PERCUT SEITUAN - Program Kapolrestabes Medan KBP Dadang Hartanto menyatu dengan masyarakat ditindak lanjuti oleh Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri bersilahturahmi dengan Ustadz Mesjid At Tawqabin di Jalan Pimpinan, Sidorejo, Jumat (18/1/2019).

Dalam pertemuan, Kapolsek Percut Seituan juga  menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas yang kemudian dilanjutkan dengan saling bertukar nomor HP.

"Kegiatan bertujuan agar negara dalam hal ini Kepolisian Negara Republik hadir dan menyatu dengan masyarakat. Serta mencari solusi terhadap  permasalahan yang terjadi," ujarnya mengakhiri. (Jhonsen)

BELAWAN - Polres Pelabuhan Belawan dan jajaran melaksanakan kegiatan Sholat Subuh berjemaah dalam rangka Safari Subuh di Mesjid Al Falah di jalan Rawabadak Dusun VI Desa Pematang Johar Kecamatan Labuhan Deli, Jumat (18/01/2019). 

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH,MH mengatakan, Kegiatan ini dalam rangka mempererat jalinan silaturahmi dan sinergitas kemitraan.

Kapolres Pelabuhan Belawan  bersama personel dalam melaksanakan Sholat Subuh berjamaah dengan warga dalam rangka menjaga kestabilan serta ketertiban di masyarakat sekaligus ajang tatap muka dan dialog untuk mencegah penyebaran paham radikal dan penyebaran berita hoax yang dapat memengaruhi situasi kamtibmas dan Pilleg Pilpres 2019.

Dalam kesempatan itu Kapolres juga mengajak para jemaah Masjid untuk tetap konsisten dan berkelanjutan dalam meramaikan sholat subuh berjemaah untuk meningkatkan silaturahmi dan rasa persaudaraan. 

Mengajak para jemaah sholat subuh untuk tidak mudah terprovokasi setiap isu yang beredar dan menjaga situasi yang kondusif dalam pelaksanaan pemilu serta mendukung pembangunan nasional.

Selain itu Kapolres juga mengajak masyarakat harus senantiasa mengawasi pergaulan anak-anak remaja kita supaya terhindar dari Pergaulan Bebas dan penyalah gunaan narkoba.

"Sekarang ini kita sangat kawatir dengan pergaulan bebas anak remaja kita" Ungkap Kapolres

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Pelabuhan Belawan juga memberikan bantuan beras dan santunan untuk 150 anak yatim Dan ibu-ibu janda.

Turut hadir mendampingi Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan, Wakapolsek Medan Labuhan, Kasat Sabhara, Kasat Binmas, Camat Labuhan Deli personil Polres Pelabuhan Belawan serta Jemaah Subuh mesjid Al Falah. 

Kegiatan Sholat subuh berjemaah tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres dan selesai pada pukul 07.00 wib dalam keadaan aman dan baik" tutup orang nomor satu di polres Pelabuhan Belawan (git)

LABUHAN - Dede Rinaldi (20) warga Jalan Tangguk Utama XX, Kecamatan Medan Labuhan terpaksa diamankan oleh petugas Polsek Medan Labuhan. 

Pasalnya, tersangka yang tidak memiliki pekerjaan ini melakukan pemerasan terhadap, Hafis Husni (18) penduduk Jalan Kolonel Yosudarso Km 15,5, Medan Labuhan di Taman Aloha Mahari, Rabu (16/1/2019).

"Pelaku ditangkap setelah petugas yang menerima laporan pemerasan tersebut melakukan penyelidikan," ujar Kompol Rosyid Hartanto SH SIK MH Kamis (17/1/2019).

Dijelaskannya, pelaku melakukan pemerasan di Taman Maharani Aloha pada saat korban tengah mengunjungi lokasi tersebut. 

"Jadi, saat itu korban sedang duduk-duduk di taman maharani. Kemudian, tersangka bersama rekanya, Fery mendatangi dan meminta uang," jelas mantan Wakasatres Narkoba Polrestabes Medan ini. 

