MEDAN - Syamsul Bahri Nasution (58) salah satu nelayan jalan Young Panah Hijau Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan menolak adanya upaya-upaya untuk melakukan gerakan "People Power" untuk menolak hasil pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Syamsul Bahri Nasution mengatakan "kami sebagai nelayan menolak gerakan people power dimanapun itu " Katanya, Sabtu (18/05/2019).

Syamsul menegaskan dirinya sangat mendukung TNI-Polri untuk menindak tegas pihak-pihak yang akan memecah belah NKRI dengan cara melakukan "People Power" tersebut " Tegasnya.

Lanjut Syamsul, Bagi penegak hukum kami mendukung untuk memberikan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang ingin memecah warga bangsa " Ucapnya.

Meskipun demikian Syamsul juga tetap mengimbau masyarakat agar tidak mengikuti atau terprovokasi oleh ajakan untuk mengikuti people power karena akan menimbulkan perpecahan.

Ia mengimbau agar masyarakat dapat menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan menerima dengan lapang dada keputusan yang akan diumumkan KPU mendatang terkait hasil Pemilu 2019.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada TNI-Polri karena telah mengamankan dan mengawal jalannya Pemilu 2019 di Medan.

" Mari kita sama-sama tunggu hasil resmi KPU dan kita tidak boleh melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang dan melanggar konstitusi " Tambahnya. (Git)

BELAWAN - Sebagian Tokoh Pemuda Medan Belawan menolak adanya gerakan People Power karena dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Alex minoto Simamora Ketua Ampi Kecamatan Belawan menilai pemilu serentak yang digelar pada 17 April lalu sudah berjalan dengan lancar. Dia mengimbau masyarakat menunggu hasil yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang.

"Para penyelenggara Pemilu di Sumatera Utara khususnya Medan Belawan, sudah bekerja dengan baik sehingga proses pemilihan dan penghitungan berjalan secara aman, damai, dan lancar," ucap Alex sabtu (18/05/2019).

Alex juga mengimbau masyarakat dan peserta Pemilu menempuh jalur hukum yang dibenarkan jika mendapati kekurangan dalam penyelenggaraan Pemilu. Dia meminta masyarakat tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

"Tidak dibenarkan dalam agama kita itu untuk mencapai sesuatu yang baik dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik. Tapi lakukanlah sesuatu itu dengan cara yang baik," ungkapnya

Ia mengingatkan masyarakat tidak melakukan hal-hal tidak terpuji, terlebih di bulan Ramadhan.

Ketua Ampi ini juga meminta tokoh masyarakat di Kecamatan Lain ataupun di Indonesia menyampaikan petuah-petuah yang bisa menyejukkan dan mendamaikan warga. ia berharap jangan karena ada sesuatu hal yang dianggap tidak tepat kemudian membuat rusak masyarakat (Git)

MEDAN - Puteri Indonesia Sumatera Utara 2019 dr Anoushka Bhuller menyarankan pecandu
Narkoba yang sudah keluar dari direhabilitasi harus dilakulan pembinaan.

Hal tersebut diungkapkan saat berkunjung ke kantor Harian Analisa Jalan Jenderal A Yani Medan, Kamis (16/5/2019). Kunjungan tersebut diterima langsung Pemimpin Harian Analisa Supandi Kusuma.

"Dalam pertemuan penuh kekeluargaan ini saya ingin menyampaikan program saya  sebagai putri Indonesia Sumut. Salah satunya adalah pendampingan bagi pencandu narkoba setelah keluar dari rehabilitasi,"imbuhnya.

Menurut Sasa yang juga salah seorang dokter alumni university of Sydney ini, mantan pengguna narkoba yg sudah di rehabilitasi masih butuh pendampingan agar tidak lagi terjerumus dalam menggunakan obat obat terlarang. Mereka perlu pemulihan hingga benar benar mengenali jati dirinya kembali," tuturnya.

"Saya bercita-cita ingin membangun yayasan yang mampu memberikan pendampingan bagi mantan pecandu narkoba hingga mampu hidup mandiri dan tidak lagi ketergantungan dengan narkoba," ujar finalis Putri Indonesia 2019 ini.

Dikatakan  Sasa, setiap orang memiliki prestasi luar biasa. Dan potensi ini juga ada pada para mantan pecandu narkoba.Oleh karenanya potensi yang dimilikinya harus digali sehingga mampu menjadikan seseorang itu mandiri dan mendapatkan jadi dirinya kembali.

Bagi gadis kelahiran 23 April 1995 ini mendapat kesempatan untuk membantu orang yang membutuhkannya akan mendatangkan kebahagiaan yang tak ternilai. "Kebahagiaan itu bukan karena banyak harta tetapi banyak menolong orang lain akan mendatangkan kebahagiaan yang hakiki. Kita adalah hamba Tuhan yang diberkati untuk memberkati," ujarnya.

