-->

PPMSU Demo Mabes Polri, Desak PTDH dan Bareskrim Ambil Alih Kasus Winda Lorenza

Editor: Redaksi1 author photo
JAKARTA — Persatuan Pemuda Mahasiswa Sumatera Utara (PPMSU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9). Massa mendesak pengusutan tuntas atas kejanggalan kematian Winda Lorenza, mantan istri oknum anggota Polsek Medan Sunggal, yang diduga menjadi korban pembunuhan berencana dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

​Perwakilan Mabes Polri menyambut langsung puluhan massa aksi untuk menerima berkas laporan serta poin-poin tuntutan yang dibawa dari Sumatera Utara.

​Mabes Polri berjanji akan menindaklanjuti temuan tersebut dan meneruskannya ke divisi terkait, seperti Bareskrim dan Divpropam Polri.

​Koordinator Aksi PPMSU, Oza Hasibuan, menyampaikan bahwa penyambutan oleh Mabes Polri merupakan langkah awal yang positif. Meski begitu, pihak mahasiswa menegaskan tiga poin tuntutan utama:

​1. Pengambilalihan Kasus: Mendesak Bareskrim Mabes Polri mengambil alih seluruh proses penyidikan dari daerah demi menjamin independensi hukum.
​2. Sanksi Tegas Terduga Pelaku: Menuntut penahanan, Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH), serta pemenjaraan terhadap mantan suami korban yang diduga kuat sebagai pelaku utama.
​3. Usut Tuntas Indikasi TPPO: Transparansi penuh atas dugaan jaringan TPPO yang melibatkan oknum pejabat kepolisian.

​"Kami mengapresiasi iktikad baik perwakilan Mabes Polri. Namun, PPMSU akan terus mengawal janji ini di Mabes Polri, Komnas HAM, hingga PPATK sampai terduga pelaku diproses hukum dan keadilan bagi almarhumah Winda Lorenza terwujud," tegas Oza Hasibuan.

​Usai menyerahkan berkas di Mabes Polri, massa PPMSU melanjutkan aksi menuju kantor Komnas HAM RI untuk mendorong pengawasan independen dan pelacakan transaksi keuangan terkait kasus ini. (Riki)
Share:
Komentar

Berita Terkini