Selajutnya, kata Rosyid, tak terima atas tindakan tersangka, korban melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Medan Labuhan.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit Reskrim bersama Panit, Ipda T Tampubolon langsung turun lokasi dan mengamankan tersangka beserta barang bukti hasil kejahatan. Sedangkan rekanya, Fery yang berhasil kabur tengah pengejaran petugas," kata mantan Kanit Reserse Polres Jepara ini. 

Usai diamankan, kata Rosyid, pelaku berikut barang bukti hasil kejahatannya langsung digelandangkan ke Mapolsek Medan Labuhan untuk di proses lanjut. 

"Saat ini tersangka tengah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Medan Labuhan. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, sang bersangkutan dijerat pasal 368 KHUPidana dengan ancaman 9 tahun penjara," tandas Alumnus Akpol Tahun 2004 (Git)

MEDAN - HM, pemilik akun whatssapp dengan nomor 08529708xxxx resmi dilaporkan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi (BBHA) PDI Perjuangan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Poldasu. HM dilaporkan dikarenakan menyebarkan video Hoax berupa ujaran kebencian disalah satu grup whatssapp, Rabu (16/1/2019).

Dalam postingannya tersebut, terlihat logo PDI Perjuangan ditambahkan logo palu arit yang merupakan lambang Komunis. Ironisnya, dalam video yang berdurasi 24 detik ditambahkan dengan tulisan "PDI-P & PKI siap MEMBANTAI Umat Islam" .

Tak terima, mewakili DPD PDI Perjuangan, Reno Yanti pun melaporkan kasus tersebut ke SPKT Poldasu dengan Nomor : STTLP/50/I/2019/SPKT 'III'.

"Sebelum membuat laporan, saya dan beberapa teman telah mencoba menasehatinya berulang kali, namun dia (terlapor) tetap saja membandel, jadi sesuai surat tugas dan surat kuasa, saya melaporkan akun whatssapp HM ke Poldasu," ujar pelapor yang merupakan kader PDI Perjuangan.

Kuasa Hukum BBHA PDI Perjuangan, Luqman Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya berharap pihak kepolisian untuk segera menangkap terlapor dan menghukumnya sebagai efek jera terhadap terlapor dan lainnya.

"Kita berharap pihak Kepolisian serius menyidik kasus ini dan segera menangkap terlapor, sekaligus mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual dibelakangnya. Kami sepenuhnya menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk mengungkapnya," harapnya.

Dilokasi yang berbeda, ketika dikonfirmasi, Dirkrimsus Poldasu, KBP Rony Samtana mengatakan telah menerima laporan pengaduan tersebut.

"Kita sudah menerima laporan pengaduan tersebut," ujarnya singkat. (Meo)

MEDAN - Satu akun disebuah grup WhatsApp membuat kader PDI Perjuangan di Kota Medan gerah. Pasalnya salah seorang anggota grup berinisial HM mengirimkan video yang mengandung ujaran kebencian. Dimana kiriman tersebut, logo PDI Perjuangan ditambahkan logo palu arit dengan tulisan PDI-P & PKI siap MEMBANTAI Umat Islam, Senin (14/1/2019).

"Kami melaporkan salah satu akun di WhatsApp grup yang merugikan kami, dimana akun dengan nama berinisial HM yang men-share pidato salah satu pimpinan kami yang dipenggal sehingga seolah-olah ingin menghabisi umat muslim," ujar salah seorang kader PDI-P Sumut, Reno Yanti, SH.MKn.

Lalu, Reno menambahkan bahwa apa yang dilakukan akun HD tersebut sangat-sangat merugikannya sebagai kader PDI-P. "Logo PDI P dicantumkan dengan palu arit, tidak pernah dalam sejarahnya bahwa PDI-Perjuangan bersama-sama dengan partai komunis. Dutambah dengan judul "PDIP dan PKI siap Membantai Umat muslim". Saya sebagai umat muslim sangat keberatan. Jadi ini sudah berulangkali kami peringati terlebih lagi di grup WhatsApp  banyak unsur parpol," tambah Reno.

Reno berharap agar masyarakat bijak dalam bermedia sosial. Tidak saling menghujat satu dengan yang lainnya. "Harapan saya, didalam menggunakan media sosial jangan saling menghujat, kalo dia (HD) mau mencari simpatisan silahkan, diluar komunitas kita ini. Disini juga sudah dijelaskan grup WhatsApp ini banyak unsur partai, bukan hanya PDI- Perjuangan saja," harapnya.

