya ada anak tiri dan anak kandung. Kami tidak ingin terkotak-kotak. Harapan kami semoga keluhan kami ini dapat direspon dan ada solusi terbaik dari Pak Kadis," tandas Muheni.

Terpisah, Kadis Kesehatan Kabupaten Asahan, dr. Aris Yudhariansyah ketika dikonfirmasi belum bersedia menanggapi aksi damai yang dilakukan lebih kurang 135 TKS tersebut. Dirinya mengaku sedang tidak di lokasi. "Oh iya, Saya masih di Desa Buntu Pane," tulis Aris singkat melalui aplikasi WhatsApp kepada wartawan. (Sof)

KISARAN - Kepala Kepolisian Resort Asahan AKBP Faisal F Napitupulu Sik yang diwakili Kasat Sabhara AKP Zulhajri YS mengecek kesiapan anggota Polri dalam pengamanan menjelang kunjungan Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. H. Joko Widodo di Kabupaten Batu Bara. Pengecekan dilakukan dengan menggelar apel seluruh anggota yang terlibat dalam pengamanan yang dilaksanakan di halaman Mapolres Asahan, Rabu (13/2/2019).

Kasat Sabhara AKP Zulhajri YS yang bertindak sebagai pemimpin apel, mengungkapkan bahwa, apel pasukan dilakukan untuk mengecek persiapan personil Polri dalam rangka kunjungan Presiden.

"Gelar pasukan ini untuk mengecek persiapan pengamanan baik perseorangan maupun satuan, agar dalam melaksanakan tugas berjalan aman," kata Zulhajri.

Kasat Sabhara AKP Zulhajri YS menambahkan, berterima kasih atas kehadiran dan kesiapan dari Personil serta kesiapan Ranmor.

Dalam Rangka persiapan dan kesiapan Personil untuk melaksanakan pengamanan Rayon 4 kedatangan Presiden ke Kabupaten Batu Bara setiap personil Polres Asahan harus siap dalam hal pengamanan kegiatan tersebut Sat Sabhara di utamakan dan di kedepankan.

Tugas kita bukanlah gampang harus memerlukan kesiapan mulai dari Fisik,  Persenjataan dan Ranmor yang di pinjam pakaikan kepada personil.Oleh karena itu saya selaku Kasat Sabhara mengharapkan kesiapan fisik, Kendaraan Dinas dan Persenjataan yang di pinjam pakaikan kepada personil.

Mulai dari sekarang setiap Apel Fungsi pada hari Rabu dan minggu personil polres asahan berkenaan saya untuk mengecek kesiapan fisik, mental persenjataan dan Ranmor Dinas karena ke depannya masih ada lagi tugas tugas yang berat yang akan kita hadapi yaitu Pemilu yang akan di laksanakan pada tgl 17/04/2019.mari kita secara bersama sama menyusukseskan Pemilu yang aman dan Kondusif," katanya.

"Saya ingatkan untuk mulai hari ini kita fokus pada pengamanan kunjungan Presiden di Kabupaten Batu Bara sebagai Rayon 4. Pengamanan disesuaikan tugas dan tanggung jawab yang sudah di bagi ke masing-masing personil.Anggota Personil Polres Asahan paham dan tugas dan tanggung jawab yang sudah diberikan," ucapnya.

Lanjut Zulhajri lagi, setiap personil harus memonitor dinamika perubahan di lapangan, kita yang tergabung dalam pengamanan selalu monitor dinamika perubahan di lapangan sampai kunjungan kerja Presiden selesai," ujarnya.

"Dan siapkan alat komunikasi, senjata serta perlengkapan dalam mendukung kelancaran kunjungan kerja RI 1di Kabupaten Baru Bara," tambahnya. (Sof)
Diberdayakan oleh Blogger.