Tamparan Keras! Emak-emak di Labura Nekat Bongkar Barak Narkoba, Praktisi Hukum: Polres Labuhanbatu Gagal total

Editor: Redaksi1 author photo
​LABUHAN BATU – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh aksi heroik sekaligus menyayat hati dari seorang ibu di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Tanpa rasa takut, perempuan tersebut nekat membongkar sendiri sebuah barak narkoba yang beroperasi di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

​Aksi "the power of emak-emak" ini sontak viral dan memicu kritik pedas dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Praktisi Hukum Sumatera Utara, Asril Siregar, S.H., M.H. 

Ia menilai peristiwa ini sebagai potret kelam sekaligus tamparan keras bagi aparat penegak hukum setempat.

​"Apa yang dilakukan ibu ini sangat gagah berani dan wajib kita apresiasi. Namun di sisi lain, ini adalah tamparan keras bagi jajaran Polres Labuhanbatu. Mengapa? Karena masyarakat justru lebih tahu, lebih peduli, dan jauh lebih berani bertindak ketimbang aparatnya sendiri," ujar Asril kepada media.

​Hal yang paling menyita perhatian dan bikin geleng-geleng kepala adalah lokasi barak tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tempat transaksi dan pesta narkoba itu berdiri kokoh tepat di belakang rumah sang bandar.

​Asril menilai fakta ini menjadi bukti nyata tumpulnya fungsi pengawasan dan penindakan oleh kepolisian Polres Labuhan Batu dan jajaran.

​"Ini sangat ironis dan menggelikan. Barak narkoba itu ada di depan mata, persis di belakang rumah bandarnya. Bagaimana mungkin polisi bisa kecolongan, sementara seorang ibu rumah tangga dengan mudah mengendusnya? tegas Asril.

​Lebih lanjut, Asril mendesak Kapolres Labuhanbatu untuk segera turun tangan memberikan perlindungan hukum dan jaminan keamanan ekstra bagi sang ibu beserta keluarganya. Ada kekhawatiran besar bahwa sindikat narkoba yang merasa bisnisnya diusik akan melakukan intimidasi atau tindakan balasan.

​"Kami minta Polres Labuhanbatu peka. Jangan sampai ibu yang berani ini malah menjadi sasaran balas dendam para bandar karena mereka merasa terusik," cetusnya.

​Asril juga meminta Kapolda Sumatera Utara untuk segera mengambil tindakan tegas dan mengevaluasi kinerja Kapolres Labuhanbatu beserta seluruh jajaran Satres Narkoba di bawahnya.

​"Kami menganggap ini adalah bukti kegagalan Polres Labuhanbatu dalam memberantas tindak pidana narkoba. Kami meminta Bapak Kapolda Sumut untuk melakukan evaluasi menyeluruh," kata Asril.

​Di akhir penyataannya, Asril menegaskan bahwa ia bersama elemen masyarakat sipil lainnya akan terus mendukung penuh gerakan warga yang berani melawan dan membongkar jaringan narkoba demi menyelamatkan generasi muda di Sumatera Utara. 

Dineritakan sebelumnya, Viral, video di media sosial memperlihatkan seorang emak-emak mendatangi barak narkoba yang berada di halaman samping rumah warga di Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Dalam video disebut rumah yang ada di lokasi itu diduga milik bandar narkoba. (Rom) 




Share:
Komentar

Berita Terkini