MEDAN - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Italia, Betty dirampok di Jalan Candi Biara, Medan Petisah. Akibatnya, 1 Unit Handphone milik korban dibawa kabur para pelaku. Kejadian serupa juga sebelumnya terjadi di Jalan Cipto, Medan Petisah. Satu keluarga asal Perancis, Robert (50) menjadi korban jambret saat bersama istri dan kedua anaknya saat berkeliling Kota Medan dengan menggunakan becak motor, Rabu (10/7/2019) lalu.

Menurut informasi, korban diketahui menginap di Hotel Adi Mulia berjalan-jalan di sekitar Hotel. Namun, saat pulang korban menggunakan google maps di Handphone. Saat itulah korban dipepet para pelaku. Akibatnya, 1 Unit Hp Samsung S7 miliknya dibawa kabur. Korban sempat minta tolong dan mengejar pelaku. Namun pelaku keburu kabur. Korban pun ditemani security Hotel melaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan.
WNA Perancis korban jambret (Robert dan Keluarga)

Ketika dikonfirmasi, melalui telepon selulernya (WA), Kompol Martuasah Tobing mengatakan bahwa laporan pengaduan korban di Polrestabes Medan.

"Masih proses, kan LP-nya di Polrestabes Medan. Kita kerjasama," ujarnya singkat.

Dilokasi terpisah, praktisi hukum, Dedi Suheri, SH mengatakan bahwa maraknya penjambretan dan begal di Kota Medan hendaknya menjadi perhatian serius bagi pihak Kepolisian.

"Jelas ini menunjukkan lalainya pihak penegak hukum dalam menjaga keamanan dan kenyamanan, sehingga ruang gerak begal, jambret dan rampok sangat leluasa. Kita berharap pihak kepolisian semakin rutin mengadakan razia dan patroli diwilayah-wilayah yang rawan penjambretan, begal dan rampok, agar terciptanya suasana aman dan nyaman dan tidak membuat turis lokal maupun Internasional merasa tidak nyaman berkunjung ke kota medan," harapnya mengakhiri. (Rom)


KALTARA - Jenderal Polisi Tito Karnavian bersama rombongan meresmikan Gedung Mapolda Kaltara, Gedung SPN Polda Kaltara dan Rumah Sakit Bhayangkara Kaltara, Kamis (18/72019).

Kapolri tiba di Lapangan Mapolda Kalimantan Utara dengan menggunakan Helikopter Dauphin Polri. Sebelum memasuki tempat acara, Kapolri disambut dengan tarian adat dayak. Selain itu Kapolri juga menerima Penganugerahan Gelar Adat Dayak.

Nama Yang diberikan yaitu *Uyau Abeng Lihan Padan* yang berarti Seorang Panglima yang Gagah Berani/ Seorang Pahlawan dan Sekaligus Pemimpin Besar Masyarakat.

Gelar Adat diberikan oleh Lembaga Adat Dayak Kaltara berdasarkan Rapat Adat dan dibuat Surat Keputusan. Saat dibacakan surat keputusan Kapolri dipasangkan pakaian dan kelengkapan adat dayak.

Setelah menerima penganugerahan gelar adat kemudian kapolri memasuki gedung utama mapolda kaltara untuk transit sejenak di ruang kerja Kapolda Kaltara.
Acara yang dilaksanakan di Aula Command Center Mapolda Kaltara dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan Doa.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Drs. Indrajit, S.H., Dalam sambutannya Kapolda Kaltara menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bapak Kapolri di Kalimantan Utara. Kapolda Kaltara juga menyampaikan beberapa progres pembangunan di wilayah Hukum Polda Kaltara serta bantuan hibah dari Pemprov Kaltara maupun pemkab dan pemkot di wilayah Kalimantan Utara.

Sementara itu Dalam sambutannya, Kapolri sangat berterima kasih kepada masyarakat Kaltara, Pemda, Pemprov hingga pihak swasta atas kontribusi yang tak ternilai dalam pembangunan Polda Kaltara.

Kapolri menyebutkan, adanya Polda Kaltara sekaligus markasnya juga merupakan bentuk perhatian pemerintah atas keamanan warganya yang juga sangat didukung masyarakat Kaltara dan pihak-pihak lainnya.

“Pertama kali saya meninjau gedung ini, ada rasa kekhawatiran apakah Polda dapat berdiri dengan melihat kondisi yang ada saat itu, namun gubernur meyakinkan saya, gedung yang semulanya itu aset Pemkab Bulungan akan dirapikan,” jelas Kapolri.

