Kapolsek Helvetia interogasi kedua tersangka jambret sadis
HELVETIA – Maraknya kasus kejahatan jalanan atau jambret sangat meresahkan warga kota Medan. Salah satunya yang terjadi di wilayah hukum Polsek Helvetia. Salah seorang warga, Yenni (40) yang berdomisili di Perumahan Dahlia Indah Jalan Dahlia Raya menjadi korban jambret tak jauh dari rumahnya. Akibatnya, ia mengalami luka serius ditangan dan seluruh tubuhnya, Senin (19/8/2019).
CCTV korban diseret pelaku
Namun, dalam tempo 3 hari, Polsek Helvetia, yang dipimpin seorang wanita, AKP Sah Udur Sitinjak berhasil menangkap pelaku yang berjumlah 2 orang. Adapun identitas pelaku adalah AS (20) dan FA (21) ditangkap petugas di Jalan Bakti Luhur, Medan Helvetia.

“Dari hasil interogasi, kedua pelaku diketahui sudah mengintai korbannya sejak beberapa hari sebelumnya. Dari hasil rekaman CCTV, kita berhasil mengidentifikasi kedua pelaku. Kemudian, kita melakukan pengejaran terhadap kedua tersangka dan berhasil mengamankannya tanpa ada perlawanan," ujar Kapolsek Helvetia, AKP Sah Udur Sitinjak.
Korban menjalani perawatan di Rumah Sakit
Sah Udur menambahkan, dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui perbuatannya dan telah beraksi di 4 lokasi berbeda.

"Keduanya sudah berulang kali melakukan penjambretan diantaranya di Jalan KH Wahid Hasyim dan Simpang Barat. Keduanya kita jerat dengan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun kurungan penjara," tegasnya. (Rom)

PANCUR BATU - Guna meminimalisir pengguna dan peredaran narkoba di wilayah hukumnya, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan bersama rombongan blusukan ke Dusun Namo Salak, Desa Lama, Pancur Batu, Jumat (23/8/2019).
Kapolsek Pancur Batu sosialisasi di Desa Namo Salak

Kegiatan blusukan ini bertujuan untuk meminimalisir peredaran narkoba dan perjudian di Desa Lama yang merupakan wilayah hukum Polsek Pancur Batu. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perangkat Desa Lama dan Kepala Dusun.

"Giat blusukan ini bersama Kepala Dusun dan perangkat Desa Namo Salak untuk memantau  pemakaian narkoba dan permainan judi. Kegiatan berjalan aman terkendali," ujar Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan.

Faidir menambahkan, "kegiatan juga diisi dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas untuk mengetahui bahayanya penggunaan narkoba dan judi," jelasnya mengakhiri. (Rom)



SUNGGAL - Untuk menyemarakkan HUT RI Ke-74 dan menumbuhkan rasa cinta tanah air, TK Islam Terpadu Azkiyatun Najah di Perumahan Rorinata Tahap 9, Sukamaju, Sunggal, Deliserdang melaksanakan berbagai macam perlombaan dan gerak jalan.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan setiap tahunnya ini, selain sangat menyenangkan bagi anak didik, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan rasa Nasionalisme. Selain itu juga dapat memotivasi anak dalam belajar.

"Dengan kegiatan ini, semoga hubungan antara orangtua, kepala sekolah dan guru tambah akrab dan harmonis, karena mendidik anak orangtua harus bersinergi dengan guru," ujar Kepala Sekolah, Sangkot Adilah, SPdi yang sering dipanggil dengan sebutan Umi Dilla.

Umi Dilla berharap kepada seluruh guru, untuk mengajari anak didik berjuang bersungguh-sungguh untuk mencapai apa yang dicita-citakan.

"Semoga kedepannya bisa mewujudkan guru sebagai penggerak perubahan menuju pendidikan yang cerdas dan berkarakter," harapnya mengakhiri. (Rom)

MEDAN - RH (34) warga Jalan Kasuari, Medan Sunggal dan SA (40) warga Jalan Dwikora, Medan Sunggal babak belur dihajar massa. Pasalnya ia ketangkap tangan menjambret Handphone milik WP (20) warga Jalan Samanhudi, Binjai  Estate, Kota Binjai, Selasa (20/8/2019).