Lebih lanjut Sasa mengakui motivasinya memilih mengikuti ajang Putri Indonesia bukan karena ingin menjadi selebrian tetapi ingin memperoleh kesempatan menjalankan advokasin yaitu Indonesia bebas kemiskinan. "Saya sudah aktif di bidang sosial sejak kuliah Sydney. Semoga misi saya ini  dalam menangani pecandu narkoba menjadi bekal untuk membuktikan diri dan mengabdi  pada Nusa dan Bangsa," harapnya.

"Saya mohon bantuan semua pihak termasuk Bapak Supandi Kusuma untuk menjalankan misi sosial ini"ujar wanita pecinta kopi ini.

Pemimpin ini Harian Analisa Supandi Kusuma memberikan inspirasi dan motivasi kepada Sasa yang menganggap  diusianya yang masih muda mempunyai cita cita yang luhur."Teruslah berkarir dan capailah cita-cita mu jangan mudah putus asa dan kerja keras adalah kunci kesuksesan"ujar Supandi Kusuma. (Rom)

MEDAN - Puteri Indonesia Sumut 2019 yang juga Duta Anti Narkoba Sumut, dr. Annoushka Bhuller menghadiri acara sosialisasi pengenalan Rumah Damping bagi keluarga pecandu Narkoba yang dilaksanakan oleh BNN Provinsi Sumatera Utara di Hotel Cambridge, Kamis (16/5/2019).

Rumah dampingan adalah fasilitas yang di sediakan oleh BNN sebagai suatu program kelanjutan dari Direktorat Pasca Rehabilitasi untuk mantan penyalahguna narkoba yang sudah menjalani rehabilitasi primer.

Rumah Dampingan yang berada di Jalan Raya Pantai Labu Dusun Budiman No. 385 Beringin, Deli Serdang ini memiliki beberapa program seperti  pemulihan mantan penyalahguna narkoba agar tidak kambuh kembali (relaps).

Rumah Dampingan dibangun dengan tujuan untuk membawa mereka hingga titik total abstinen (berhenti total menggunakan Narkoba) dan menurunkan angka kekambuhan yang biasa dialami mantan pecandu. Disini, Direktorat Pasca Rehabilitasi BNN membuat program keterampilan (vokasional) bagi mantan pecandu yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang baru bagi mereka agar bisa kembali produktif.

Selain itu, program ini juga dapan menjadikan mereka lebih mandiri dan siap mereka kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Tidak hanya itu, di sini mantan penyalahguna narkoba juga di ajari cara bersosialisasi langsung kemasyarakat dan belajar bagaimana menghadapi pressure-pressure (tekanan–tekanan) ketika berada di luar lingkungan Rumah Damping.

Setiap harinya, para mantan pecandu yang menjalankan program di Rumah Dampingan melakukan Group Discusion yang bertujuan agar para mantan penyalahguna dapat saling bertukar fikiran satu sama lainnya. Group Discussion ini sangat berguna untuk mengembalikan rasa percaya diri mereka dan menghilangkan rasa kegelisahan yang biasa dialami oleh mereka.

Selain Group Discusion, para mantan penyalahguna narkoba juga di berikan ilmu pengetahuan melalui kegiatan kegiatan seminar yang disajikan oleh konselor, dokter dan psikolog.

Melalui rumah dampingan ini, para mantan pecandu dapat belajar bagaimana cara bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Disini mereka belajar untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Rumah Dampingan agar selalu terlihat kondusif. Konsep untuk tetap menjalin kekeluargaan yang erat dan harmonis diantara para mantan penyalahguna narkoba, selalu di lakukan di Rumah Dampingan ini. Karena bagi para mantan penyalahguna narkoba, Rumah Dampingan merupakan Rumah kedua yang bisa menerima mereka ketika Rumah pertama mereka (keluarga) tidak mau atau belum siap menerima mereka kembali karena adanya stigma negative.

Dari hasil pantauan wartawan, terlihat para mantan pecandu narkoba sangat antusias mengikuti paparan dari BNN Provsu dan terus termotivasi semangat yang disampaikan oleh Duta Anti Narkoba Sumut 2019. (Rom)

MEDAN - Putri Indonesia Sumut 2019 dr Anoushka Bhuller bMedSc MH mengajak kaum milenial menghindari cantik 'palsu'. Cantik 'palsu' adalah orang-orang yang mengambil jalan pintas dalam memoles penampilan hanya untuk kepentingan sesaat.

