MEDAN - Hingga saat ini peredaran kosmetik illegal masih marak beredar. Penjualannya sudah merambah melalui internet secara online. Sehingga sulit untuk dilakukan penindakan.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat dan makanan, termasuk kosmetik secara ilegal. Karena hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan dengan melibatkan kaum milenial,” kata Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Drs Yulius Sacramento Tarigan Apt saat menerima kunjungan Putri Indonesia Sumatera Utara 2019 dr Anoushka Bhuller MH di Kantor BBPOM di Medan, Jalan Willem Iskander Medan, Kemarin.

Disebutkan Yulius, didampingi Tim Kerja Sama dan Lintas Sektor BBPOM Medan, Drs Ramses, dan beberapa kepala bidang diantaranya Dra Gita Baringin Nasution Apt MSi, Drs Fajar Sidik Apt, Mangandar Marbun SSi Apt, dan Yanti Agustini SSi Apt Mkes, pihaknya terus mengedukasi kepada masyarakat agar mewaspadai pemakaian bahan-bahan kosmetik yang dijual secara ilegal.

Kosmetik ilegal, kanjut Kepala BBPOM, adalah kosmetik yang beredar tapi belum dinokasi ke BPOM, termasuk juga kosmetik palsu. Sasaran pasar kosmetik ilegal ini adalah kaum milenial karena penjualannya melalui media sosial. Begitu juga ibu rumah tangga. “Karenanya sosialisasi bahaya pemakaian obat dan makanan yang di dalamnya termasuk kosmetik ilegal ini dilakukan mulai ke sekolah dan kampus hingga ke pelosok desa,” ujar Ramses.

Hadirnya Putri Indonesia Sumatera Utara 2019 dr Anoushka Bhuller MH ke kantor BBPOM ini, kata Yulius , merupakan amunisi baru bagi BBPOM Medan untuk melakukan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat terhadap dampak dan bahayanya pemakaian obat atau kosmetik ilegal kepada masyarakat.

Kehadiran Anoushka Bhuller didampingi perwakilan Yayasan Putri Indonesia, Yunita dan ibu kandungnya dr Geeta, disambut hangat dan penuh kekeluargaan Kepala BBPOM di Medan Drs Yulius Sacramento Tarigan Apt.

Dikatakan Anoushka Bhuller yang juga seorang dokter, wanita Indonesia secara alamiah diberkati oleh melanin yang menghasilkan kulit sungguh indah. Namun karena keterbatasan pengetahuan maka selalu terjebak dengan pemakaian kosmetik ilegal untuk mempercantik dirinya.

Sebagai Putri Indonesia Sumatera Utara 2019 sebelas besar dari 39 finalis, Anoushka Bhuller yang akrab disapa Sasa mengatakan, kecantikan seseorang bukan hanya dilihat dari penampilan saja. Namun banyak faktor lain sebagai pendukung. Banyak wanita memaksakan dirinya agar kelihatan cantik dengan memakai kosmetik yang tidak terdaftar di BPOM. Karena biasanya obat-obat yang tidak terdaftar itu harganya relatif murah dan mudah didapat.

Dalam ajang Putri Indonesia 2019 yang digelar di Jakarta, Anoushka Bhuller juga meraih tiga gelar yakni sebagai Putri Pavorit Sosial Media, Putri Kepulauan Sumatera, dan Putri Indonesia 11 besar dari 39 finalis.

Maraknya kosmetik ilegal, Sasa merasa terpanggil untuk ikut serta bersama BBPOM untuk melakukan sosialisasi bahaya kosmetik ilegal bagi kesehatan. Dengan sosialisasi yang dilakukan secara masif akan menyelamatkan wanita Indonesia dari dampak pemakaian kosmetik ilegal yang pada akhirnya harus mengeluarkan biaya besar untuk mengobatinya.

Di bagian lain, Sasa wanita kelahiran 23 April 1995 di Medan, alumni S1 Jurusan Ilmu Kedokteran di Sydney, dan S2 Magister Hukum di Universitas Sumatera Utara, berpendapat, sekarang perempuan milenial berkesempatan untuk memperoleh pendidikan setara dengan pria. Demikian juga dengan wawasan dan karier yang setara. Tetapi semua tetap kembali kepada perempuan-perempuan milenial untuk mengambil kesempatan.