Menurut informasi, aksi jambret tersebut terjadi saat korban melintas di Jalan Gajah Mada dengan menggunakan Handphone. Saat itulah datang para pelaku menggunakan sepeda motor Beat BK 2985 AHV yang dikenderai 2 orang pelaku langsung memepet korban dan merampas HP yang dipegang korban. Korban langsung menjerit "rampok" sehingga para pengguna jalan langsung menghadang pelaku. Warga yang emosi langsung menghakimi kedua pelaku hingga babak belur. Kedua tersangka pun akhirnya langsung diamankan petugas Polsek Medan Baru. 

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing membenarkan penangkapan tersebut. "Kedua tersangka kita kenakan Pasal 365  KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," jelasnya. (Jhonsen)


MEDAN - Dikeluarkannya rekomendasi  Komisi 3 DPRD Kota Medan Nomor 7/KOM-3-DPRD-MDN-08/2019 yang melarang pembongkaran 75 kios di lantai 3 Pusat Pasar sangat diapresiasi para pedagang. Untuk itu, para pedagang sangat berterima kasih kepada Direksi PD Pasar, Walikota Medan dan Komisi 3 DPRD Medan.

"Kita sangat berterima kasih kepada bapak Walikota Medan, Direksi PD Pasar, yang telah memperjuangkan hak-hak pedagang. Dengan adanya 75 kios tambahan itu, kondisi pasar menjadi ramai dan pendapatan pun meningkat," ujar Humas APPSINDO Kota Medan, Dedi Harvisyahari, Kamis (21/8/2019).

Saat ini, Dedi menyayangkan adanya isu-isu yang sengaja dikeluarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang sangat menginginkan dibongkarnya 75 kios di Pusat Pasar.

"Mereka harus memahami, bukan hanya menuduh dan menuding adanya 75 kios ini. Kita pun tahu siapa-siapa saja "pemainnya" yang memperkeruh suasana. Saya berharap hal ini jangan dijadikan politisi untuk mendeskriditkan PD Pasar dan Direksi. Apapun yang terjadi, PD Pasar telah melakukan langkah-langkah yang menguntungkan perusahaan," tambahnya.

Dedi menjelaskan bahwa lantai 3 Pusat Pasar dulunya merupakan tempat yang dipergunakan dan difungsikan oleh PD Pasar sebelumnya. Lokasi ini kerap dijadikan tempat menyabu, berzinah, tempat buang hajat dan lainnya.

"Selama ini, lantai 3 Pusat Pasar ini terbengkalai dan tidak dipergunakan oleh Direksi PD Pasar sebelumnya. Namun oleh keinginan pedagang dan diakomodir PD Pasar, aset Pemko Medan ini dapat diselamatkan.

"Dulu tempat ini tempat menyabu, berzinah, buang hajat dan lainnya. Lalu pedagang mencari solusi untuk menyelamatkan aset Pemko medan yang selama ini tidak dijaga Direksi PD Pasar sebelumnya. Lalu keinginan para pedagang  diakomodir oleh Direksi PD Pasar. Dan hal itu tetap melalui tahapan dan proses mekanisme. Terlebih lagi, pada saat RDP di DPRD Medan dijelaskan bahwa PD Pasar juga mendapat  legal opinion yang berarti tempat tersebut tidak menjadi permainan yang menguntungkan seseorang atau kelompok," tegasnya.

Dedi berharap Pemko Medan dan Badan Pengawas untuk mentaati rekomendasi Komisi 3 DPRD Medan. "Kita berharap Pemko Medan dan badan pengawas mentaati rekomendasi yang dikeluarkan Komisi 3 DPRD Kota Medan  yang sudah ditanda tangani Ketua DPRD Medan terkait tidak dibongkarnya 75 kios di Pusat Pasar,"  harapnya.

Adapun poin-poin rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komisi 3 DPRD Medan adalah tidak membongkar 75 kios yang ada di lantai 3 Pusat Pasar karena dianggap tidak ada aturan yang dilanggar, Komisi 3 melihat lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya, Komisi 3 menghimbau Badan Pengawas untuk merelokasi kios makanan dilantai 3 yang dianggap mengganggu, lebih ketat dan kreatif terkait penzoningan barang-barang dijual disetiap lantai dan PD Pasar diminta untuk segera memanfaatkan areal-areal kosong yang ada dilantai 3. (Rom)



MEDAN - Membandelnya jukir-jukir liar yang menggunakan badan jalan untuk meraup keuntungan pribadi membuat tim gabungan Dinas Perhubungan Kota Medan gerah. Tak tanggung-tanggung, kali ini tim gabungan melakukan tindakan tegas terhadap parkir liar dengan menggembosi dan menderek kendaraan yang membandel di Jalan Veteran tepatnya disamping RS Murni Teguh, Senin (19/8/2019).

