PADANG – Untuk meningkatkan kedisiplinan prajurit terutama tertib berlalu lintas  dalam berkendaraan, satuan Yonif 133/YS mengadakan pengecekan kendaraan bermotor bertempat di Lapangan Parkir Yonif 133/YS, Senin (16/09/2019).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pasi Intel Yonif 133/YS Lettu Inf Sigab Gustaka Raharjo bersama Staf Intel Batalyon serta dibantu oleh Provost Batalyon. Adapun sasarannya adalah kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor meliputi SIM, STNK, BPKB serta melaksanakan pengecekan secara fisik meliputi helm, spion, lampu-lampu kendaraan, knalpot dan roda.

Kegiatan itu merupakan perintah dari Pangdam I/BB Mayjen TNI MS.Fadhilah melalui surat Nota Dinas Asintel Kasdam I/BB yang telah disampaikan ke satuan bawah.

Pada saat berlangsungnya pengecekan, apabila ditemukan kendaraan bermotor didapati tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan standar yang telah ditentukan, maka pemilik kendaraan diberikan hukuman di tempat dan didata serta segera memerintahkan untuk melengkapinya.

Sehingga dapat mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas, mewujudkan tertib berlalu lintas dan tertib berkendaraan di lingkungan prajurit Yonif 133/YS. (Rel/rom)



MEDAN - Seketika warga Jalan TB Simatupang dihebohkan dengan kecelakaan lalulintas didepan sekolah SD Negeri 060914 tak jauh dari Polsek Sunggal. Seorang warga yang mengendarai sepeda motor BK 3187 XY bersama cucunya terpental usai disambar truk BL 8484 EA, Senin (16/9/2019).

Menurut informasi, kecelakaan terjadi saat korban mengendarai sepeda motor Kharisma BK 3187 EA bersama cucunya hendak menyeberang, namun diduga karena tidak berhati-hati, ban depan korban menabrak ban truk belakang. Akibatnya, korban terpental hingga 3 meter. Beruntung warga yang mengetahui langsung membawa kedua korban ke RS Bina Kasih

Salah seorang warga, Imam mengatakan bahwa saat kejadian korban bersama cucunya mengendarai sepeda motor hendak menyeberang menuju ke arah simpang Sunggal. Tiba-tiba dari arah samping, pengendara truk melaju dengan kecepatan sedang sehingga ban sepeda motor korban langsung digilas truk.

"Bapak itu mau menyeberang bang, truk itu agak cepat menabrak ban belakang truk. Akibatnya korban dan cucunya terpental hingga 3 meter. Bapak itu kurasa patah kaki kanannya bang," ujarnya.

Imam menambahkan, korban merupakan warga sekitar. "Bapak itu tinggal di dalam Gang ini bang, namanya gak tahu, untung cucunya tadi sempat menyelamatkan diri setelah terjatuh," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Lantas Polsek Sunggal, Iptu Syahri Ramadhan langsung menurunkan personil ke lokasi kejadian.

"Personil kita luncurkan ke TKP, biar kita proses sesuai ketentuan," tegasnya.

Dari hasil pantauan wartawan, terlihat warga dan pengguna jalan bersama membawa korban ke RS Bina Kasih. (Rom)



MEDAN BARU - Puluhan massa yang diduga anggota Genk Motor mengamuk melempari pengunjung kedai kopi di Jalan Ayahanda, Medan Petisah dengan menggunakan batu. Selain itu, warga dan pengunjung warkop ketakutan dikarenakan para pelaku juga terlihat membawa-bawa senjata tajam, Minggu (15/9/2019).

Aksi brutal Genk Motor tersebut terekam CCTV. Terlihat aksi Genk Motor tersebut membuat para pengunjung warkop lari kocar-kacir. Akibatnya, salah seorang pengunjung wanita terluka akibat terkena lemparan batu. Usai melakukan penyerangan, para pelaku pun langsung melarikan diri.

Salah seorang pengunjung warkop mengatakan bahwa pelaku diketahui datang dengan mengendarai sepeda motor berjumlah lebih kurang 50 sepeda motor.

"Mereka itu datang dengan menggunakan sepeda motor lebih kurang 50 motor menggunakan sajam dan batu," ujarnya.

Dilokasi yang sama, Ivan menambahkan bahwa ia tidak mengetahui pasti aksi penyerangan oleh puluhan orang yang diduga anggota Genk Motor.

"Saya rasa, para Genk Motor itu mengejar orang kearah swalayan disamping, kemudian berlari kearah kami. Makanya kami langsung diserang. Para pelaku membawa-bawa samurai dan sajam lainnya," jelasnya.

