Pasar Sibolga Nauli Kembali Dilalap Api, Puluhan Kios Hangus di Gedung Renovasi APBN

Editor: 3N author photo


SIBOLGA |METRO24JAM.CO.ID – Kebakaran hebat kembali melanda Pasar Sibolga Nauli, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu malam (11/7/2026). Kobaran api yang membesar dengan cepat menghanguskan puluhan kios di lantai satu, dua, dan tiga bangunan pasar yang baru saja direnovasi menggunakan dana APBN senilai Rp66,55 miliar beberapa tahun lalu.


Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 00.00 WIB Minggu (12/7/2026), api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran terus berjibaku mengendalikan kobaran api yang masih membakar bagian dalam gedung pasar. Berdasarkan informasi dari lokasi, api diduga pertama kali muncul dari kawasan pasar daging di lantai dasar sebelum merambat ke area sembako dan lantai atas.


Suasana di lokasi dipenuhi kepanikan. Sejumlah pedagang yang memiliki kios di dalam gedung tampak histeris menyaksikan api melalap tempat usaha mereka. Di sisi lain, pedagang yang berjualan di pelataran pasar berupaya menyelamatkan barang dagangan sebelum kobaran api merembet.


Salah seorang pedagang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku merasa ada kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, para pedagang sebelumnya berencana menggelar pertemuan untuk menuntut penurunan pajak tahunan kios menyusul surat peringatan pengosongan paksa bagi yang menunggak pembayaran. Ia juga menyoroti pergantian petugas jaga malam yang terjadi tepat sebelum kebakaran serta sistem pipa air pemadam kebakaran yang tidak berfungsi saat dibutuhkan.


"Kami merasa ada yang tidak beres. Pipa air untuk keadaan darurat di setiap lantai bangunan juga tidak berfungsi sehingga api cepat membesar," ujarnya di lokasi kejadian. Pernyataan tersebut masih sebatas dugaan dan menunggu konfirmasi pihak berwenang.


Kebakaran ini menambah panjang daftar insiden yang menimpa Pasar Sibolga Nauli. Pada 5 Maret 2015, kebakaran besar menghanguskan ratusan kios dan berdampak terhadap sekitar 351 pedagang. Peristiwa serupa kembali terjadi pada 29 Januari 2025, ketika sejumlah kios di pelataran terbakar dan api merambat hingga menghanguskan rumah warga di Jalan Patuan Anggi. Kini, musibah kembali terjadi pada 11 Juli 2026.


Berdasarkan pendataan awal, diperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai miliaran rupiah mengingat banyaknya kios dan barang dagangan yang hangus. Bangunan pasar yang memiliki luas 11.421 meter persegi dengan total 1.265 unit kios dan los ini kini meninggalkan duka mendalam bagi para pedagang yang kehilangan sumber mata pencaharian.


Aparat kepolisian dan tim gabungan diperkirakan akan melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran, apakah dipicu korsleting listrik, kelalaian, atau faktor lainnya. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti kios yang terdampak maupun total kerugian material. (Ril)

Share:
Komentar

Berita Terkini