“Kita harus mampu menghadapi rintangan masyarakat awam yang menolak emansipasi wanita karena masih menganut patriarchy. Sebagai kaum milenial mari kita bersama-sama berjuang untuk memaksimalkan potensi diri serta melawan suara-suara yang mencegah kaum perempuan untuk maju,” katanya. (Meo)

BELAWAN - Wilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan selama berjalannya Pemilihan Umum (Pemilu) serentak di seluruh Indonesia 17 April kemarin, berjalan aman dan damai.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikwan SH,MH mengatakan Situasi aman tersebut tidak terlepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat, bersama-sama ikut menjaga keamanan dan mendukung tugas TNI/Polri dalam pengamanan Pemilu tahun 2019 khususnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. 

"Kami TNI dan Polri sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat, yang sudah bekerja sama dengan kita, untuk menjaga pemilu damai dan aman" ucapnya senin (22/04/2019).

"tahapan Pemilu tahun 2019 kemarin, kita melakukan Patroli skala besar terus menerus dilakukan oleh Polres Pelabuhan Belawan baik siang maupun malam dengan sasaran gudang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang berada di masing-masing kecamatan. Hal ini terus dilakukan untuk menjamin keamanan semua proses tahapan Pemilu 2019 di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan " Jelas orang nomor satu di Polres Pelabuhan Belawan ini

Lanjut Kapolres, Seluruh proses tahapan pemilu di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan mendapatkan pengamanan cukup ketat. Hal tersebut sebagai bentuk antisipasi Polres Pelabuhan Belawan agar situasi wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan tetap aman dan kondusif pasca penghitungan surat suara.

Kapolres menjelaskan, Saat ini, Tahapan Pemilu 2019 masih berlangsung dan pada tahapan rekapitulasi surat suara yang masuk dari TPS dan dihitung kembali di PPK, Kegiatan penghitungan rekapitulasi surat suara di PPK juga mendapatkan pengamanan ketat dari TNI dan Personel Polres Pelabuhan Belawan " tutupnya (Git)

Dedi Suheri, SH
SUNGGAL - Adanya kesepakatan perdamaian antara pengemudi mobil Fortuner BK 1544 KT dengan keluarga korban, M Abdul Zain (5) tidak menghapus tuntutan pidana kepada pelaku. Sehingga pihak Kepolisian harus  tetap melakukan penyidikan. Hal tersebut disampaikan praktisi hukum, Dedi Suheri, SH.

"Jadi, apabila kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan pelaku telah bertanggung jawab kepada keluarga korban serta terjadi perdamaian, hal tersebut tidak menghapus tuntutan pidana kepada pelaku. Untuk itu pihak Kepolisian tetap akan melakukan penyidikan meskipun ada kesepakatan bahwa keluarga korban tidak akan menuntut secara pidana," ujar praktisi hukum, Dedi Suheri, SH, Senin (22/4/2019).
Foto tersangka saat diamankan warga

Dedi menambahkan bahwa perdamaian merupakan menjadi pertimbangan hakim untukmu meringankan hukuman pelaku.

"Kendati demikian, pelaku tetap perlu mengusahakan perdamaian dengan keluarga korban karena hal itu dapat dipertimbangkan hakim untuk meringankan hukumannya. Sebaliknya, tidak adanya perdamaian antara pelaku dengan keluarga korban bisa menjadi hal yang memberatkan pelaku. Sebagai contoh, dalam Putusan MA No. 403 K/Pid/2011 antara pelaku dan keluarga korban tidak tercapai perdamaian, serta dalam Putusan MA No. 553 K/ Pid/2012 pelaku tidak memiliki iktikad baik untuk melakukan perdamaian kepada keluarga korban, sehingga menurut majelis hakim tidak adanya perdamaian dijadikan sebagai pertimbangan yang memberatkan kesalahan terdakwa," jelasnya mengakhiri.

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi, Kanit Lantas Polsek Sunggal, Iptu Sahri Ramadhan menyerahkan kasus Laka lantas tersebut kepada kedua belah pihak.

"Masalah damai ya terserah mereka, kalo pihak korban gak keberatan, ya tinggal kita buatkan pernyataan mereka, gak ada yg permasalahkan apalagi korban," kilahnya.