Pemilik usaha, William menjelaskan bahwa akibat kejadian tersebut, stelling, kursi, meja, Hp dan teman-temannya terluka akibat penyerangan tersebut.

"Steling, kursi, meja rusak, teman-teman kami juga banyak yang terluka akibat penyerangan itu. Saya sudah melaporkan hal ini ke Polsek Medan Baru," terangnya mengakhiri.

Namun sayang, saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Hermindo Tobing tidak membalas konfirmasi wartawan. (Rom/Yog). 



MEDAN - Penertiban sejumlah bangunan liar yang dilakukan Satpol PP di sekitar gedung tua Warenhuis Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat berlangsung ricuh. Tidak tanggung-tanggung, untuk menghalangi petugas para pemilik bangunan nekat menyiram petugas dengan air kencing, Jumat (13/9/2019).

Kericuhan bermula saat petugas Satpol PP Kota Medan mengerahkan alat berat untuk merobohkan bangunan tersebut. Melihat hal tersebut, para pemilik rumah langsung melakukan perlawanan hingga akhirnya sempat terjadi baku hantam. Namun, dikarenakan para pemilik rumah terus melakukan perlawanan, petugas terpaksa memaksa mengeluarkan barang milik pemilik rumah. Akibat kejadian tersebut, seorang petugas Satpol PP mengalami luka.

Menurut salah seorang pemilik bangunan, Misniawati mengatakan bahwa ia dan keluarganya telah puluhan tahun menempati rumahnya.

"Sudah 3 generasi kami menempati rumah itu, kami hanya meminta pemerintah untuk memberikan lokasi baru sebagai ganti rugi atas bangunan kami," katanya.

Dilokasi yang sama, Kasatpol PP, M Sofyan mengatakan bahwa pihak Pemko Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang  (DPKPPR) telah memberikan surat peringatan sebanyak 3 kali kepada pemilik bangunan.

"Rencananya kawasan gedung tua yang menjadi lokasi sejarah ini akan dipergunakan sebagai lokasi wisata budaya," jelasnya mengakhiri. (Yog/rom)

MEDAN - Bendi (40) warga Jalan Karantina, Medan Timur dan Rusdiana (39) warga Jalan Kotamatsum, Medan Area terpaksa mendekam di sel Polsek Medan area. Pasalnya pasangan selingkuh ini kepergok menghisap sabu didalam kamar di Jalan Karakatau Gang Mandor, Medan Timur, Selasa (12/9/2019).

Menurut informasi, penangkapan pasangan selingkuh ini bermula dari informasi masyarakat yang resah dengan aktifitas peredaran sabu di wilayah tersebut. Petugas yang mendapat informasi langsung melakukan penyidikan. Dari lokasi, petugas berhasil mengamankan pasangan tersebut saat sedang menyedot sabu dilantai dalam kamar. Kemudian tersangka pun diboyong ke Mako Polsek Medan Area untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu ALP Tambunan membenarkan adanya penangkapan tersebut.

"Keduanya merupakan pasangan selingkuh, dan penangkapan berkat informasi dari masyarakat yang mengetahui adanya penjualanan narkoba jenis sabu," ujarnya.

Tambunan menjelaskan, dari hasil pengembangan informasi masyarakat, pelaku (Bendi) merupakan pengedar sabu yang kerap meresahkan warga.

"Pada saat digrebek, tersangka sedang duduk dilantai di dalam kamar bersama seorang wanita sambil mengisap sabu-sabu. Selanjutnya, saat digeledah ditemukan sabu-sabu di dalam dompet sebanyak 3 bungkus sabu-sabu seberat 38,4 gram.  Setelah diinterogasi, tersangka mengakui narkoba tersebut miliknya," jelasnya mengakhiri.

Dari hasil penangkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti 3 bungkus plastik klip berisi sabu-sabu seberat 38,4 gram, 1 alat hisap sabu, uang Rp 160 Ribu, 1 unit timbangan elektrik, 2 mancis, 1 buah jarum dan 1 sendok plastik. (Rom)



MEDAN - Seratusan massa yang menamakan diri Lingkar Millenial Peduli Demokrasi (LMPD) melakukan aksi damai mendukung DPR-RI merevisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (11/9/2019).

"Kami dari Lingkar Millenial Peduli Demokrasi, meminta DPR-RI untuk segera merevisi UU KPK terlebih lagi persoalan proses penyadapan yang bentuknya illegal. Sesuai yang diatur UU 19/2016 tentang ITE dan Pasal 40 UU Telekomunikasi yang diperkuat pasal 56 UU Telekomunikasi dengan ancaman 15 tahun penjara ujar orator, Wira Syahputra.

