Arogan!!! Jukir Resmi Babak Belur Dikeroyok Belasan Anggota Aspal Hitam Community, Polsek Medan Baru Diminta Tangkap Pelaku

Editor: Redaksi1 author photo
MEDAN – Sikap arogan oknum anggota komunitas Aspal Hitam memakan korban. Berdalih "tak pernah bayar parkir di Medan", belasan pelaku nekat mengeroyok seorang juru parkir (jukir) resmi, Erick Patar Sanjaya (45), hingga terkapar, sesak napas, dan muntah-muntah di Jalan Abdullah Lubis, Selasa (28/7/2026) sekira pukul 14.35 WIB.

Peristiwa brutal tersebut bermula saat komunitas itu menggelar acara Kopi Darat (Kopdar) di Deli Hotel. Usai acara, Erick yang mengenakan tanda pengenal (ID card) dan karcis resmi Pemko Medan mengarahkan kendaraan yang hendak keluar. Ia mendekati salah satu kendaraan anggota komunitas untuk memungut retribusi parkir sesuai prosedur. Bukannya membayar, oknum anggota komunitas tersebut justru melontarkan nada tantangan dan menolak membayar parkir.

​"Saya tunjukkan ID card dan berikan karcis resmi. Tapi mereka malah ngotot bilang tak pernah bayar parkir di Medan. Pengemudinya bilang, 'Kalau tak mau bayar, kenapa kau rupanya?' Lalu dua orang turun dan mendorong saya sampai terdesak ke seberang jalan," ujar Erick saat memberikan keterangan, Kamis (30/7/2026). 
Situasi makin tak terkendali ketika rombongan lain turun dari hotel. Tanpa mencari tahu duduk perkara, massa yang diduga kuat terpengaruh minuman keras itu langsung menyerangnya secara brutal.

​"Ada beberapa yang baunya alkohol. Pemilik mobil menunjuk saya sambil berteriak, 'Si anjing ini sok jagoan!' Tanpa tanya apa-apa, belasan orang langsung main pukul," kenang Erick.

Erick menjelaskan bahwa pelaku berjumlah lebih kurang 15 orang. Saat kejadian, ia mencoba menyelamatkan diri berlari ke arah Mess Telkom. Naas, belasan pemuda tersebut terus mengejar dan mengapit tubuhnya di antara mobil. Ia dipukuli membabibuta di bagian kepala, dada, dan badannya. ​Warga dan tetangga sekitar yang hendak melerai bahkan sempat dihalangi dan diintimidasi oleh rombongan pengeroyok.

Pengeroyokan baru berhenti setelah Erick berteriak meminta pertolongan hingga warga nekat menerobos masuk untuk menyelamatkannya.

​Akibat pengeroyokan membabi buta tersebut, Erick mengalami luka lebam di kepala, dada kiri sesak setiap kali menarik napas, serta sempat mengalami muntah-muntah.

​Ironisnya, di tengah kondisi tubuh yang lebam dan sakit, Erick tak punya pilihan lain selain tetap turun ke jalan untuk mencari nafkah karena pengobatannya tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

​"Saya diperlakukan seperti binatang. Saya punya anak istri, kalau saya kenapa-kenapa, bagaimana nasib mereka? Saya ini bukan kriminal, saya cuma orang kecil yang cari makan halal menjalankan oekerjaan," tutur Erick menahan tangis.

​Erick telah resmi melaporkan aksi main hakim sendiri ini ke Polsek Medan Baru. Ia berharap aparat kepolisian bertindak cepat (gercep) meringkus belasan pelaku penganiayaan tersebut tanpa pandang bulu.

​"Saya minta keadilan. Jangan karena saya orang miskin, laporan saya diperlambat. Tolong Pak Polisi, tangkap para pelakunya!" tegasnya.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat mengatakan akan memproses laporan korban. 

"Akan kita proses," ucapnya singkat. (Rom)

Share:
Komentar

Berita Terkini