Aksi Perampokan Bersenjata Api Di Simpang Limun Menunjukkan Tidak Sigapnya Polisi Mengawasi Adanya Peredaran Senjata Api Ilegal

Editor: Romeo galung author photo

Dedi Suheri, SH : "Polisi jangan hanya fokus terhadap tindak pidananya saja, tapi fokus mengusut darimana asal senjata api ilegal yang digunakan"

MEDAN - Maraknya kasus tindak kejahatan dengan menggunakan senjata api mendapat perhatian serius dari Ketua PBH Peradi Deliserdang, Dedi Suheri, SH. Ia menilai kejadian ini merupakan preseden buruk bagi Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu). 

"Aksi perampokan yang menggunakan senjata api di Pasar Simpang Limun  jelas preseden buruk bagi Kepolisian khususnya Kepolisian Sumateta Utara, sebab dalam tahun ini sudah berapa kali terjadi tindak pidana dengan menggunakan senjata api," ujar Ketua PBH Peradi Deliserdang, Dedi Suheri, SH, Sabtu (28/8/2021). 

Ketua PBH Peradi Deliserdang, Dedi Suheri, SH

Dedi menjelaskan, maraknya kejahatan menggunakan senjata api menunjukkan tidak sigapnya penegak hukum khususnya Poldasu dan jajarannya  dalam mengawasi peredaran senjata api ilegal.

"Aksi kejahatan dengan menggunakan senjata api jelas membuat masyarakat merasa tidak aman dan nyaman. Kita harap bapak Kapoldasu, Irjen Pol RZ  Panca Putra, Simanjuntak harus bertindak tegas mengusut tuntas sumber dari peredaran senjata api di Sumatera Utara. Kita minta pihak Kepolisian tidak hanya fokus terhadap tindak pidananya saja, tapi fokus mengusut darimana asal senjata api ilegal yang digunakan pelaku tindak pidana," pintanya. 

Adapun beberapa kejadian dimana para pelaku diketahui menggunakan senjata api seperti kasus penembakan terhadap wartawan, Mara Salem Harahap alias Marsal di Simalungun, Jumat, (18/6/2021), aksi pembunuhan di Jalan Medan-Kualanamu, Kecamatan Batang Kuis, Sabtu (26/6/2021), kasus penganiayaan dan penodongan senjata api di Percut Seituan, Selasa (22/6/2021). 

"Harapan kita, secepatnya pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dan jajarannya untuk segera menangkap para pelaku perampokan di Pasar Simpang Limun dan mengungkap sumber peredaran senjata api ini, jangan dibiarkan begitu saja," harap Dedi mengakhiri. 

Sebelumnya, Aksi perampokan di 2 toko emas di Pasar Simpang Limun menggerkan masyarakat. Terlebih lagi pelaku yang diketahui berjumlah 4 orang nekat menggunakan senjata api,  Kamis (26/8/2021) lalu. Akibatnya, salah seorang juru parkir terluka akibat luka tembakan. (Rom)

Share:
Komentar

Berita Terkini