-->

Baru Dua Hari Dipasang, Box Culvert Proyek Rp2,5 Miliar Ambruk! Warga Negara Beringin Murka

Editor: 3N author photo


DELI SERDANG | METRO24JAM.CO.ID – Kualitas pengerjaan proyek drainase peningkatan ruas Jalan Desa Negara Beringin–Simpang Greahan, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, menjadi sorotan setelah box culvert (gorong-gorong beton kotak) dilaporkan ambruk meski baru sekitar dua hari dipasang.

Peristiwa yang terjadi di Dusun I, Desa Negara Beringin, Sabtu (7/11/2026), memicu kemarahan ratusan warga dan pengguna jalan. Ambruknya konstruksi tersebut mengakibatkan kemacetan panjang selama beberapa jam.

Sejumlah pengendara, termasuk warga yang hendak menuju bandara dan rumah sakit serta sopir truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, ikut terdampak akibat terganggunya arus lalu lintas.

Warga memprotes lambannya penanganan pihak pelaksana di lokasi. Mereka juga mempertanyakan jaminan keselamatan kendaraan yang melintas serta tanggung jawab apabila terjadi kerusakan akibat kondisi konstruksi tersebut.

Di tengah protes warga, seorang pria bermarga Tambunan yang mengaku sebagai pelaksana proyek memberikan penjelasan mengejutkan. Ia mengakui bahwa box culvert yang dipasang tidak sesuai dengan pesanan.

"Ini akan kita ganti semua, Bang. Karena box culvert ini tidak sesuai yang kita pesan," ujarnya kepada warga.

Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait proses pengadaan, pemeriksaan material, hingga pengawasan sebelum konstruksi dipasang. Bagaimana material yang disebut tidak sesuai pesanan bisa diterima dan digunakan dalam proyek pemerintah?

Diketahui, proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Sumber Daya Alam, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp2.566.433.000, dengan pelaksana CV H. Simon.

Sejumlah warga juga mengungkapkan bahwa pengerjaan proyek tersebut sebelumnya telah beberapa kali menuai protes. Bahkan, keluhan masyarakat disebut telah disampaikan kepada pihak pelaksana, namun warga menilai belum mendapat penanganan sebagaimana yang diharapkan.

Ambruknya box culvert yang baru dipasang semakin memperkuat desakan masyarakat agar kualitas pekerjaan dan sistem pengawasan proyek diperiksa secara serius.

Dinas SDABMBK Deli Serdang, khususnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan pengawas, diminta memberikan penjelasan terbuka mengenai spesifikasi material, proses pemeriksaan, pengawasan pemasangan, serta pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan konstruksi tersebut.

Pergantian box culvert sebagaimana dijanjikan pelaksana memang perlu dilakukan. Namun, persoalan tidak boleh berhenti pada penggantian material. Evaluasi menyeluruh dan pemeriksaan kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas.

Sebab, proyek bernilai miliaran rupiah yang bersumber dari uang rakyat seharusnya menghasilkan pembangunan berkualitas dan aman digunakan masyarakat, bukan justru menimbulkan kemacetan, keresahan, dan pertanyaan mengenai tanggung jawab pelaksana maupun pengawas proyek. (Ril)

Share:
Komentar

Berita Terkini