Diberitakan sebelumnya, Masih ingatkah dengan kasus kecelakaan lalulintas yang menewaskan M Abdul Zain (5) warga Perumahan Rorinata Tahap 9, Sunggal yang dilindas tetangganya sendiri dengan menggunakan mobil Fortuner BK 1544 KT? Akhirnya kedua belah pihak telah berdamai. Keputusan ini membuat warga Perumahan Rorinata Tahap 9 Kecewa.

"Sudah damai-damai ya keluarga korban dengan yang nabrak, Kandar (pelaku)? Tadi kulihat mereka di rumah RT damai-damai," ujar salah seorang warga yang namanya enggan disebutkan, Sabtu  (20/4/2019).

Lalu, warga merasa kecewa dengan keputusan keluarga korban yang berdamai dengan pelaku.

"Kecewa juga kita melihatnya bang, nyawa anak bisa dibayar," tegas pria berbadan tambun ini.

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi, orang tua korban, Ali Chandra membenarkan adanya perdamaian tersebut. "Sudah berdamai bang," ucapnya singkat.

Mengingatkan sebelumnya, Kandar (32) warga Perumahan Rorinata Tahap 9 Sunggal nyaris babak belur dihajar massa. Pasalnya ia tega melindas 2 orang anak balita yang merupakan anak tetangganya dengan menggunakan mobil Fortuner BK 1544 KT hingga kritis, Kamis (11/4/2019).

Menurut informasi, pelaku yang diketahui bekerja dibengkel mobil membawa mobil Fortuner BK 1544 KT dengan kecepatan tinggi. Warga perumahan yang melihat tingkah pelaku sempat emosi. Malang tak dapat dielak, tak jauh dari rumah pelaku, 2 orang anak kecil (balita) yang sedang bermain di Jalan ditabrak oleh pelaku. Akibatnya, keduanya terkapar bersimbah darah. Melihat kejadian itu, tanpa rasa kemanusiaan, pelaku pun melarikan diri. Beruntung warga mengetahui dan langsung mengejar pelaku. Pelaku nyaris babak belur dihajar massa.

"Dari depan pun kami lihat dia membawa mobil dengan kencang, emosi kami melihatnya. Ehh..tiba-tiba kami dengar dia sudah nabrak anak-anak," ujar salah seorang warga.

Ironisnya, pelaku sempat berusaha melarikan diri usai menabrak kedua anak balita tersebut. "Korban itu sempat dilindas pelaku dibawah kolong mobil itu. Tapi pelaku seperti tidak perduli langsung  kabur aja dia bang. Sempat pelaku dan warga kejar-kejaran mengejar pelaku," tambahnya.

Dari hasil pantauan, terlihat salah seorang warga yang merupakan petugas Kepolisian membawa korban pelaku ke Polsek Sunggal. (Rom)

SUNGGAL - Masih ingatkah dengan kasus kecelakaan lalulintas yang menewaskan M Abdul Zain (5) warga Perumahan Rorinata Tahap 9, Sunggal yang dilindas tetangganya sendiri dengan menggunakan mobil Fortuner BK 1544 KT? Akhirnya kedua belah pihak telah berdamai. Keputusan ini membuat sebagian warga Perumahan Rorinata Tahap 9 Kecewa.

"Sudah damai-damai ya keluarga korban dengan yang nabrak, Kandar (pelaku)? Tadi kulihat mereka di rumah RT damai-damai," ujar salah seorang warga yang namanya enggan disebutkan, Sabtu  (20/4/2019).

Lalu, warga merasa kecewa dengan keputusan keluarga korban yang berdamai dengan pelaku. "Kecewa juga kita melihatnya bang, nyawa anak bisa dibayar," tegas pria berbadan tambun ini.

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi, orang tua korban, Ali Chandra membenarkan adanya perdamaian tersebut. "Sudah berdamai bang," ucapnya singkat.

Menanggapi hal ini, Kanit Lantas Polsek Sunggal, Iptu  Iptu Syahri Ramadhan belum mengetahui perdamaian tersebut. "Masalah damai ya terserah mereka," ucapnya.

