MEDAN - Polsek Pancur Batu bersama Kecamatan Pancur Batu melaksanakan giat penertiban, penataan pasar dan terminal Pancur Batu yang kerap menjadi biang kemacetan, Sabtu (13/10/2018). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan.

Adapun kegiatan tersebut, menghimbau para pedagang kaki lima tidak lagi berjualan menggunakan badan jalan besar Jalan Jamin Ginting. Selain itu, petugas juga menghimbau kepada pengemudi becak bermotor (Betor) untuk tidak parkir dipinggir jalan.

Dalam arahannya, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan menghimbau kepada para pedagang kaki lima dan pengemudi Betor untuk tidak lagi berjualan dan parkir dipinggir jalan Jamin Ginting, Pancur Batu.

"Kepada para pedagang kaki lima agar menjaga kebersihan dan para pengemudi angkot dan betor tidak menaikkan dan menurunkan penumpang di badan jalan dan harus masuk ke terminal," himbaunya. (Meo)

BELAWAN - Rudi (54) warga Lingkungan II, Martubung terpaksa mendekam di Polres Pelabuhan Belawan. Pasalnya ia nekat mencabuli anak kandungnya, Mawar (19) hingga berulang kali. Ironisnya, untuk memuluskan aksinya, tersangka kerap mengancam korban akan membakar ibu dan adiknya. Hal ini diungkapkan Kapolres pelabuhan Belawan saat melaksanakan giat press release pengungkapan kasus, Jum'at (12/10/2018).

Menurut informasi, aksi berat Rudi bermula saat ibu korban tidak berada dirumah. Saat itu, tersangka membawa paksa korban kedalam kamar dan mencabuli korban berulangkali.

Dalam press releasenya, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan mengatakan untuk tersangka cabul diancaman hukuman penjara 7 tahun.

"Untuk tersangka cabul kita kenakan pasal pencabulan dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun," ujarnya.

Selain itu, Ikhwan menambahkan, bahwa dalam sepekan ini pihaknya juga mengamankan beberapa tersangka kasus yang kerap meresahkan masyarakat.

"Ada beberapa kasus yaitu kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian biasa dan judi. Untuk kasus judi jackpot ada 3 orang tersangka dengan barang bukti 4 unit mesin Jackson, 176 koin dan uang tunai Rp1,5 Juta. Kasus judi jenis kartu leng ada 2 orang tersangka dengan barang bukti 2 set kartu leng dan uang Rp 31 ribu. Kasus judi kartu remi ada 4 orang tersangka dengan barang bukti 52 kartu joker dan uang tunai senilai Rp52 ribu dan terakhir kasus pencurian dengan kekerasan dengan 1 tersangka berinisial AR (25) Warga Jalan Raya Pelabuhan, Kampung Salam Belawan," jelasnya mengakhiri. (Kinoi)

MEDAN - Sebanyak 4 unit papan reklame tidak memiliki ijin di Jalan Jamin Ginting, Pancur Batu dibongkar tim Gabungan Pemkab Deliserdang bersama Polsek Pancur Batu, Jumat (12/10/2018).

Selain melibatkan puluhan petugas Satpol PP, pembongkaran juga didukung  jajaran Polsek Pancur Batu dan Danramil Pancur Batu beserta jajaran kecamatan. Adapun ke-4 papan reklame yang dibongkar, 2 Papan reklame di Jalan Jamin Ginting Simpang Tuntungan dan 2 papan reklame di Pasar Pancur batu.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan mengatakan bahwa dalam pembongkaran tersebut berjalan aman dan tertib.

"Kegiatan berjalan aman dan terkendali," tegasnya singkat. (Meo)

MEDAN - Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan bersama jajarannya melaksanakan giat Jumat Barokah di Mesjid Al Ikhlas Desa Namo Bintang, Pancur Batu, Jumat (12/10/2018).

Dalam sambutannya, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Faidir Chan memberikan nasehat kepada 30 orang anak Yatim Piatu agar rajin beribadah dan menjauhi narkoba.