Ia melanjutkan rasa kekhawatirannya tersebut lantaran berkaitan dengan anggaran untuk pembangunan markas, namun kata dia, berkat sinergi Pemprov dan Kabupaten/kota, khususnya Bulungan, aset yang sebelumnya diperuntukkan bagi DPRD Bulungan tersebut pun dihibahkan oleh Pemkab Bulungan, dan perlahan dibangun dan direnovasi dengan bantuan seluruh pihak yang ada.

“Setelah terbentuknya Polda Kaltara, memang personel sempat menumpang di Polres Bulungan dan perlahan pindah ke Mapolda ini setelah banyaknya kontribusi yang diberikan baik itu melalui CSR, pemerintah dan masyarakat, sehingga hari ini bisa diresmikan,” jelas dia.

Kapolri menjelaskan, pembangunan Mapolda Kaltara bukan pemberian dari pusat. Semua berasal dari masyarakat, Pemda dan Pemprov serta swasta atau bisa disebut urunan. Sehingga kata dia, itu bedanya Polda ini dengan Polda lainnya.

“Sejarah ini tidak boleh hilang, untuk itu saya juga perintahkan jajaran polda untuk dapat membuat prasasti untuk dipasang di depan Polda, sehingga generasi ini dan berikutnya bisa malu hati dan tidak pantas untuk menyombongkan diri kepada masyarakat,” tegas dia.
Untuk itu Kapolri juga berharap agar fasilitas yang ada tersebut benar-benar menjadi unsur yang kuat dalam memberikan keamanan di Kaltara. Kemanan di Kaltara kedepannya agar bisa lebih baik lagi.

“Tujuan utamanya adalah berkaitan dengan keamanan yang lebih baik dan mempermudah pelayanan, tidak bergantung dengan Kaltim lagi, baik itu urusan ke Balikpapan maupun ke Samarinda,” katanya.

Kapolri juga mengimbau agar masyarakat Kaltara tetap menjaga situasi Kamtibmas untuk terus kondusif, sebagai modal untuk mengembangkan daerah, dengan demikian investor bisa tertarik berinvestasi di daerah.

“Apabila terjadi konflik, tidak akan ada yang mau investasi di daerah, untuk itu daerah harus aman dulu, tentunya itu peran serta masyarakat Kaltara untuk terus menjaga kondusifitas,” pungkas Kapolri.

Dalam kunjungan kerjanya di Kaltara kali ini, Kapolri meresmikan Mapolda Kaltara, SPN dan RS Bhayangkara dengan menandatangani prasasti peresmian. Selain itu Kapolri juga memberikan penghargaan kepada Kepala Daerah yang telah berpartisipasi mendukung pembangunan Polda Kaltara.

Penghargaan diberikan kepada Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Bupati Bulungan Sudjati, Bupati Nunukan Asmin Laura, Bupati Tana Tidung Undunsyah, Bupati Malinau Yansen T.P dan Wali Kota Tarakan Khairul.

Dalam peresmian Mapolda Kaltara bapak Kapolri didampingi Karopenmas BJP Dedi Prasetyo, Karo Provos BJP Hendro Pandowo dan Koorspripim Polri KBP Ferdy Sambo. (Rel/rom)


Sarina korban penganiayaan
HELVETIA - Malang benar nasib Sarina Siregar (41) warga Jalan Klambir 5 Perumahan Anisalala, Tg Gusta. Pasalnya ia menjadi korban penganiayaan beramai-ramai oleh anak tirinya. Akibatnya, seluruh tubuhnya babak belur membiru akibat ditunjang dan dipukuli para pelaku, Selasa (18/6/2019) lalu. Namun sayang, hingga kini pelaku tidak juga ketangkap. Adapun identitas para pelaku adalah AP, YY, YK, YN, VR dan HR (menantu).

"Pelakunya itu ada 13 orang, tapi 6 orang yang memukuli, menunjang, menjambak dan menyeret saya keluar dari rumah. Namun hingga sekarang pelaku belum juga ditangkap petugas Polsek Medan Helvetia," ujar Sarina Siregar sambil menunjukkan surat laporan pengaduannya dengan Nomor STTLP/423/VI/2019/SU/POLRESTABES MEDAN/Sek Medan Helvetia, Kamis (18/7/2019).
Luka lebam diseluruh tubuh akibat penganiayaan
Sarina menjelaskan bahwa saat aksi penyerangan itu, para pelaku juga merampok seluruh harta bendanya termasuk 1 unit Mobil, 1 Unit sepeda motor, uang Rp 50 Juta dan barang lainnya.