Namun, sampai saat ini, tersangka masih meringkuk di Rutan Tg Gusta. "Tapi terdangka sekarang masih di LP," jelasnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Kandar (32) warga Perumahan Rorinata Tahap 9 Sunggal nyaris babak belur dihajar massa. Pasalnya ia tega melindas 2 orang anak balita yang merupakan anak tetangganya dengan menggunakan mobil Fortuner BK 1544 KT hingga kritis, Kamis (11/4/2019).

Menurut informasi, pelaku yang diketahui bekerja dibengkel mobil membawa mobil Fortuner BK 1544 KT dengan kecepatan tinggi. Warga perumahan yang melihat tingkah pelaku sempat emosi. Malang tak dapat dielak, tak jauh dari rumah pelaku, 2 orang anak kecil (balita) yang sedang bermain di Jalan ditabrak oleh pelaku. Akibatnya, keduanya terkapar bersimbah darah. Melihat kejadian itu, tanpa rasa kemanusiaan, pelaku pun melarikan diri. Beruntung warga mengetahui dan langsung mengejar pelaku. Pelaku nyaris babak belur dihajar massa.

"Dari depan pun kami lihat dia membawa mobil dengan kencang, emosi kami melihatnya. Ehh..tiba-tiba kami dengar dia sudah nabrak anak-anak," ujar salah seorang warga.

Ironisnya, pelaku sempat berusaha melarikan diri usai menabrak kedua anak balita tersebut. "Korban itu sempat dilindas pelaku dibawah kolong mobil itu. Tapi pelaku seperti tidak perduli langsung  kabur aja dia bang. Sempat pelaku dan warga kejar-kejaran mengejar pelaku," tambahnya.

Dari hasil pantauan, terlihat salah seorang warga yang merupakan petugas Kepolisian membawa korban pelaku ke Polsek Sunggal. (Rom)

MEDAN – Seketika warga dan mahasiswa di Universitas Sumatera Utara dihebohkan dengan tewasnya, Zulham (57) seorang loper koran yang sangat dikenal. Ironisnya, tewasnya ia dikarenakan ditabrak komplotan maling sepedamotor, Sabtu (13/4/2019).

Adapun komplotan yang dibekuk adalah Said Reza (31) warga Komplek Puri Zahra, Medan Permai, Armen Purba (27) warga Karya 7 Tanah Garapan, Indra Sahputra (34) dan April Andreas (20) warga Jalan Sei Mencirim.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Medan Baru, Kompol Martusah Tobing mengatakan, awalnya pelaku dengan menggunakan mobil masuk ke dalam kampus USU. Selanjutnya, mobil yang ditumpangi pelaku diparkirkan dekat Fakultas Teknik Kimia. Lalu pelaku Armen Purba turun dari mobil, dan mendekati sepeda motor yang akan dicurinya.

“Dalam aksinya, pelaku memotong kabel kunci kontak sepeda motor yang dicurinya. Karena tidak hidup, sepeda motor tersebut di dorong ke arah parkir rekannya yang menunggu di mobil," katanya.

Aksi pelaku, kemudian diketahui oleh salah seorang mahasiswa di kampus tersebut dan meneriaki pelaku maling. Karena ketakutan pelaku (Reza) lari dengan mobilnya dengan sangat kencang. Naas, pelaku menabrak sepeda loper koran bernama Zulham (57) warga Medan Perjuangan.

Petugas Polsek Medan Baru yang mendapat laporan turun ke lokasi dan mengamankan pelaku.
Karena mengalami luka yang cukup parah karena dihajar massa, keempat pelaku dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perobatan.

Korban juga dibawa ke rumah sakit USU untuk mendapat pertolongan. Namun, dua jam setelah mendapat perawatan korban Zulham meninggal dunia,” jelasnya.

Dari pelaku, petugas mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor BK 6219 ACK milik korban, 1 unit mobil sedan Honda BK 1613 BM milik pelaku dan satu Kunci T.

"Saat ini pelaku sudah kita amankan di Mako Polsek Medan Baru untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," jelasnya. (Jhonsen)

LABUHAN - Karoke Inul Vizta yang berada di Jln Platina Raya, Lingkungan 20, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. nyaris ludes terbakar dilahap si jago merah, akibatnya membuat para pekerja menjadi panik jumat (12/04/2019) siang.

