Kapolri Mutasikan AKBP Yon Edi Winara SH,SIK,MH Walau Belum Ada Satu Tahun Sebagai Kapolres Tapsel

Editor: 3N author photo


Tapanuli Selatan | Metro24jam.co.id - Kepala Kepolisian Resor Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara, SH, SIK, MH, dimutasikan meskipun masa tugasnya baru berjalan sekitar 11 bulan. Sebagai penggantinya, ditunjuk AKBP Anton Santoso, SIK, MM, yang sebelumnya bertugas sebagai Kanit 4 Subdit I Dittipideksus Bareskrim Pori.


Kapolri Lakukan mutasi Besar-besaran di Polda Sumatera Utara,10 Kapolres dan Sejumlah Pejabat Utama Berganti. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026.


Dalam mutasi itu, sebanyak 10 Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) dan sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut berganti. Rotasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier personel untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum. 10 Kapolres yang Dimutasi:


1. Polres Langkat

AKBP David Triyo Prasojo dimutasi menjadi Dirtahti Polda Metro Jaya.

Jabatan Kapolres Langkat diisi AKBP Hannry Tambunan yang sebelumnya menjabat Kasat Resnarkoba Polres Metro Bekasi.

2. Polres Pelabuhan Belawan

AKBP Rosef Efendi dimutasi menjadi Kapolres Labuhanbatu Selatan.

Penggantinya adalah AKBP Aditya Simangara yang sebelumnya menjabat Kapolres Labuhanbatu Selatan.

3. Polres Labuhanbatu Selatan

AKBP Aditya Simangara dipindahkan menjadi Kapolres Pelabuhan Belawan.

Posisinya digantikan AKBP Rosef Efendi. Pergantian ini merupakan pertukaran jabatan antara kedua Kapolres.

4. Polres Binjai

AKBP Mirzal Maulana dimutasi menjadi Waka SPN Polda Metro Jaya.

Jabatan Kapolres Binjai diisi AKBP R. Bimo Moernanda yang sebelumnya bertugas di Bareskrim Polri.

5. Polres Batu Bara

AKBP Doly Nelson Nainggolan dimutasi ke Bareskrim Polri.

Posisinya digantikan AKBP Dony Satria Wicaksono yang sebelumnya menjabat Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Banten.

6. Polres Tapanuli Utara

AKBP Ernis Sitinjak dimutasi menjadi Kabag Bin Ops Roops Polda Sumut.

Jabatan Kapolres diisi AKBP Ferry Mulyana yang sebelumnya menjabat Kapolres Nias Selatan.

7. Polres Nias Selatan

AKBP Ferry Mulyana dipindahkan menjadi Kapolres Tapanuli Utara.

Penggantinya adalah AKBP Alfian Tri Permadi yang sebelumnya menjabat Kabag Bin Ops Dirressiber Polda Sumut.

8. Polres Padangsidimpuan

AKBP Wira Prayatna dimutasi ke Bareskrim Polri.

Jabatan Kapolres diserahkan kepada AKBP Noval Nanusa.

9. Polres Padang Lawas Utara

AKBP Dhery Fajariandono ditunjuk sebagai Kapolres pertama di Polres Padang Lawas Utara. Sebelumnya ia menjabat Kasat PJR Ditlantas Polda Sumut.

10. Polres Tapanuli Selatan

AKBP Yon Edi Winara dimutasi menjadi Wadir PPA dan PPO Polda Sumut.

Posisinya digantikan AKBP Anton Santoso yang sebelumnya bertugas di Dittipideksus Bareskrim Polri.

Selain itu, AKBP Bellen Anggara Pratama yang sebelumnya menjabat Koorspripim Polda Sumut dimutasi sebagai Kapolres Kuningan, Polda Jawa Barat.


Rotasi dialami oleh sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polda Sumut, di antaranya:

1. Kombes Cornelius Mangarahon Simanjuntak menjabat Dirreskrimum menggantikan Kombes Ricko Taruna Mauruh yang mendapat promosi ke Bareskrim Polri.

2. Kombes Irfan Rifai dipercaya sebagai Dirreskrimsus menggantikan Kombes Rahmat Budi Handoko.

3. Kombes Ramses Tampubolon menjabat Dirpamobvit menggantikan Kombes Parhorian Lumban Gaol.

4. Kombes M. Rendra Salipu ditunjuk sebagai Dansat Brimob menggantikan Kombes Rantau Isnur Eka.

5. Kombes Yusup Rahmanto menjabat Karo SDM menggantikan Kombes Philemon Ginting.

6. Kombes Rio Ronald Risbohal Nababan dipercaya sebagai Kabid Labfor.

7. Kombes Anggie Yulianto Putro menjabat Kabidkum Polda Sumu

 

Polres Tapanuli Selatan Sepanjang masa kepemimpinan AKBP Yon Edi Winara, sejumlah hal terasa kurang menyentuh kebutuhan dasar anggota. Layanan antar-jemput yang dulunya menggunakan bis dinas Polres justru ditiadakan tanpa solusi pengganti yang jelas, padahal jarak tempuh antara Padang Sidempuan menuju Sipirok sekitar 45 menit dan akses angkutan umum sangat terbatas. Keputusan ini membebani personil, menguras biaya pribadi, dan menurunkan kesiapsiagaan bertugas.

 

Belum lagi soal anggaran operasional anggota yang hingga kini belum dicairkan kepada yang berhak. Padahal hak ini sangat penting untuk menunjang biaya tugas dan transportasi. Selama dipimpin beliau, anggaran itu hanya ada di atas kertas, tidak turun ke lapangan, dan tidak terasa manfaatnya. Pengelolaannya pun dinilai kurang terbuka dan adil.

 

Kini, menyambut kedatangan pimpinan baru, seluruh personil menyampaikan harapan tulus dan penuh keyakinan:

 

“Selamat bertugas kepada Bapak AKBP Anton Santoso. Semoga memimpin dengan hati terbuka, segera menghidupkan kembali layanan antar-jemput dinas, serta memastikan anggaran operasional dicairkan tepat waktu dan tepat sasaran. Hak-hak ini sangat berarti agar kami bisa bekerja tenang dan maksimal. Kelola keuangan dengan jujur, adil, dan transparan, sehingga Polres Tapsel semakin maju dan kesejahteraan anggota benar-benar diperhatikan. (Ril)

Share:
Komentar

Berita Terkini