Wira menambahkan bahwa langkah DPR-RI merevisi UU KPK adalah langkah solutif untuk memberikan jaminan kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Selain itu, terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK adalah tindakan yang belum sempurna sehingga menimbulkan perdebatan. Beberapa kali KPK digugat diperadilan, ada beberapa tersangka koruptor lepas. Makanya kami dari LMPD memberikan masukan perlu adanya lembaga pengawas KPK," tegasnya.

Lalu Wira menerangkan, saat ini banyak kinerja KPK yang menyalahgunakan wewenang jabatan sehingga terjadi korupsi.

"Kami mendukung penuh revisi UU KPK dengan harapan kinerja KPK menjadi baik kedepannya. Disini kami bukan melemahkan KPK, atau membatasi KPK. Tetapi adanya pengawasan lembaga, mampu memberikan efek yang baik bagi kinerja KPK kedepannya sehingga langkah-langkah yang dibuatnya sangat konstitusional dan tidak ada muatan politisi," jelasnya.

Selain itu, ia juga berharap untuk pemilihan calon Pimpinan KPK, tidak ada Capim KPK yang track recordnya pernah bermasalah di hukum.

"Dan juga kami meminta pimpinan KPK tidak ada track record kriminal. Sehingga betul-betul lembaga ini independen," jelasnya mengakhiri.

Dari hasil pantauan wartawan, terlihat Seratusan massa yang menamakan diri Lingkar Millenial Peduli Demokrasi menyatakan sikap mendukung DPR-RI secepatnya merevisi UU KPK, memandang perlu adanya lembaga pengawas KPK dan meminta DPR-RI untuk melakukan pemilihan ulang pimpinan KPK.  Aksi damai tersebut diakhiri dengan pemberian bunga kepada pengendara kendaraan di Jalan. (Rom)



MEDAN - Carut marutnya permasalahan Pasar Timah yang tak kunjung selesai selama 5 tahun oleh Direksi PD Pasar sebelumnya, akhirnya terselesaikan dengan baik oleh Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya. Hal ini terlihat dari kesepakatan kedua belah pihak antara pedagang dan PD Pasar untuk merevitalisasi Pasar Timah.

"Alhamdulillah, hari ini kita sudah dapat kesepakatan dengan ditanda tanganinya kesepakatan bahwa hari ini kita bongkar, kita relokasi pedagang Pasar Timah dengan baik-baik. Namun tadi minta tunda hingga usai berjualan hingga pukuk 12.00 WIB. Kita akan pindahkan ketempat penampungan sementara yang sudah  disiapkan," ujar Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya, Selasa (10/9/2019).

Rusdi menjelaskan bahwa dengan ditandatangani kesepakatan ini, ia berharap kondisi Pasar Timah dapat berjalan baik sesuai dengan rencana.

"Saya harap pasar timah dapat berjalan dengan baik sesuai dengan rencana. Dan saya jaminkan, bahwa seluruh 332 pedagang 226 kios dan 106 stand wajib mendapat haknya. Nanti harga untuk sementara ditentukan oleh Pemko Medan dengan harga standard dari Pemko bukan dari developer, jadi Pedagang jangan khawatir," jelasnya.

Kemudian, Rusdi menjelaskan penertiban ataupun relokasi akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan tempatnya. "Secara legal standingnya sudah cukup. Dan sesuai perhitungan pengembang, Pasar Timah akan selesai dalam 6 bulan. Dan untuk relokasi pedagang kita beri tempo dalam waktu 14 hari, terhitung sejak hari ini," terangnya.

Dilokasi yang sama, Kuasa Hukum Pedagang, Asril Siregar mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Dirut PD Pasar, Drs Rusdi Sinuraya, yang dapat menjamin hak dan kepentingan pedagang.

"Kita sudah sampai pada titik temu dari ini. Penolakan ini sudah bertahun-tahun. Pedagang mana yang tidak senang pasarnya dibuat bagus. Hanya saja pada waktu sebelum-belumnya, tidak pernah ada kesepakatan dari PD Pasar yang menjamin hak dan kepentingan pedagang seperti yang disampikan pak Dirut. Selama ini hanya omongan saja, lisan jadi tidak ada tertulis," bebernya.

Ia berharap, para pedagang nantinya akan dapat berjualan dengan aman dan nyaman tanpa adanya penggusuran. "Kita harap agar setiap pedagang nantinya pindah ke relokasi, tidak akan takut diusir lagi oleh PT KAI. Jadi nanti selesai pembangunan, pedagang dapat lngsung pindah ke bangunan baru," harapnya mengakhiri. (Rom)
Diberdayakan oleh Blogger.