TOBA | METRO24JAM.CO.ID – Yayasan Soposurung (Yasop) bersama Himpunan Masyarakat Bona ni Pasogit di Jerman (Himaboni e.V.) resmi meluncurkan Program Kursus Bahasa Jerman Gratis di Balige. Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita di Pesanggrahan Balige, dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu mewakili Bupati, Ketua DPRD Franshendrik Tambunan, serta sejumlah pejabat daerah.
Program yang diikuti 60 peserta angkatan pertama ini bertujuan menjadi pintu masuk bagi generasi muda Toba untuk mengakses pendidikan, pelatihan, dan peluang kerja di tingkat internasional.
Ketua Pembina Yasop dr. Tota Manurung menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian diaspora Batak Toba di Jerman yang ingin berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tano Batak. Kursus diselenggarakan secara gratis dengan misi sosial, budaya, dan pendidikan tanpa memungut biaya apapun dari peserta.
"Kami ingin membuka kesempatan bagi anak-anak muda Toba agar memiliki kemampuan bahasa asing sebagai bekal mengembangkan diri dan meraih peluang karier di tingkat global," ujarnya, sambil berharap mendapatkan dukungan untuk keberlanjutan program.
Ketua Himaboni Toga Panjaitan menyampaikan bahwa gagasan program lahir dari keinginan diaspora Batak di Jerman untuk memberikan kontribusi nyata bagi kampung halaman. Melalui pendanaan hibah yang diperoleh, program ini dapat diwujudkan untuk membantu anak muda yang memiliki potensi namun terkendala biaya dalam belajar bahasa asing.
"Bahasa adalah jembatan menuju pendidikan internasional, jejaring global, dan kesempatan bekerja di luar negeri," katanya yang bermukim di Hamburg, Jerman.
Mewakili Pemkab Toba, Sekdakab Paber Napitupulu menyambut baik program ini dan berharap semakin banyak generasi muda Toba yang memiliki kompetensi bahasa asing. Ketua DPRD Franshendrik Tambunan juga memberikan motivasi agar peserta mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh, sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Samron Simanjuntak berharap program mampu melahirkan generasi muda yang berdaya saing internasional.
Yasop dan Himaboni berharap Balige dapat menjadi pusat pengembangan kemampuan bahasa asing di kawasan Danau Toba dan membuka jalan lebih luas bagi generasi muda menuju masa depan yang lebih baik. (Tomuan S)
