Kepling X Kelurahan Kwala Bekala Bantah Tuduhan Warga, Ia Ingatkan Jangan Mudah Terprovokasi

Editor: Romeo galung author photo
Kepling X Kelurahan Kwala Bekala Bantah Tuduhan Warga, Ia Ingatkan Jangan Mudah Terprovokasi
MEDAN - Kepala Lingkungan (Kepling) X, Kelurahan Kwala Bekala, Putri Shinta Elia Br Bancin mengatakan bahwa aksi demo yang dilakukan oleh beberapa warga di Kantor Kelurahan Kwala Bekala, pada Senin (20/11/2023) lalu adalah warganya. 

Hal ini disampaikannya saat memberikan surat klarifikasi kepada Metro24Jam.co.id di Jalan Pasar Baru, Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru. Ia mengatakan bahwa apa yang disampaikan warga tidak memiliki nilai kebenaran atas keseluruhan isinya serta tidak didasarkan pada fakta-fakta sesungguhnya yang terjadi di lapangan seperti di dalam berita "Pembagian Beras Bermasalah Di Kwala Bekala! Oknum Kepling Diduga "Bermain", Disebut Selewengkan Surat Undangan Kepada "Antek-Anteknya", dan "Pembagian Beras Bermasalah Di Kwala Bekala! (2) Ketua JPKP Sumut Akan Laporkan Oknum Kepling Dan "Antek-Anteknya".

"Terlebih informasi perihal saya pribadi selaku Kepala Lingkungan X, Kelurahan Kwala Bekala melakukan penggelapan beras PKH itu
tidaklah benar dan nilai tersebut bersifat asumsi belaka secara sepihak, sehingga menyesatkan (informasi belum teruji dan tidak berimbang). Tentunya pemberitaan yang demikian telah membuat nama saya pribadi selaku Kepala Lingkungan merasa dicemarkan, apalagi dengan demo yang dilakukan oleh 4-5 orang, tidak sesuai 11 orang yang diberitakan," ujar Kepling X, Putri Shinta Elia Br Bancin sesuai surat klarifikasi, Selasa (5/12/2023). 

Putri menambahkan bahwa sumber berita tidaklah sumber yang jelas, mengenai identitas dari pada yang diduga atau kurang kredibel dan tidak berkompeten atas apa yang diberitakan. 

"Tentunya pemberitaan yang demikian telah membuat nama saya selaku Kepala Lingkungan X yang menjadi tercemar buruk," tambahnya. 

Putri menjelaskan lagi bahwa jika ia terbukti bersalah, maka ia siap untuk dilaporkan sesuai dengan hukum dan perundang- undangan yang berlaku. 

Bahkan dalam keterangan yang didapatkan bahwa salah seorang pendemo bahkan tidak tahu bahwa beliau diajak untuk ikut aksi unjuk rasa dan Soni Aras Hasugian "Nia" yang ada didalam video di pemberitaan itu sebenarnya sudah menerima bantuan, tapi ia selaku warga malah memperkeruh suasana seakan belum mendapatkan bantuan. 

"Jujur saya selaku Kepala Lingkungan bukan takut untuk melaporkan, dengan kelapangan hati saya dan pintu maaf yang terbuka seluas-luasnya. Saya menerima siapapun dengan terbuka untuk mengklarifikasi dan menjelaskan data dan fakta yang terjadi sebenarnya, mungkin dari kejadian ini membuktikan bahwa segala sesuatu masalah bisa kita selesaikan dengan hati yang dingin, bukan mencari kesempatan dalam kesempitan bahkan berusaha menjatuhkan seseorang dengan cara, daya dan upaya dan saya pribadi merasa demo yang dilakukan beberapa minggu yang lalu adalah demo yang dilatarbelakangi oleh kepentingan sekelompok oknum untuk menjatuhkan saya selalu Kepala Lingkungan X yang dilandasi oleh sentimen pribadi, tanpa memahami perihal sebenarnya yang terjadi," ucapnya. 

Seluruh bukti tanda terima, pengalihan bahkan pengembalian ada sama saya selaku Kepala Lingkungan X, Kel. Kwala Bekala, ungkap Putri. 

"Namun, jika saya difitnah dan dituduh atas dugaan yang tidak semestinya. Saya akan melaporkan pihak yang mencemarkan nama baik saya selaku Kepala Lingkungan X yang dituduh menggelapkan beras warga," tegasnya mengakhiri. 

Diakhiri pertemuan, Putri berharap kepada warga Lingkungan X untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu sehingga merugikan semua pihak. 

"Saya harap warga Lingkungan X, Kelurahan Kwala Bekala tidak mudah terprovokasi, jika ada yang tidak sesuai, bisa ditanyakan kepada saya langsung," harapnya mengakhiri. (Rom)
Share:
Komentar

Berita Terkini