-->

Utang Jadi Motif, Dua Pemuda Diduga Rampok dan Bunuh Driver Taksi Online di Asahan

Editor: 3N author photo


ASAHAN | METRO24JAM.CO.ID – Polisi mengungkap motif di balik kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap Muhammad Imran (33), seorang pengemudi taksi online asal Binjai. Jasad korban ditemukan di area perkebunan kelapa sawit Desa Dadimulyo, Kisaran, Kabupaten Asahan.

Dua tersangka berinisial MAH (22) dan FSO (22) ditangkap di tempat persembunyian mereka di Kota Medan, kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan. Polisi juga mengamankan mobil milik korban yang diduga dibawa kabur setelah kejadian.

Berdasarkan keterangan tersangka MAH, aksi tersebut diduga telah direncanakan dengan memesan jasa taksi online melalui aplikasi. Keduanya disebut terdorong melakukan perampokan karena membutuhkan uang untuk membayar utang.

MAH mengaku korban dililit kawat pada bagian leher, kemudian ditusuk di sejumlah bagian tubuh. Setelah itu, jasad korban dibuang dan disembunyikan di semak-semak perkebunan sawit.

Saat penangkapan, kedua tersangka disebut melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian kaki mereka.

Ayah korban, Muhammad Ali, mengapresiasi gerak cepat kepolisian dan meminta kedua tersangka dijatuhi hukuman seberat-beratnya, termasuk hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kini, kedua tersangka dan barang bukti masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Sumatera Utara untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut. (Ril)

Share:
Komentar

Berita Terkini