Heboh! Calon TKW Nekat Lompat Dari Penampungan

Editor: Romeo galung author photo


Warga Jalan Rajasa Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang heboh dengan aksi nekat 5 orang calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) melompat dari lantai 4 bangunan Balai Latihan Kerja Luar Negeri  Central Karya Semesta (CKS). 

Akibatnya, 3 dari 5 orang calon TKW terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit terdekat dikarenakan mengalami patah tulang pada kaki. 

Korban dalam kondisi kesakitan mendapatkan pertolongan warga sekitar lokasi kejadian dan dievakuasi ke Rumah Sakit. Darah kering pun masih terlihat tercecer di paving dan menempel di tembok.

Siti Romlah, warga sekitar lokasi mengungkapkan lima orang berhasil kabur dari bangunan. Namun tiga orang terluka setelah berteriak meminta tolong warga sekitar.

"Korban minta tolong tapi saya tidak berani, akhirnya korban dibawa ke sana (menjauh) ditolong warga di sebelah sana," terangnya di lokasi kejadian, Kamis (10/6) dilansir dari merdeka.com

Korban sudah dalam posisi tergeletak kesakitan di makam yang berjarak sekitar 10 meter dari bangunan. Tiga teman korban kabur sambil meminta tolong ke warga sekitar lokasi.

Warga pun mengevakuasi korban dalam kondisi kesakitan. Video warga menolong para korban pun beredar viral. Korban dalam video itu mengungkapkan perlakuan buruk di ruang penampungan. Sehingga banyak yang ingin kabur karena tidak betah.

"Waktu Lebaran ada yang mati, kita disuruh diam. Kalau ada yang ngomong kita dihukum," kata salah satu korban dalam video tersebut.

Handphone korban mengaku disita dan keseharian dipaksa mengikuti kegiatan yang padat. Korban dengan logat Indonesia Timur itu juga menyebut kalau lembaga tersebut tidak resmi.

Pihak PJTKI saat didatangi di lokasi tidak membukakan pintu, hanya seorang penjaga mengaku tidak tahu kejadian tersebut. Ia mengaku bekerja di shif pagi, sehingga tidak mengetahui kejadian tersebut.

"Saya tidak tahu, beda shift. Silakan ke kantor polisi saja," kata pria yang didampingi dua orang perempuan.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo membenarkan kejadian tersebut. Saat ini sejumlah saksi sedang dimintai keterangan dalam penyelidikan kasus tersebut.

"Kita sebelumnya mendapatkan laporan kalau ada orang melompat dari PJTKI. Kita sudah melakukan olah TKP, mencari keterangan dan bukti-bukti dari para saksi," kata Tinton di Polresta Malang Kota.

Tinton mengungkapkan, tiga orang korban sedang dirawat di rumah sakit, namun belum dapat dimintai keterangan. Saat ini, polisi sedang fokus mengumpulkan keterangan alat bukti dari pengelola.

Proses pemeriksaan saksi sedang berlangsung, sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih banyak. Polisi juga belum dapat memberikan keterangan tentang status PJTKI.

Share:
Komentar

Berita Terkini