Enduro North Sumatera (ENS) Seri ke-2 Akan digelar di Puncak Origon

Editor: Romeo galung author photo



TAKENGON - Setelah Kaldera Toba, Sumatera Utara, kini Aceh Tengah mendapat kesempatan sebagai tuan rumah dalam kegiatan  Enduro North Sumatera (ENS) Seri ke-2 yang akan digelar di Bur (Bukit) Pepara (Bur/ Puncak Origon), Kecamatan Lut Tawar kabupaten Aceh tengah, pada 25-26 Desember 2021

Menurut Juru Bicara Gayo Enduro, Vito Fitra, kegiatan ini melibatkan berbagai pembalap profesional dan pencinta olahraga sepeda di Sumatera dan berbagai daerah lain di Indonesia.

“Yang sudah mendaftar untuk kegiatan Enduro ini dari Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sumbar, Kepulauan Riau dan Provinsi Riau serta Sumut dan Aceh,” jelas Vito, kepada media ini

Vito menambahkan “Start kita mulai di Bur Pepara, dan finish di Mendale. Jadi awalnya peserta diangkut ke Bur Pepara untuk ke garis start, kemudian melalui jalan hutan dan perkebunan warga, baru ke finish di sekitar kawasan Puteri Pukes, Kebayakan,” sebut Vito.

Selain itu peserta juga bisa menikmati pemandangan Lut Tawar setelah tiba di venue yang disiapkan panitia, yakni di kawasan wisata Ujung Mepar dengan konsep camping ground, tepatnya disisi utara Danau Lut Tawar.

Kategori lomba yang dimaksud adalah untuk laki-laki kelas Men Junior, yakni usia di bawah 19 tahun, Men Open 20 Tahun ke atas. Men Master A untuk peserta yang berusia 30 Tahun keatas yang belum pernah meraih juara 1, 2 dan 3 ENS Seri ke-1 2021 maupun seri terakhir 2020.

Kelas lainnya yakni Men Master A untuk pria berusia 30 hingga 39 Tahun yang belum pernah juara ESN, Men Master B berusia 40 hingga 49 Tahun yang belum pernah juara ESN. Men Master C juga diperuntukkan bagi Laki-laki berusia 50 Tahun keatas yang belum pernah meraih juara ENS.

Sementara untuk wanita, kelas Women Open diperuntukkan bagi usia bebas. Mengenai peraturan, Vito memaparkan bahwa perlombaan ini merupakan perlombaan sepeda gunung atau mountainbike dengan model Enduro (END).

“Perlombaan race ini bekerja sama dengan ISSI Aceh Tengah dan mengikuti standar United Cycling International (UCI),” kata Vito yang juga salah seorang pengurus ISSI Aceh Tengah tersebut.

Vito juga mengatakan Peserta wajib menggunakan sepeda jenis MTB (XC, AM, DH), dan tidak diperkenankan selain jenis tersebut. Setiap peserta juga wajib mengutamakan keselamatan dengan menggunakan perlengkapan safety seperti helm, sepatu, protector dan sarung tangan. Peserta harus berlaku sportif dan memberi laluan kepada pelomba yang lebih cepat di belakangnya,” ujar Vito. (Erwin)

Share:
Komentar

Berita Terkini