Laporan Ibu Bhayangkari Pakpak Bharat Memasuki Babak Baru, Propam Poldasu Proses Laporannya

Editor: Redaksi1 author photo
MEDAN - Hotma Ulinta boru Panjaitan S.Tr.Keb, seorang Ibu Bhayangkari dari Pakpak Bharat, mencari keadilan di Polda Sumut terkait prahara rumah tangganya dengan Brigadir F, anggota Polres Pakpak Bharat memasuki babak baru. 

Dimana saat ini, melalui surat panggilan Nomor : B/628/VIII/HUK.12.10/2025/Bidpropam, Hotma dipanggil dan dimintai keterangannya terkait dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan suaminya.
 
Dalam pemeriksaan di Unitriksa 3 Urgakkum Subbidprovos Bidpropam Polda Sumut, Hotma mengungkapkan sejumlah keluhan terhadap Brigadir F. Diantaranya adalah tidak diberikan nafkah lahir dan batin selama pernikahan, dugaan suaminya memiliki wanita idaman lain (WIL), serta terlibat dalam aktivitas judi online.
 
"Tidak hanya itu, saya juga beberapa kali mendapat ancaman dan perlakuan kasar. Bahkan, dia mengancam akan menghabisi nyawa saya jika saya melapor ke polisi," ungkap Hotma kepada wartawan usai pemeriksaan, Selasa (19/8/2025).
 
Hotma juga mempermasalahkan pinjaman sebesar Rp200 juta yang dilakukan Brigadir F tanpa sepengetahuan dirinya. "Saya hanya tahu soal pinjaman Rp45 juta yang sudah lunas. Tapi pinjaman Rp200 juta ini saya tidak tahu menahu, termasuk untuk apa uangnya," imbuhnya.

Parahnya lagi, lanjut Hotma, ia mengaku pernah diancam akan ditembak oleh F. Ancaman diduga dilakukan Brigadir F agar ia tidak mengadu ke Propam maupun atasannya."Kemudian, setelah kami cekcok didalam rumah tangga, dia ini juga pernah mengancam menembak saya menggunakan pistol dinas." terang Hotma.

Ia berharap Kapolda Sumut segera mengambil tindakan tegas terhadap Brigadir F. "Saya berharap keadilan, karena saya merasa sudah diperlakukan tidak adil dan ini sangat mengganggu mental saya," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Hotma Ulinta boru Panjaitan S.Tr.Keb (32), ibu Bhayangkari Polres Pakpak Bharat, melaporkan suaminya, Brigpol F, ke Bidang Propam Poldasu. Ia terpaksa melapor dikarenakan merasa nyawanya terancam akan ditembak. Adapun laporan lainnya adalah terkait dugaan tindak kekerasan, perselingkuhan dan pemalsuan tanda tangan. 
 
Sejak menikah pada 16 Juni 2022 (Akta Nikah No. 1215-31082022-002), Hotma mengaku tak mendapatkan nafkah lahir batin. Suaminya justru kecanduan judi online, berhutang tanpa sepengetahuannya, dan menyembunyikan gaji serta tunjangan. (Rom)
Share:
Komentar

Berita Terkini