"Dengan kehadiran personil Polsek Pancur Batu, saya harap kalian rajin sekolah dan beribadah. Jauhi narkoba," ujarnya.

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah memberikan nasi bungkus sebanyak 30 bungkus dan tali asih sebanyak 30 amplop kepada anak Yatim Piatu Warga Desa Namo Bintang. (Meo)

TANJUNG MULIA - Mendadak warga Jalan Kol. Yos Sudarso Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli tepatnya didepan pabrik Industri Karet dihebohkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki, Rabu (10/10/2018).

Menurut informasi, mayat pertama sekali ditemukan oleh warga didalam parit dalam kondisi tertelungkup tanpa menggunakan baju. Korban diduga merupakan korban tabrak lari, pasalnya dari mayat korban ditemukan kaca spion mobil.

Saksi yang pertama sekali menemukan korban, Anan (48) mengatakan bahwa ia terkejut saat mendapati korban dalam kondisi tertelungkup didalam patut.

"Saya terkejut melihat ada orang didalam parit tertelungkup," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim  Polsek Medan Labuhan, Iptu B.Pohan mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Masih kita lidik, dari lokasi kita amankan barang bukti kaca spion mobil, korban diduga korban tabrak lari," ujarnya singkat. (Kinoi)

BELAWAN - Menjelang Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif, Kapolres Pelabuhan Belahan, AKBP Ikhwan melaksanakan giat pertemuan dengan ratusan nelayan tradisional di Aula Polres Pelabuhan Belawan, Selasa (9/10/2018).

Adapun tujuan dilaksanakan adalah mengajak masyarakat Belawan khususnya para nelayan Belawan untuk tidak mudah terpecah belah antar umat beragama.

Dalam sambutannya, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpecah belah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kita jangan mudah terpecah belah oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, kita ikuti hati nurani kita sendiri, apa lagi sebentar lagi mau pemilihan legeslatif dan Pilpres 2019-2024, mana yang mau dipilih ikuti keinginan kita, jangan mau dengar apa kata orang, belajar jujur, aman dan  sejuk," ajaknya. (Kinoi)

LABUHAN - Nek Zainun, wanita lanjut usia (lansia) ini harus bertahan hidup di daerah banjir selama 50 tahun lamanya. Terlebih lagi dengan kondisinya yang sangat memprihatinkan, ia harus menghidupi anak semata wayangnya, Kokom (35) yang menderita sakit paru-paru. Ironisnya, hal yang menimpa nenek ini tidak pernah mendapat perhatian pemerintah setempat, Minggu (7/10/2018).

Untuk mengisi perutnya, Nek Zainun yang bertempat tinggal di Jalan Bakti ABRI Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan ini setiap harinya harus menunggu bantuan tetangga. Penderitaan Nek Zainun ini semakin menjadi setelah ditinggal pergi suaminya 5 tahun lalu.

Salah seorang warga, Suhartini mengatakan bahwa banyak warga yang kasihan melihat penderitaan keduanya.

"Anaknya itu sakit-sakitan dek, sakit paru-paru, makanya gak bisa kerja. Jadi kalo kami ada rejeki, kami warga sini ya bergantian membantunya. Belum pernah nenek ini dibantu pemerintah," jelasnya.

Saat dikunjungi oleh awak media www.pewartaonline.com yang prihatin dengan keadaannya, Nek Zainun dengan mata berlinang air mata mengadukan nasibnya yang selama ini dipendamnya.

"Kami tidak tau Pak harus mengadu kemana, sementara bertahun-tahun kami tinggal disini ya belum pernah ada yang melihat kami khususnya dari pemerintah. Dan kami yang tidak berpendidikan ini gak tau  harus berbuat apa, kami pasrah dengan keadaan ini pak," ucapnya dengan mata yang berlinang air mata. (Kinoi)
Diberdayakan oleh Blogger.