Informasi yang berhasil diperoleh menyebutkan, api timbul dari dalam ruangan kamar mandi yang berada di lantai 1 Inul Vizta, membuat para karyawan dan pengujung menjadi panik menyelamatkan diri mereka.

Dengan alat seadanya karyawan inul coba memadamkan api yang sudah mengepul.
"Hanya kecil kebakarannya bang, cuma kamar mandi aja" ucap salah satu karyawan Inul Vizta

Tak berapa lama tiga unit pemadam kebakaran hingga ke TKP,  tetapi api sudah berhasil dipadamkan.

Namun, saat petugas Damkar ingin mendata dan mencari tau apa yang terbakar, pengelola Inul Vizta melarangnya untuk masuk ke  dalam, tidak hanya itu bahkan awak media dilarang untuk mengambil gambar.

"Tolong bang jangan diambil gambarnya ya, udah enggak ada yang terbakar kok, jadi jangan diliput" ucap pengelola Inul Vizta

Tidak berapa lama petugas kepolisian Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi, untuk menyelidiki asal api, yang diduga akibat korsleting listrik, Akibat kejadian ini mengakibatkan kerugian jutaan rupiah (Git)





Foto : Tersangka(kaos putih) diamankan warga
SUNGGAL - Kepergian M Abdul Zain (5) menyisakan duka mendalam bagi keluarga Ali Chandra. Sehari menjalani perawatan, akhirnya bocah 5 tahun yang digilas mobil tetangganya di Perumahan Rorinata Tahap 9, Sunggal meninggal dunia. Tak ingin larut dalam kesedihan, keluarga korban berharap mendapat keadilan.

"Saya sebagai orang tua korban, meminta tolong keadilan untuk anak saya. Kepala anak saya pecah  dan tangannya patah," ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (12/4/2019).

Ia menjelaskan, selain anaknya yang menjadi korban kecelakaan lalulintas, anak tetangganya juga menjadi korban keganasan pengemudi mobil Fortuner BK 1544 KT.

"Anak saya meninggal dunia dan ada 1 lagi korban yang masih menjalani perawatan. Mohon kami dibantu," harapnya.

Dilokasi yang berbeda, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kanit Lantas Polsek Sunggal, Iptu Sahri Ramadhan mengatakan bahwa pengemudi mobil Fortuner ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangka kita kenakan pasal 310 Ayat (2) dan (4) Jo 106 Ayat (1) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," ujarnya melalui pesan singkat.

Diberitakan sebelumnya, Kandar (32) warga Perumahan Rorinata Tahap 9 Sunggal nyaris babak belur dihajar massa. Pasalnya ia tega melindas 2 orang anak balita yang merupakan anak tetangganya dengan menggunakan mobil Fortuner BK 1544 KT hingga kritis, Kamis (11/4/2019).

Menurut informasi, pelaku yang diketahui bekerja dibengkel mobil membawa mobil Fortuner BK 1544 KT dengan kecepatan tinggi. Warga perumahan yang melihat tingkah pelaku sempat emosi. Malang tak dapat dielak, tak jauh dari rumah pelaku, 2 orang anak kecil (balita) yang sedang bermain di Jalan ditabrak oleh pelaku. Akibatnya, keduanya terkapar bersimbah darah. Melihat kejadian itu, tanpa rasa kemanusiaan, pelaku pun melarikan diri. Beruntung warga mengetahui dan langsung mengejar pelaku. Pelaku nyaris babak belur dihajar massa.

"Dari depan pun kami lihat dia membawa mobil dengan kencang, emosi kami melihatnya. Ehh..tiba-tiba kami dengar dia sudah nabrak anak-anak," ujar salah seorang warga.

Ironisnya, pelaku sempat berusaha melarikan diri usai menabrak kedua anak balita tersebut. "Korban itu sempat dilindas pelaku dibawah kolong mobil itu. Tapi pelaku seperti tidak perduli langsung  kabur aja dia bang. Sempat pelaku dan warga kejar-kejaran mengejar pelaku," tambahnya.

Dari hasil pantauan, terlihat salah seorang warga yang merupakan petugas Kepolisian membawa korban pelaku ke Polsek Sunggal. (Rom)
Diberdayakan oleh Blogger.