Sambut Idul Adha, Dinas Lingkungan Hidup Sumut Ajak Warga Sukseskan Gerakan 'Kurban Asyik Tanpa Plastik'

Editor: Romeo galung author photo

Kurban Asyik Tanpa Plastik

MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup menghimbau agar seluruh panitia Idul Adha 1440 H menggunakan wadah yang ramah lingkungan saat membagikan daging kurban, tidak menggunakan kantong plastik kresek hitam serta tetap mengikuti protokol kesehatan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara, dr Tengku Amri Fadli, M.Kes. Ia menjelaskan bahwa sesuai surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor SE.2/PSLB3/PS/PLB.0/7/2019 tentang Pelaksanaan Hari Raya Iduladha Tanpa Sampah kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

"Himbauan ini ditujukan kepada setiap kepala daerah agar mengajak warganya dapat menggunakan kemasan ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban. Kantong plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alamiah," ujar Kadis Lingkungan Hidup Sumut, dr Tengku Amri Fadli, M.Kes, Senin (19/7/2021). 


Amri menambahkan bahwa kantong plastik kresek hitam merupakan hasil dari proses daur ulang plastik bekas pakai yang mengandung zat karsinogen dan berbahaya bagi kesehatan. Kantong plastik kresek berwarna, terutama hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang dan dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui, sehingga dalam proses pembuatannya berbahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

"Mari kita menggunakan alternatif pembungkus daging ramah lingkungan⁣ atau dengan membawa wadah sendiri yang terbuat dari bahan ramah lingkungan seperti terbuat dari bambu,  dari daun kelapa, dari pandan, daun jati, daun pisang, atau bisa dengan box daging (wadah makanan). Bila tempat daging ini dibuang maka limbahnya bisa cepat terurai sehingga bahaya kerusakan alam terkurangi," terangnya. 

Gerakan #kurbanasyiktanpasampahplastik bertujuan mengedukasi masyarakat agar dapat beralih ke kemasan alternatif yang ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban, diharapkan volume sampah khususnya sampah plastik, yang biasanya meningkat pada saat Iduladha diharapkan bisa diantisipasi dan diminimalisir.

"Momen Idul Adha dinilai tepat untuk meluncurkan gerakan pengurangan sampah plastik. Masyarakat dapat memanfaatkan daun pisang/jati, plastik gelatin/singkong, dan wadah makanan”, terang Amri mengakhiri. (Rom)

Share:
Komentar

Berita Terkini