Diduga Ada "Bisnis" Dibalik Macetnya Air PAMSIMAS, Warga Desa Pulo Bandring Menjerit Kekeringan

Editor: Redaksi1 author photo
ASAHAN – Niat mulia Pemerintah Pusat menghadirkan air bersih di pedesaan lewat program PAMSIMAS tahun 2021 justru berbuah pilu dan amarah bagi warga Desa Pulo Bandring, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan. Fasilitas bantuan yang seharusnya mengalirkan kehidupan ke rumah-rumah warga, kini lebih sering mati daripada hidup.

​Puncaknya, lebih dari tiga hari terakhir, aliran air PAM Desa tersebut mampet total. Warga pun terpaksa gigit jari dan kesulitan memenuhi kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) sehari-hari.
​Di tengah jeritan warga yang kekeringan, sebuah ironi menyakitkan justru terpampang nyata di depan mata. Hanya berjarak beberapa meter dari lokasi mesin PAM Desa, aktivitas jual-beli air bersih justru berjalan lancar tanpa hambatan.

​Air bersih yang diperjualbelikan tersebut diduga kuat bersumber dari fasilitas PAM Desa yang sama. Kondisi ini memicu kecurigaan besar di tengah masyarakat. Muncul dugaan kuat adanya "permainan" terselubung oleh oknum tertentu yang sengaja mengorbankan hak warga demi meraup keuntungan pribadi.

​"Ini kan aneh sekali. Air ke rumah warga mati sampai tiga hari, tapi tak jauh malah ada yang jualan air bersih. Kami menduga air ini sengaja dimainkan supaya warga terpaksa membeli," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya dengan nada geram.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Asahan mmendengar keluhan warga dan mengusut perilaku tak terpuji tersebut. 

"Tolong diusut Pak Bupati," harap warga. 

Namun sayang, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Camat dan Kades Pulo Bandring tidak membalas konfirmasi wartawan. (Rom)
Share:
Komentar

Berita Terkini