TEBING TINGGI — PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Utara melalui Cabang Tebing Tinggi menggelar Rapat Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) sebagai langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Deli Serdang pada 2 Februari 2026.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Cabang Jasa Raharja Tebing Tinggi Tengku Rahmuddin Amrah, didampingi staf Rahmat Hidayat dan Rini Lestari. Turut hadir perwakilan Polresta Deli Serdang, Dinas Kesehatan, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), serta Dinas Perhubungan Kabupaten Deli Serdang.
Dalam arahannya, Tengku Rahmuddin menegaskan bahwa penurunan kecelakaan lalu lintas tidak bisa dikerjakan sendirian. Ia menyampaikan Jasa Raharja terus mendorong program pencegahan melalui Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL), Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), sosialisasi ke sekolah, pemasangan spanduk di titik rawan, serta perhatian khusus pada perlintasan kereta api tanpa palang pintu.
Perwakilan Polresta Deli Serdang, Nasrul, menyatakan pihaknya akan mengedepankan langkah preventif sepanjang tahun ini. Fokusnya meliputi pendataan jalan rusak, edukasi keselamatan bersama Jasa Raharja ke sekolah, pembentukan Patroli Keamanan Sekolah (PKS), hingga dorongan agar materi tertib berlalu lintas masuk ke kurikulum pendidikan. Polresta juga mengusulkan penambahan rambu dan imbauan di perlintasan kereta api yang berisiko tinggi.
Dari SDABMBK Kabupaten Deli Serdang, Rio Khalif menyampaikan kesiapan menangani jalan berlubang sesuai kewenangan dinas sebagai bagian penting menurunkan potensi kecelakaan. Senada dengan itu, Risdo T. Pane dari Dinas Perhubungan menegaskan komitmen peningkatan penerangan jalan umum serta koordinasi dengan pemerintah desa terkait petugas penjaga di perlintasan tanpa palang pintu.
Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang memastikan kesiapan jejaring rumah sakit dalam penanganan korban kecelakaan dan membuka ruang koordinasi cepat apabila muncul kendala di lapangan.
Rapat FKLL ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor melalui langkah preventif, perbaikan infrastruktur dan penerangan jalan, edukasi keselamatan sejak usia sekolah, penataan perlintasan kereta api, serta optimalisasi layanan kesehatan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menekan angka kecelakaan secara lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan. (Red)
