MEDAN - Tudingan yang menjurus dugaan mencatut nama Kapolri, Jenderal Tito Karnavian  dalam aliran dana suap kasus impor daging mendapat perhatian serius  dari Pengamat Sosial Universitas Sumatera Utara, Wara Sinuhaji. Ia menilai bahwa tudingan tersebut tidak memenuhi syarat dan data yang dilontarkan tidak kuat, Selasa (16/10/2018).

"Lembaga setingkat KPK aja menyatakan bahwa hasil investigas Indonesialeak tidak memenuhi persyaratan, masakan kita tidak percaya dengan KPK? Ada dugaan hasil investigasi ini untuk membenturkan Lembaga KPK dengan institusi Kepolisian  RI," ujar Wara Sinuhaji saat ditemui wartawan.

Wara menambahkan bahwa ada dugaan ada orang-orang yang dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk menimbulkan intrik dikalangan elite politik ditingkat nasional agar Kapolri dicopot.

"Apa segampang itu? Tentu tidak, Presiden pasti menyaringnya. Lihatlah sekarang, segala sesuatu yang dilakukan pemerintahan sekarang selalu salah dimata oposisi, gak hujan-hujan aja di media sosial Jokowi disalahkan. Jadi saya lihat sudah susah bangsa ini, banyak orang yang mempertontonkan eksistensi jati dirinya agar tidak tergerus oleh hukum. Hukum ditegakkan juga salah," terangnya sambil tersenyum.

Selanjutnya Wara menjelaskan, ia sangat mengapresiasi Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dengan prestasinya yang luar biasa seperti pengungkapan-pengungkapan kasus terorisme.

"Semuanya bisa ditangkap, selesai semua. Apalagi setelah HTI dibubarkan, jangan-jangan ada HTI yang bermain. Saya tidak kenal pak Tito tapi kita sangat mengapresiasi kinerja beliau," ucapnya.

Wara juga menyampaikan, ucapan tidak adanya kepentingan politik terkait isu skandal aliran dana suap kasus impor daging itu ada dugaan sebagai pembenaran atas hasil investigatif.

"Lihat saja, hasil investigatif sekarang ini dikritik dan dikatakan HOAX oleh elite politik, jadi karena hasil investigatif ini dikatakan Hoax, ini mempermalukan hasil investigatif itu sendiri. Maka dia tampil untuk membenarkan hasil investigatif itu. Mana yang lebih akurat KPK dengan yang lain?," tanyanya mengakhiri. (red)

MEDAN - Polsek Pancur Batu bersama Kecamatan Pancur Batu melaksanakan giat penertiban, penataan pasar dan terminal Pancur Batu yang kerap menjadi biang kemacetan, Sabtu (13/10/2018). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan.

Adapun kegiatan tersebut, menghimbau para pedagang kaki lima tidak lagi berjualan menggunakan badan jalan besar Jalan Jamin Ginting. Selain itu, petugas juga menghimbau kepada pengemudi becak bermotor (Betor) untuk tidak parkir dipinggir jalan.

Dalam arahannya, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan menghimbau kepada para pedagang kaki lima dan pengemudi Betor untuk tidak lagi berjualan dan parkir dipinggir jalan Jamin Ginting, Pancur Batu.

"Kepada para pedagang kaki lima agar menjaga kebersihan dan para pengemudi angkot dan betor tidak menaikkan dan menurunkan penumpang di badan jalan dan harus masuk ke terminal," himbaunya. (Meo)


MEDAN - Unit reskrim Polsek Pancur Batu berhasil mengamankan preman yang kerap memerangi dan mengancam sopir truk saat melintas di Jalan Besar Jamin Ginting, Medan tuntungan tepatnya depan Gereja GBKP Simpang Tuntungan, Sabtu (13/10/2018).

Adapun tersangka yang diamankan adalah Anggia Angke Surahmad Als Angke (21) warga Jalan  Kapten Tuah Desa Lama, Pancur Batu Deli Serdang.

Penangkapan tersangka bermula dari laporan korban yang mendatangi Polsek Pancur Batu melaporkan telah menjadi korban pemerasan oleh  laki-laki bertato tangannya sebesar Rp40 ribu dengan alasan untuk uang keamanan. Ironis ya, bila tidak diberikan, pelaku mengancam akan memecahkan kaca truknya . Mendapat laporan, petugas langsung menuju ke lokasi. Tepatnya didepan Indomaret Simpang Tuntungan, petugas berpapasan dengan pelaku dan saat itu pelaku bersama temannya mengendarai sepeda motor matik warna biru berusaha melarikan diri. Salah satu pelaku lompat dari kendaraan dan langsung melarikan diri.

"Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan teman pelaku. Akhirnya pelaku satunya dapat diamankan," ujar Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan kepada wartawan.

Faidir menambahkan, dari tersangka diamankan  uang tunai hasil memeras para supir lintas berjumlah Rp130 ribu," jelasnya. (Meo)

BELAWAN - Rudi (54) warga Lingkungan II, Martubung terpaksa mendekam di Polres Pelabuhan Belawan. Pasalnya ia nekat mencabuli anak kandungnya, Mawar (19) hingga berulang kali. Ironisnya, untuk memuluskan aksinya, tersangka kerap mengancam korban akan membakar ibu dan adiknya. Hal ini diungkapkan Kapolres pelabuhan Belawan saat melaksanakan giat press release pengungkapan kasus, Jum'at (12/10/2018).

Menurut informasi, aksi berat Rudi bermula saat ibu korban tidak berada dirumah. Saat itu, tersangka membawa paksa korban kedalam kamar dan mencabuli korban berulangkali.

Dalam press releasenya, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan mengatakan untuk tersangka cabul diancaman hukuman penjara 7 tahun.

"Untuk tersangka cabul kita kenakan pasal pencabulan dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun," ujarnya.

Selain itu, Ikhwan menambahkan, bahwa dalam sepekan ini pihaknya juga mengamankan beberapa tersangka kasus yang kerap meresahkan masyarakat.

"Ada beberapa kasus yaitu kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian biasa dan judi. Untuk kasus judi jackpot ada 3 orang tersangka dengan barang bukti 4 unit mesin Jackson, 176 koin dan uang tunai Rp1,5 Juta. Kasus judi jenis kartu leng ada 2 orang tersangka dengan barang bukti 2 set kartu leng dan uang Rp 31 ribu. Kasus judi kartu remi ada 4 orang tersangka dengan barang bukti 52 kartu joker dan uang tunai senilai Rp52 ribu dan terakhir kasus pencurian dengan kekerasan dengan 1 tersangka berinisial AR (25) Warga Jalan Raya Pelabuhan, Kampung Salam Belawan," jelasnya mengakhiri. (Kinoi)

MEDAN - Sebanyak 4 unit papan reklame tidak memiliki ijin di Jalan Jamin Ginting, Pancur Batu dibongkar tim Gabungan Pemkab Deliserdang bersama Polsek Pancur Batu, Jumat (12/10/2018).

Selain melibatkan puluhan petugas Satpol PP, pembongkaran juga didukung  jajaran Polsek Pancur Batu dan Danramil Pancur Batu beserta jajaran kecamatan. Adapun ke-4 papan reklame yang dibongkar, 2 Papan reklame di Jalan Jamin Ginting Simpang Tuntungan dan 2 papan reklame di Pasar Pancur batu.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan mengatakan bahwa dalam pembongkaran tersebut berjalan aman dan tertib.

"Kegiatan berjalan aman dan terkendali," tegasnya singkat. (Meo)

MEDAN - Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan bersama jajarannya melaksanakan giat Jumat Barokah di Mesjid Al Ikhlas Desa Namo Bintang, Pancur Batu, Jumat (12/10/2018).

Dalam sambutannya, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan memberikan nasehat kepada 30 orang anak Yatim Piatu agar rajin beribadah dan menjauhi narkoba.

"Dengan kehadiran personil Polsek Pancur Batu, saya harap kalian rajin sekolah dan beribadah. Jauhi narkoba," ujarnya.

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah memberikan nasi bungkus sebanyak 30 bungkus dan tali asih sebanyak 30 amplop kepada anak Yatim Piatu Warga Desa Namo Bintang. (Meo)

TANJUNG MULIA - Mendadak warga Jalan Kol. Yos Sudarso Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli tepatnya didepan pabrik Industri Karet dihebohkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki, Rabu (10/10/2018).

Menurut informasi, mayat pertama sekali ditemukan oleh warga didalam parit dalam kondisi tertelungkup tanpa menggunakan baju. Korban diduga merupakan korban tabrak lari, pasalnya dari mayat korban ditemukan kaca spion mobil.

Saksi yang pertama sekali menemukan korban, Anan (48) mengatakan bahwa ia terkejut saat mendapati korban dalam kondisi tertelungkup didalam patut.

"Saya terkejut melihat ada orang didalam parit tertelungkup," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim  Polsek Medan Labuhan, Iptu B.Pohan mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Masih kita lidik, dari lokasi kita amankan barang bukti kaca spion mobil, korban diduga korban tabrak lari," ujarnya singkat. (Kinoi)
Diberdayakan oleh Blogger.