![]() |
Simalungun - Usia tak menghalangi semangat pengabdian. IPDA Heriono, perwira Satlantas Polres Simalungun yang sebentar lagi memasuki masa pensiun, justru semakin giat turun ke lapangan. Pada malam Rabu (14/1), ia rela begadang membagikan ratusan botol kopi kepada pengemudi yang melintas di Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
"Saya bangga menjadi anggota Polri. Sampai tahap ini, ini adalah pangkat terakhir yang saya terima – sebuah penghargaan dari institusi untuk menjadi perwira. Terima kasih kepada rekan-rekan sesama tugas dan para pimpinan," ungkap IPDA Heriono dengan mata berkaca-kaca saat membagikan kopi di depan Markas Komando (Mako) Satlantas.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry, yang dikonfirmasi sekitar pukul 21.20 WIB, mengaku takjub dengan dedikasi sang perwira. "Di usia menjelang pensiun, beliau masih turun langsung ke jalan. Ini bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati untuk menghadirkan negara di tengah masyarakat," ujarnya penuh hormat.
Kegiatan pembagian kopi gratis berlangsung mulai pukul 20.30 WIB hingga larut malam. Sebagai Penanggung Jawab Kegiatan (Padal), IPDA Heriono didampingi Aiptu Jhon Purba dan sejumlah personel Satlantas lainnya. Mereka menghentikan kendaraan roda empat ke atas, kemudian memberikan kopi dengan senyum ramah.
"Kegiatan ini bertujuan menjaga fokus pengemudi saat berkendara serta menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Simalungun," jelasnya sambil menyerahkan kopi kepada seorang sopir bus yang terkejut.
Selain memberikan kopi, IPDA Heriono juga secara sabar memberikan arahan keselamatan. "Saya himbau agar para pengemudi selalu berhati-hati, mengingat jalan dari Pematangsiantar menuju Perdagangan masih banyak yang berlubang," katanya kepada setiap pengemudi yang berhenti.
Cuaca yang mendukung membuat suasana semakin hangat. Satu per satu kendaraan berhenti, pengemudi turun menerima kopi, bersalaman, dan mengucapkan terima kasih.
Seorang sopir truk pengangkut sawit tampak terharu. "Pak Polisi luar biasa. Sudah mau pensiun masih peduli dengan keselamatan kami. Dapat kopi gratis sekaligus nasihat baik. Terima kasih banyak, semoga sehat selalu," ujarnya sambil memeluk IPDA Heriono.
Seorang pengemudi taksi online juga merasa terkesan. "Pertama kali saya diberhentikan polisi lalu dikasih kopi – biasanya kan ditilang," katanya sambil tertawa. "Pak Polisi ini benar-benar berbeda. Semoga bapak bahagia di masa pensiun."
IPDA Heriono juga mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas. "Mohon selalu mematuhi rambu-rambu. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama," pesannya dengan tegas namun hangat.
Menurutnya, hasil yang dicapai malam itu sangat memuaskan. "Alhamdulillah, informasi tentang situasi jalan sudah tersampaikan, dan para pengemudi memahami pentingnya tertib berlalu lintas," ujarnya.
Ia menambahkan, respon positif dari masyarakat membuat semua lelah terbayar. "Para pengemudi mengucapkan terima kasih kepada petugas. Terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas adalah kepuasan terbesar saya," ungkapnya dengan senyum lebar.
AKP Verry menegaskan, aksi IPDA Heriono adalah bukti bahwa pengabdian polisi tidak mengenal batas usia. "Beliau mengajarkan bahwa melayani masyarakat harus sampai titik darah penghabisan. Sampai detik terakhir berseragam, beliau tetap total," ujarnya.
Aiptu Jhon Purba mengaku banyak belajar dari atasannya. "Pak Heriono adalah inspirasi. Dari beliau kami belajar bahwa menjadi polisi bukan soal pangkat, tapi keikhlasan melayani," ujarnya dengan kagum.
Hingga kegiatan berakhir, ratusan pengemudi telah menerima kopi dan nasihat berharga. Malam itu, jalan raya di Simalungun tidak hanya tertib dan lancar, tapi juga dipenuhi kehangatan dari pengabdian seorang polisi yang semangatnya tak pernah padam.
"Ini pengabdian terakhir saya. Saya ingin hari-hari terakhir berseragam ini benar-benar bermakna," pungkas IPDA Heriono sambil melambaikan tangan kepada pengemudi yang melaju pergi. (Rel)