Dari pantauan wartawan, terlihat Reno Yanti didampingi oleh DPD BBH PDI-Perjuangan, Luqman Sulaiman, Jimmy Albertinus, Nurdin Sipayung, Panca Sarjana Putra dan Citra Sipayung.

Menanggapi hal ini, ketika dikonfirmasi, Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto melalui Direktur Kriminal Khusus, KBP Roni Samtana menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan pelapor dan akan menindak lanjuti laporan tersebut.

"Kita sudah menerima laporan pengaduan pelapor, kita akan tindak lanjuti laporan tersebut," tegasnya melalui telepon selulernya. (Meo)

KISARAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyerahkan bibit pohon serta Sertifikat HKm (Hutan Kemasyarakatan) kepada sejumlah kelompok tani di bawah binaan mitra UPT KPH III Dishut Pemprovsu, ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Asahan, Sabtu (12/1/2019) sekira pukul 09.00 wib.

Rahmayadi juga meminta agar semua pihak bekerja sesuai bidangnya. Hal itu diungkapkan Gubsu saat menjadi motivator di Gedung Serbaguna Asahan.

Di hadapan kepala desa (Kades) dan camat, camat, para lurah dan kepala sekolah se-Kabupaten Asahan, Edy mengatakan agar semua pihak tidak mencari-cari kesalahan, tapi harus bisa mencari cara untuk berbenah agar Asahan menjadi kabupaten terkaya di Sumatera Utara sehingga benar-benar memiliki masyarakat yang sejahtera.

“Kades dan camat punya peran penting untuk kemajuan daerahnya, bekerja dengan baik gak usah pakai berbohong,” ujarnya.

Dikatakan Gubsu lebih lanjut, desa harus terus dibangun sercara terarah, sedangkan kota ditata hingga bisa menjadi daerah yang indah.

Orang nomor 1 di Sumut ini juga menyinggung bidang pendidikan dan meminta Pemkab Asahan mempertimbangkan penambahan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Mantan Pangkostrad itu juga menyinggung agar kegiatan tidak sekedar seremonial saja, tapi harus bermanfaat dan nyata.

“Kita punya mimpi yang hebat, maka doakan saya untuk membangun Sumut yang bermartabat,” ujar Edy di hadapan unsur Pemkab, guru, kepala desa, camat dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (sof)

KISARAN - Kantor Desa Teluk Dalam Kecamatan Teluk Dalam, Asahan disegel puluhan warga. Pasalnya, Kepala Desa, Jimmy Carter Sitorus dinilai tidak becus menjalankan roda pemerintahan, Rabu (9/1/2019).

Usai melakukan orasi dan menyegel kantor Desa, warga yang berasal dari 8 Dusun kemudian membubarkan diri bersama pengawalan pihak kepolisian.

Ketua GM Pekat IB Kecamatam Teluk Dalam, M Syafii didampingi Mahyudi Hasibuan mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan dikarenakan adanya indikasi kerugian negara sebesar Rp 200 Juta dari penggunaan dana ADD 2016 dan 2017. Persoalan tersebut sudah dilaporkan ke inspektorat dan kepolisian terkait. Namun hingga sekarang belum ada tanggapan kedua instansi tersebut.

“Terkait kerugian Rp200 Juta uang negara yang dilakukan Kades sudah kita laporkan. Namun sampai sekarang belum ada tanggapan kedua instansi tersebut,” jelasnya.

Mahyudi menambahkan, laporan ke Tipikor Polres Asahan juga sudah berjalan dengan diperiksanya seluruh perangkat Desa, pihak ketiga dan Kepala Desa Jimmy Carter Sitorus.

“Semua yang kita laporkan sudah diperiksa di Unit Tipikor Polres Asahan, tetapi hingga sekarang kasusnya seperti jalan di tempat,” tambahnya.

Warga kemudian meminta agar sang Kades mundur dari jabatannya. Bila tuntutan mereka tidak direalisasikan, maka ke depannya warga akan melakukan aksi lebih besar lagi. (Sof)
Diberdayakan oleh Blogger.