"Setelah saya dipukuli dan ditunjang mereka, saya diseret keluar rumah. Lalu seluruh isi lemari saya, termasuk baju dan celana saya diambil para pelaku. Lalu, mobil, sepeda motor dan uang Rp 50 Juta tabungan kami juga diambil. Tapi pihak Polsek tidak juga menangkap para pelaku," jelasnya.
Kondisi rumah yang dirusak para pelaku
Anehnya lagi, saat ini mobil dan sepeda motor milik korban telah berada di Polsek Medan Helvetia tanpa adanya para pelaku. "Kemarin katanya mobil dan kereta saya berhasil dibawa ke Mako Polsek Medan Helvetia, tapi mengapa para pelaku itu tidak ditangkap?," kesal Rina.

Rina menjelaskan bahwa ia dan suaminya telah menikah 14 tahun lalu di Perumnas Mandala. Saat itu, pernikahannya juga dihadiri oleh keluarga besar para pelaku.

"Saat penyerangan, para pelaku meminta surat nikah saya, saya jadi heran, mengapa sudah 14 tahun saya menikah baru meminta. Padahal mereka tahu menikah itu pesta, dihadiri keluarga besar mereka lagi. Sekarang ini Bapaknya lagi sakit stroke, mungkin karena itu mereka berani menyerang saya," jelasnya.

Lebih lanjut, Sarina menerangkan bahwa saat ini ia harus berjuang untuk mencari biaya sehari-hari dikarenakan suaminya tidak lagi dapat bekerja.

"Kalo cuma mengharapkan sisa gaji suami saya gak akan bisa makan kami. Setiap bulan sisa gaji suami saya hanya tinggal Rp 1,3 Juta. Bagaimana kami bisa bertahan hidup. Jadi selama beberapa tahun ini saya kerja banting tulang hingga seperti ini," bebernya sambil meneteskan air mata.

Sarina berharap pihak Polsek Medan Helvetia untuk segera menangkap para pelaku yang berjumlah 6 orang.

"Saya harap pihak Polsek Helvetia cepat melakukan penegakan hukum, menangkap para pelaku. Saat ini saya merasa jiwa saya terancam  dan tidak mendapat kepastian hukum," harapnya.

Dilokasi terpisah, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Pardamean Hutahean mengatakan pihaknya telah menindak lanjuti laporan tersebut dengan mengirimkan surat panggilan terhadap para pelaku.

"Sudah kita tindak lanjuti, sudah kita kirim surat panggilan terhadap yang diduga pelakunya," jelasnya singkat. (Rom)



MEDAN - Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Diteskrimsus) Polda Sumut menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut di Jalan Pancing Medan, Kamis (18/7/2019).

Penggeledahan dilakukan terkait dugaan korupsi proyek renovasi Lintasan Sirkuit Tartan Atletik PPLP Provinsi Sumut tahun anggaran 2017 dengan pagu anggaran Rp 4,797 miliar yang menyebabkan kerugian negara hingga sebesar Rp 1,537 miliar.

Tipikor Polda Sumut yang dipimpin Kanit IV, Kompol Hartono itu tiba pukul 09.30 WIB. Tampak Sekretraris Dispora Sumut, Rudi Rinaldi, turut mendampingi Tipikor.

Penggeledahan pertama di ruangan Kabid Sarana dan Prasarana Disporasu, Sujamrat. Sebagaimana diketahui, Sujamrat sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Sumut.

Kemudian penggeledahan berlanjut ke ruang Kadispora Sumut, Baharuddin Siagian. Baharuddin tidak berada di lokasi. Diketahui Baharuddin sedang bertugas ke luar kota.

Belum diketahui apa hasil penggeledahan. Sejauh ini Tipikor Poldasu belum memberikan keterangan. Namun para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dispora Sumut tampak terkejut dengan penggeledahan itu. (Rom/Yo) 

LABUSEL - Kejuaraan Futsal Kajari Cup I dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa Ke - 59 yang di ikuti 34 tim futsal yang ada di Kabupaten Labuhanbatu selatan akhirnya ditutup. Kejuaraan yang dimulai sejak 3 hari lalu dimenangkan oleh Tim Futsal Polsek Torgamba usai final mengalahkan Tim B Kejaksaan Labuhanbatu Selatan.

