28 Ton Ikan Mas Siap Panen Mati Mendadak di STM Hilir, Diduga Tercemar Limbah Pabrik

Editor: 3N author photo


DELI SERDANG | METRO24JAM.CO.ID – Sebanyak 28 ton ikan mas milik 14 peternak di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, mati secara mendadak. Kematian massal ikan yang sudah memasuki masa siap panen itu diduga kuat akibat pencemaran limbah yang mencemari saluran air irigasi menuju kolam-kolam milik warga. 

Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, bahkan salah satu peternak menyebut kerugiannya saja mencapai Rp900 juta.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/7/2026). Kematian ikan bermula setelah air yang mengalir ke kolam berubah warna, diduga tercemar limbah dari kawasan industri yang masuk melalui saluran parit kecil sumber irigasi. Ikan-ikan mulai mengambang dan mati beruntun.

“Sekitar 28 ton ikan mati,” kata Kepala Desa Tadukan Raga, Muhammad Dermawan, membenarkan peristiwa tersebut, Kamis (30/7/2026). Ia menambahkan, ikan yang mati telah diangkat dan dibuang oleh para peternak.

Salah satu peternak menyampaikan kerugian yang dialami tak hanya berupa ikan, tetapi mencakup biaya pakan, perawatan kolam, dan modal lain selama masa pemeliharaan. 



Para peternak kini telah melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang dan menyerahkan penanganan kepada aparat penegak hukum, sembari menunggu proses negosiasi ganti rugi dengan pihak perusahaan yang diduga terkait.

DLH Turunkan Tim Ambil Sampel Air

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Deli Serdang, Rio Laka Dewa, membenarkan adanya laporan kematian massal ikan yang menimpa 14 peternak di tiga desa. 

Tim DLH telah turun ke lokasi dan mengambil sampel air untuk mengetahui penyebab pasti kematian ikan. Hasil uji laboratorium masih dalam proses.

“Benar, sudah dilakukan uji sampel,” ujar Rio. DLH juga berkoordinasi dengan masyarakat terdampak dan pihak perusahaan terkait. 

Hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti kematian puluhan ton ikan mas tersebut. (Ril)

Share:
Komentar

Berita Terkini