![]() |
| Foto:ilustrasi |
Peristiwa perbuatan asusila itu terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dimana korban yang tengah menjalani magang di klinik tersebut diduga dilecehkan oleh seorang pria pemilik klinik pratama bernama DA (48).
Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku bukanlah dokter melainkan mantri yang pernah terlibat kasus serupa di Rumah Sakit Haji.
Paman korban, Dody (48), menuturkan peristiwa berawal saat korban sedang berada di klinik. Pelaku kemudian memaksa korban melakukan tindakan asusila di dalam ruangan klinik.
"Di klinik itu, jadi izinlah ditawarlah magang di situ. Nah, jadi entah kenapa terjadilah itu," ujar Dody saat dikonfirmasi awak media, Jum'at (20/2/2026).
Menurut Dody, pelaku tidak hanya melakukan pencabulan di dalam klinik, tetapi juga membawa korban ke dalam mobil dengan dalih tertentu.
Di dalam mobil, korban kembali mendapat perlakuan tidak senonoh.
"Gak ada sampai hubungan suami istri, cuma dicium-cium, paksa mencium bibir, paksa tangannya masuk ke bahu, ada macam-macam," ungkapnya.
Usai kejadian, pelaku memberikan uang sebesar Rp1,5 juta kepada korban dengan alasan biaya pengobatan. Namun keluarga mencurigai uang tersebut sebagai upaya membungkam korban.
"Uang 1,5 juta itu waktu korban luka mau di-haping (diraba) dalam mobil. Dia bilang 'jangan tahu-tahu orang tua', katanya gitu," lanjutnya.
Keluarga korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi rumah pelaku. Namun pelaku justru merespons dengan arogansi.
"Dia bilang 'aku banyak duit, biar uang lah, biar main uang kita di sana', gitu," kata Dody menirukan ucapan pelaku.
Tak terima dengan sikap pelaku, keluarga kemudian melaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan. Saat ini proses hukum sudah berjalan.
Keluarga mengaku sudah mendapat pendampingan dari penasihat hukum.
"Kalau memang dia mau mediasi, ada kesempatan, cuma pakai aturan. Kita kan ada kuasa hukum. Tapi dia lagak kali karena banyak uang," tegasnya.
Akibat kejadian tersebut, kondisi psikis korban mengalami trauma mendalam. Bahkan korban disebut sempat melempar ibunya sendiri karena ketakutan setiap melihat laki-laki.
"Trauma lah. Sampai mamaknya pun dilempar, kena mamaknya, biru muka mamaknya itu. Saking bencinya sama laki-laki. Waktu divisum, kejiwaannya yang dinilai, mental kejiwaan," tuturnya.
Sementara itu, pelaku sempat membuat pernyataan bahwa ia benar telah melakukan pencabulan terhadap korban.
Keluarga korban berharap kasus ini diproses secara adil dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
Terpisah, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu melalui telepon selulernya, DA tidak membalas konfirmasi wartawan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto belum membalas konfirmasi wartawan. (Rom)
