MEDAN — Isak tangis dan duka mendalam masih menyelimuti keluarga Enda Ansari (ibu korban), warga yang kehilangan buah hatinya secara tragis. Rizki Firmansyah (6), bocah malang yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD) tewas setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Kasih II, Kedai Durian, Delitua yang melibatkan sebuah mobil pikap BK 88XX VO yang dikendarai ISS.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu (18/10) sore sekitar pukul 17.30 WIB. Di mata sang ibu, petaka itu datang begitu cepat merenggut keceriaan sang buah hati yang sedianya baru saja dipanggil pulang untuk mandi.
Enda menuturkan, sore itu dirinya memanggil anaknya, Rizki yang masih asyik berlari dan bermain di sekitar lokasi. Bocah tak berdosa itu sempat menjawab panggilan ibunya dan berlari kecil.
Namun, di saat bersamaan, sebuah mobil pikap melintas. Enda awalnya menyangka sang anak akan menghampirinya, namun nahas, Rizki justru berada di sisi kiri kendaraan tersebut.
"Kupikir dia mau ke arah aku jalannya, rupanya dia lewat sebelah kiri pikap. Jadi aku gak tahu anakku sudah terjatuh. Kulihat dia udah di bawah ban mobil," ungkap Enda dengan suara bergetar, Minggu (1/11/2026).
Melihat anaknya berada di bawah kolong kendaraan, kepanikan luar biasa langsung melanda sang ibu. Ia berteriak histeris meminta sopir menghentikan laju kendaraannya.
Enda menyebutkan bahwa pengemudi pikap tersebut seolah tidak menghiraukan teriakan peringatan darinya sebelum musibah fatal terjadi.
"Bang, berhenti! Anakku udah di bawah," kenang Enda saat memanggil sang sopir.
"Tapi sopir ini gak menghiraukan aku. Udah anakku kelindes, barulah sopir itu berhenti turun."
Tak berhenti di situ, kepedihan Enda semakin menjadi ketika sopir tersebut menolak memberikan bantuan darurat kepada korban yang sekarat. Alih-alih menolong, sang pengemudi disebut hanya berdiam diri menyaksikan korban.
"Lalu aku minta tolong, gak mau dia nolongin, dia hanya menonton. Karena dia menonton aja, kuangkat anakku ini langsung kubawa ke rumah sakit sama ponakanku," tambahnya penuh pilu.
Korban awalnya dilarikan ke Rumah Sakit Hidayah. Namun, karena keterbatasan fasilitas medis di sana, bocah malang tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Sejati.
Selama tiga hari tiga malam berjuang di ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) dengan luka parah akibat lindasan, nyawa Rizki akhirnya tidak tertolong.
Bocah ceria itu mengembuskan napas terakhirnya, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Atas tragedi dan kelalaian yang merenggut nyawa keponakannya, paman korban, Hendra, secara tegas mendesak pihak kepolisian/penyidik agar segera bertindak cepat menangkap pengemudi pikap maut tersebut.
"Kami pihak keluarga berharap kepada pihak penyidik untuk segera, secepatnya sopir yang melindas kemenakan saya ini ditahan atau ditangkap. Kami mohon kepada pihak penyidik," tegas Hendra.
Senada dengan sang paman, Enda yang kini harus hidup dalam bayang-bayang kehilangan anak tercintanya hanya bisa menuntut keadilan yang setimpal.
"Harapanku, mohonlah perlindungan. Aku minta hukuman seadil-adilnya untuk si sopir ini," tutup Enda dengan penuh haru.
Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolsek Delitua, AKP Kennedy Sitompul tidak membalas konfirmasi wartawan.
Penyidik Unit Lantas Polsek Delitua, Aipda Rusdin Sinulingga yang dikonfirmasi mengatakan supir mobil pikap BK 88XX VO yang melindas korban belun ditahan.
"Saksi sudah diperiksa. Saksi baru 1 diperiksa. Karena kalau anak-anak tidak bisa diperiksa. Nanti akan kami gelarkan," katanya.
Ketika ditanya mengapa tidak ditahan, ia mengatakan bahwa bisa saja ditahan, namun harus melengkapi berkasnya.
"Harus kita lengkapi dulu baru kita gelarkan. Mobil ditahan di gudang Jalan Ngumban Surbakti/Sedap Malam 15," terangnya mengakhiri. (Rom)