Penutupan turnament futsal Kajari Cup I ini resmi di tutup oleh Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan.

Dalam sambutannya, Kajari Labuhanbatu Selatan, Joko Wibisono menyampaikan kegiatan ini ke depannya akan menjadi rutinitas per-triwulan untuk mencari bibit -bibit muda di sektor olahraga futsal.

"Tujuan di laksanakanya event ini menjalin silaturahmi sesama instansi pemerintahan, swasta dan lainya untuk membangun Labuhanbatu Selatan maju selangkah lebih maju dari Kabupaten Kota lainya di Provinsi Sumatera Utara," ujarnya.

Ketua panitia, Arga Hutagalung  mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukunganya hingga terselenggaranya semua kegiatan pada peringatan Hari Bhakti  Adhyaksa Ke-59.

"Terima kasih atas semua partisipasi dari seluruh instansi yang mengikuti kegiatan ini," ucapnya.

Dari pantauan wartawan, Tim Puskesmas Bunut Kecamatan Torgamba meraih juara III, Juara Harapan I diraih, Tim A Kejaksaan  Labuhanbatu Selatan, Iwan Pasaribu dari Tim A kejaksaan Labuhanbatu selatan dengan perolehan 10 Gol menjadi pemain terbaik.

Para juara mendapatkan dana pembinaan dan juga Tropy. Juara 1 mendapatkan dana pembinaan Rp 3 Juta, Juara 2 mendapatkan dana pembinaan Rp 2 Juta dan Juara Ke-3  mendapatkan dana pembinaan Rp 1 Jt. Juara Harapan 1, Tim A Kejaksaan Labuhanbatu Selatan mendapat dana pembinaan Rp 500 Ribu. (Sulaiman)

MEDAN - Team Pegasus Polsek Medan Helvetia kembali berhasil menangkap seorang pelaku pembobol Kantor Notaris di Jalan Gaperta Kelurahan Helvetia Tengah, bernama, Jeriko Situmeang (30) warga Jalan PT. Zaitun Toba Permai Sukardono Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang.

Namun karena berusaha melarikan diri saat dibawa pengembangan, residivis yang sebelumnya menjalani hukuman penjara selama 1,5 tahun itu terpaksa ditembak betisnya oleh Team Pegasus pimpinan Kanit Reskrim Iptu Rian Permana, SIK, MM, Senin (15/7/ 2019) sekira Pukul 05.30 WIB.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean, SH, SIK, MH, melalui Panit I Reskrim Iptu Sahri Sebayang, SH, Didampingi Panit II Reskrim Iptu Usman Nasution, SH, kepada Harian 9.Com, Rabu (17/7/2019) siang membenarkan adanya penangkapan tersebut.

"Tersangka terpaksa ditembak, karena berusaha melarikan diri saat dibawa pengembangan, padahal kami terlebih dahulu sudah memberi tembakan peringatan ke udara," ucap Sebayang.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, pungkas Sahri Sebayang yang sebelumnya pernah sebagai Penyidik di Reskrim Unit Ranmor Polrestabes Medan.

Dan kepada teman tersangka yang belum ketangkap inisial, UC (DPO) serta penadah laptop untuk segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas dan terukur, pungkas mantan mantan Panit I Reskrim Polsek Sunggal dan Polsek Delitua. (Jhonsen)

PANCUR BATU - Untuk mengantisipasi para pelaku Curat, Curas dan Curanmor, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan bersama personil melaksanakan giat razia rutin di "Jam Kecil", Selasa (16/7/2019).

Adapun kegiatan dilaksanakan di Jalan Jamin Ginting tepatnya di depan Mako Polsek Pancur Batu dengan sasaran razia terhadap kejahatan jalanan/begal, premanisme, curas dan pelanggaran lalu lintas.

" 11 Personil kita libatkan untuk melaksanakan giat antisipasi kejahatan jalanan di wilayah hukum Polsek Pancur Batu," ujar Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan.

Faidir menghimbau agar masyarakat Pengguna jalan untuk melengkapi surat-surat yang sah dan mentaati peraturan lalu lintas yang ada.

Kita himbau masyarakat untuk melengkapi surat-surat kendaraannya yang sah dan mentaati peraturan lalulintas," himbaunya. (Rom)
Diberdayakan oleh Blogger.