Keluarga Winda Lorenza Gowasa Lapor Dugaan Pembunuhan ke Polda Sumut, Soroti Luka di Tubuh Korban

Editor: 3N author photo


MEDAN | METRO24JAM.CO.ID — Keluarga besar Winda Lorenza Gowasa resmi melaporkan dugaan tindak pidana pembunuhan ke Polda Sumatera Utara, Jumat (7/8/2026). Langkah ini diambil setelah keluarga menemukan sejumlah kejanggalan dalam kematian korban yang semula disampaikan sebagai dugaan bunuh diri.

Laporan dibuat oleh ayah korban, Sanalui Gowasa, didampingi kuasa hukum dari Bidang Hukum Laskar Prabowo 08 DPD Sumut. Pengaduan tercatat dengan nomor LP/B 1286/VIII/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.

Keluarga menolak menerima keterangan awal yang menyatakan Winda meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, seorang anggota Polri. Kuasa hukum keluarga, Paul Junisu Jethro Tambunan, menjelaskan kejanggalan mencuat saat jenazah tiba di rumah duka.

“Kejanggalan muncul saat jenazah dibawa ke rumah duka, di mana banyak luka lebam dan luka sayatan di lutut. Sehingga keluarga besar Winda Lorenza Gowasa membuat pengaduan ke Polda Sumut terkait laporan dugaan tindak pidana pembunuhan.”

Selain kondisi fisik jenazah, keluarga juga mempertanyakan keterlambatan penyampaian informasi serta adanya permintaan agar jenazah segera dimakamkan. Mereka meminta seluruh fakta diungkap secara transparan dan objektif.

“Kami berharap polisi mengungkap kasus ini dan memberikan keadilan bagi orang tua serta keluarga besar Winda Lorenza.”

Kronologi Versi Penyelidikan Awal Polisi

Diketahui Winda ditemukan tewas di kamar mandi rumah di Kompleks Perumahan Bumi Asri, Medan, Senin (3/8/2026) sore. Korban datang menemui mantan suaminya, Brigadir I (anggota Polrestabes Medan).

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan senjata api awalnya disimpan dalam tas saat Brigadir I beristirahat. Korban diduga mengambil senjata tanpa sepengetahuan pemiliknya, masuk ke kamar mandi, lalu terdengar suara ledakan.

Polisi telah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa saksi. Jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian. Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumut bersama penyidik saat ini masih mendalami seluruh aspek peristiwa tersebut. (Ril)

Share:
Komentar

Berita Terkini