METRO24JAM.CO.ID | STM HILIR – Kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Daerah Pemilihan III Kabupaten Deli Serdang Tahun Sidang II 2025–2026 yang digelar di Desa Sumbul menuai kekecewaan warga. Pasalnya, kegiatan yang seharusnya menjadi wadah penampungan aspirasi dan penyelesaian masalah ini dinilai berjalan kaku, terkesan sekadar formalitas, dan berlangsung terburu-buru.
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPRD Sumut, Dr. Kiki Handoko Sembiring, S.H., M.Kn, yang didampingi langsung oleh Kepala Desa Sumbul, Riduan Gurusinga, serta perangkat desa setempat. Dalam agenda yang berlangsung itu, ratusan warga tampak hadir dengan harapan keluhan mereka terkait berbagai persoalan di daerahnya dapat ditampung dan mendapatkan solusi maupun kepastian tindak lanjut.
Namun, apa yang terjadi di lapangan jauh dari harapan. Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, pertemuan tersebut hanya berjalan satu arah. Masyarakat dengan antusias menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari masalah infrastruktur jalan yang rusak, akses pertanian, hingga pelayanan dasar. Akan tetapi, tanggapan yang diberikan oleh Dr. Kiki Handoko Sembiring terasa datar, sebatas mendengarkan, mencatat, dan belum memberikan jawaban pasti atau langkah nyata yang akan diambil.
"Saya datang ke sini ingin menyampaikan keluhan warga terkait jalan yang sudah lama rusak dan belum ada perbaikan. Tapi rasanya acara ini terlalu cepat, kami belum puas bicara sudah disudahi. Jawabannya hanya didengar dan dicatat, tapi tidak ada kepastian kapan masalah kami selesai. Rasanya hanya formalitas saja memenuhi kewajiban reses," ungkap salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan, Minggu (18/5/2026).
Keluhan serupa disampaikan oleh sebagian besar warga lainnya yang hadir. Mereka menilai waktu yang diberikan sangat singkat dan terasa dipersingkat. Akibatnya, banyak persoalan mendasar yang belum sempat diuraikan secara mendalam, sementara kegiatan sudah diarahkan untuk segera diakhiri.
Kehadiran Kepala Desa Sumbul, Riduan Gurusinga, yang mendampingi selama kegiatan pun belum mampu menjawab keresahan warga. Masyarakat berharap kehadiran pemimpin daerah, baik eksekutif maupun legislatif, tidak hanya sekadar hadir secara fisik, tetapi benar-benar menyerap aspirasi untuk diperjuangkan di tingkat provinsi.
Saat dikonfirmasi terkait penilaian masyarakat yang menyebut kegiatan ini hanya seremonial, Dr. Kiki Handoko Sembiring hanya menyebutkan bahwa seluruh aspirasi sudah dicatat dan akan dibawa ke pembahasan di DPRD Sumut. Ia belum memberikan rincian prioritas penanganan maupun tenggat waktu penyelesaian masalah yang disampaikan warga.
Saat awak media Metro24jam.co.id hendak meminta tanggapan, Dr. Kiki hanya menjawab singkat “nanti saja” dan menolak diwawancarai hingga acara selesai. Hingga berita diturunkan, belum ada keterangan resmi dari anggota dewan tersebut. (RiL3N)
