MEDAN – Citra wakil rakyat kembali tercoreng. Seorang oknum anggota Dewan berinisial AT bersama istri dan anaknya, dilaporkan ke Polrestabes Medan. Satu keluarga ini diduga kompak melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap tetangga mereka sendiri, Robin Marojahan Silalahi.
Insiden memilukan tersebut terjadi di Jalan Karya Rakyat, Gang Tapanuli, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, pada Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Ironisnya, permasalahan ini dipicu masalah Sepele di Jalan
Menurut penuturan Robin, aksi brutal oknum wakil rakyat tersebut dipicu oleh hal sepele yang terjadi di jalanan saat dirinya hendak pulang ke rumah menggunakan mobil.
"Waktu mau belok di tikungan, mobil saya berpapasan dengan dia yang lagi jalan kaki. Karena ada mobil lain di sebelah kanan, saya agak menepi ke kiri. Kebetulan di situ ada gundukan polisi tidur, jadi mobil saya agak tergas sedikit. Rupanya dia tersinggung dan sensi," ungkap Robin, Selasa (9/6/2026).
Tak terima, oknum anggota Dewan tersebut langsung mengejar mobil Robin dan menggedor kaca jendela. Merasa ada yang tidak beres, Robin menghentikan mobilnya di depan rumah pelaku untuk meminta penjelasan. Namun, respons yang didapat justru makian dan kekerasan fisik. Oknum Dewan tersebut langsung memukul Robin sembari melontarkan kata-kata kotor. Tak lama berselang, anak pelaku datang dan ikut melayangkan pukulan secara membabi buta.
"Saya terjepit di dalam mobil. Akhirnya saya putuskan untuk langsung membawa mobil masuk ke rumah," cerita Robin.
Bukannya mereda, aksi arogan keluarga ini justru berlanjut. Istri oknum Dewan tersebut bersama anaknya mendatangi rumah korban.
"Sampai di dalam rumah, saya masih diserang. Istrinya bahkan mencakar saya. Mereka satu keluarga kompak mengeroyok saya," tambahnya lagi.
Akibat kejadian itu, Robin mengaku mengalami trauma dan luka fisik di bagian kepala serta badan.
"Saya menuntut keadilan. Seharusnya jadi teladan, bukan Arogan, karena dia sebagai anggota dewan supaya jangan suka-sukanya ke depan sebagai wakil rakyat. Seharusnya dia mencari contoh dan menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat, bukan menjadi membuat citra buruk," harapnya.
Merasa dipermalukan di depan warga sekampung, Robin akhirnya resmi menyeret oknum anggota Dewan beserta anak dan istrinya ke jalur hukum dengan melaporkan tiga orang tersebut ke Polrestabes Medan.
"Harga diri saya sudah terinjak-injak, satu kampung ini tahu. Saya sangat malu. Saya menuntut keadilan agar tindakan arogan seperti ini diproses hukum.
Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, oknum anggota dewan berinisial AT tersebut tidak merespon hingga berita terbit. (Rom)