Begitu juga dengan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan menggunakan badan jalan tidak luput dari tindakan tegas dari Tim Gabungan Dinas Perhubungan yang terdiri dari Satpol PP Kota Medan, Satlantas Polrestabes Medan, Sat Sabhara Polrestabes Medan, Polisi Militer Kita Medan dan Polisi Angkatan Laut.

Terlihat jukir liar berhamburan melarikan diri saat mengetahui adanya razia meninggalkan kendaraan konsumennya. Begitu juga dengan PKL yang membandel, sebagian tendanya dibongkar agar tidak lagi berjualan di sekitaran Jalan Veteran, Medan Timur.

"Kita menegaskan kepada masyarakat bahwa jalan itu ada untuk pejalan kaki dan pengguna kendaraan. Saat ini kita fokuskan untuk pejalan kaki yaitu trotoar. Trotoar itu untuk pejalan kaki bukan untuk parkir atau pedagang kaki lima," ujar Kabid Pengembangan Dan Pengendalian Keselamatan lalulintas, EB Sagala kepada wartawan.

Sagala juga menambahkan, pihaknya sudah berulangkali memberikan peringatan kepada para jukir liar dan pedagang kaki lima khususnya disamping RS Murni Teguh.

"Ini sudah kita ingatkan berulangkali, makanya kita melakukan tindakan kendaraanya kita gembosi dan kita amankan sesuai ketentuan. Kami akan siap memantau terus para parkir liar dan PKL yang ada di Jalan Veteran ini dan menegaskan kepada PKL untuk tidak berjualan lagi," tegasnya.

Dilokasi yang sama, salah seorang pengendara kendaraan sepeda motor berterima kasih atas tindakan tegas pihak Tim Gabungan.

"Setiap hari saya pulang dari sini selalu macet bang, di kiri, parkir kereta, di kanan tenda orang berjualan," ucapnya.

Dari hasil pantauan wartawan, terlihat pihak Tim Gabungan mengangkut 3 sepedamotor sebagai tindakan tegas dan efek jera bagi. (Tim)

KOTABARU - Bupati Kotabaru, Sayed Jafar memimpin upacara bendera Peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-74. Upacara dilaksanakan dihalaman Kantor Bupati, Sabtu (17/08/19).

Upacara peringatan HUT RI ke-74 dihadiri Bupati Kotabaru, Ketua DPRD Kotabaru, Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Forkopimda, Anggota DPRD Kotabaru, Sekda Kotabaru, Ketua TP PKK Kotabaru, Ketua Jalasenastri, Kepala SKPD, SKPD, Camat Pulau laut Utara, seluruh Kepala Desa, Pimpinan BUMD, BUMN, Basarnas Kotabaru, tokoh Ulama, Tokoh Agama, Para ASN, mahasiswa/i, siswa-siswi SD, SMP dan SMA, SMKN, dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Kotabaru, Sayed Jafar mengatakan para segenap generasi bangsa, agar dapat mengenang jasa para pahlawan kita dalam merebut kemerdekaan republik Indonesia.

Lalu, ia menyampaikan bahwa pahlawan adalah sosok penting dibalik kemerdekaan, karena telah mengorbankan jiwa dan raga serta segala yang dimilikinya demi memperjuangkan kemerdekaan, yang saat ini dinikmati oleh generasi penerus.

"Kita selaku generasi penerus, mari kita bersama-sama memaknai dan mengisi kemerdekaan ini, dengan peringatan hari kemerdekaan republik Indonesia," jelas Sayed.

Menurutnya, melalui pelaksanaan pembangunan seperti saat ini, merupakan satu diantara upaya dari generasi penerus untuk memaknai dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia 74 tahun silam.

Untuk melaksanakan kegiatan pembangunan, dibutuhkan sinergitas dari seluruh komponen masyarakat. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya diserahkan kepada satu pihak saja, seperti Pemerintah Daerah," tutup Sayed. (Zai)
Diberdayakan oleh Blogger.