Sekolah Rakyat Terbesar Ketiga di Indonesia, SRT 1 Deli Serdang Resmi Terima Siswa Baru

Editor: 3N author photo


HAMPARAN PERAK | METRO24JAM.CO.ID – Sebanyak 419 siswa resmi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Deli Serdang, yang berlokasi di Desa Tandam Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kamis (30/7/2026). Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, sekaligus menandai dimulainya perjalanan belajar di sekolah berasrama yang merupakan bagian dari program strategis Pemerintah untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Jembatan Putuskan Mata Rantai Kemiskinan

Bupati Deli Serdang menyatakan Pemkab mendukung penuh kehadiran Sekolah Rakyat sebagai upaya nyata membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain menyediakan lahan, Pemkab juga menjangkau dan meyakinkan para orang tua agar memberikan kesempatan kepada anak-anak mereka menempuh pendidikan di sekolah ini.

“Harapan kita, Sekolah Rakyat menjadi jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketertinggalan pendidikan. Semua anak yang ada di sini adalah anak-anak yang ingin maju. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi emas Indonesia, khususnya di Kabupaten Deli Serdang,” ujar Asri.

Bupati juga meyakinkan para orang tua bahwa asrama bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pembinaan karakter dan masa depan anak. Sebagai bentuk dukungan tambahan, Bupati meminta para camat mendata keluarga siswa dari kelompok desil 1 dan 2 yang memenuhi syarat, agar dapat diupayakan program bedah rumah.

Sekolah Terintegrasi, Terbesar Ketiga di Indonesia

Kepala SRT 1 Deli Serdang, Leni Lasmaria, menjelaskan sekolah ini merupakan pengembangan dari Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) yang sebelumnya beroperasi di Sentra Insyaf Medan, Lau Bakeri, Kutalimbaru. Kini berkembang menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang melayani jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh siswa dari Kutalimbaru akan bergabung di Hamparan Perak.

Sekolah menerapkan kurikulum yang sama dengan sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan sistem penyetaraan. “Di Sekolah Rakyat tidak ada perundungan, tidak ada intoleransi, dan tidak ada kekerasan fisik. Tidak ada juga batasan usia,” tegas Leni.

Dibangun di atas lahan seluas tujuh hektare, SRT 1 Deli Serdang disebut sebagai Sekolah Rakyat terbesar ketiga di Indonesia, bahkan memiliki lapangan sepak bola berstandar FIFA. Pemenuhan tenaga pendidik terus dilakukan dan akan ada penambahan pada September mendatang.

Ketua Pelaksana SRT 1 Deli Serdang, Langgeng Setiawan, menyebut 419 siswa berasal dari 22 kecamatan se-Kabupaten Deli Serdang — terdiri atas 60 siswa SD, 90 siswa SMP, 120 siswa SMA, serta 149 siswa angkatan sebelumnya. MPLS diawali dengan kegiatan penempatan di asrama sekaligus pengenalan lingkungan sekolah.

“Dengan fasilitas lengkap yang ada, kami optimistis anak-anak dapat berkembang sesuai potensi masing-masing,” ujar Langgeng.

Acara pembukaan MPLS juga dimeriahkan penampilan orasi dalam tiga bahasa (Inggris, Jepang, Arab), seni budaya, dan paduan suara. Kegiatan ditutup dengan penyematan tanda peserta didik secara simbolis oleh Bupati didampingi jajaran Forkopimda Deli Serdang. (Ril)

Share:
Komentar

Berita Terkini