"Kalau mau cantik, bangunlah dari diri sendiri. Dari dalam atau yang dikenal dengan sebutan inner beauty, kecantikan sejati," ujarnya di depan kelompok muda di Kompleks Yayasan Rumah Sakit Umum 'Sembiring' Delitua - Deliserdang, Senin (13/5/2019).

Perempuan peraih beasiswa di sejumlah universitas di Singapura dan Australia itu menjadi narasumber dalam kuliah umum yang diikuti mahasiswa Institut Kesehatan Deli Husada Delitua dan Institut Kesehatan Deli Husada Lubukpakam. Bersamaan itu, Duta Anti-Narkoba itu pun mengedukasi publik milenial dalam menggunakan kosmetik.

Perempuan yang disapa Sasa itu mengurai, menempa kecantikan untuk mendapatkan inner beauty dimulai dari diri sendiri, harus positive thinking dalam kehidupan sehari-hari. Melangkah ke hal perawatan, lanjutnya, tubuh perlu asupan sehat dalam pola hidup sehat. "Istirahat yang cukup, berolahraga teratur, mengonsumsi makanan sehat, selalu mengonsumsi air putih apalagi di saat musim panas yang ditandai anomali cuaca," jelasnya.

Sasa mengatakan, dalam kehidupan pribadi, khususnya kaum perempuan, kecantikan menjadi prioritas penampilan. "Untuk polesan tubuh, terutama wajah, harus memerhatikan dan mencocokan dengan sifat kulit. Kalau saya, makan buah dan sayur kaya serat dalam porsi lebih banyak diikuti makanan berkarbohidrat rendah," ujarnya.

Ketika belum masuk dalam dunia keratuan, Sasa pernah memiliki bobot tubuh 100 Kg. Disebabkan ingin mendapat berat yang proporsional, ia menurunkan sampai 30 Kg dalam tempo tidak sampai 4 bulan. "Bisa. Prinsipnya, I Can Do It, I Can Do It! Dan berhasil," jelasnya.

Tentang perkembangan dunia kosmetik, Sasa mewanti-wanti agar milenial mewaspadai bahan kecantikan. "Harus... harus hindari produk kecantikan mengandung mercuri. Konsultasi pada dokter kecantikan agar produk make-up sesuai dengan kulit," arahnya. (Rom/net)

BELAWAN - Untuk menjaga keamanan tetap kondusif pasca larinya tahanan dari Lapas Narkoba Langkat, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH, MH, Melakukan Kordinasi dengan Rutan Labuhan Deli.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres melakukan pertemuan dan kordinasi dengan Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Labuhan Deli Erwin Siregar, SH.

" Saya menghimbau agar pengamanan ditingkatkan dan dilakukan razia terhadap barang-barang berbahaya milik tahanan" ucap orang nomor satu di Polres Pelabuhan Belawan jumat (17/05/2019)

Lanjutnya, Kapolres menyampaikan siap menempatkan personil untuk membantu pengamanan di rutan labuhan deli apabila diperlukan
Polsek Medan Labuhan akan meningkatkan patroli ke Rutan Labuhan Deli (Git)


MARELAN - Ketua PAC PP Marelan sekaligus Tokoh masyarakat Marelan mengimbau kepada masyarakat untuk menunggu hasil Pemilu 2019 berdasarkan keputusan KPU tanggal 22 Mei mendatang. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan suasana damai dan kondusif.

Ketua PAC Kecamatan Medan Marelan Surya Indra Buana mengatakan lebih bijak menyerahkan hasil dan keputusan Pemilu 2019 kepada KPU sebagai penyelenggara. Dia menegaskan, persatuan dan persaudaraan umat adalah hal krusial yang harus tetap terjaga," Bahwasannya Pemilu telah selesai dengan aman, damai dan tentram " Katanya, Jumat (17/05/2019).

Maraknya ajakan gerakan people power, Mendorong dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kecamatan Medan Marelan untuk tetap menjaga situasi dan kondusifitas keamanan dan ketertiban saat ini terlebih saat ini adalah bulan Ramadhan yang penuh barokah.

"Mari kita bersama-sama dan percayakan semuanya kepada penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU, Dan apabila terdapat akan kecurangan-kecurangan semuanya bisa dilakukan melalui jalur hukum " Tegasnya.

Menurutnya ajakan melakukan gerakan people power yang belakangan berubah istilahnya menjadi gerakan kedaulatan rakyat kurang tepat dan hanya merusak persatuan dan kesatuan umat," Mari kita dukung penuh kinerja KPU dan kita bersama-sama menunggu hasilnya nanti pada tanggal 22 Mei mendatang dan kita semua harus menerima apapun hasilnya nanti yang diputuskan KPU " Ungkapnya. (Git)).
Diberdayakan oleh Blogger.