METRO24JAM.CO.ID | SERDANG BEDAGAI - Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Serdang Bedagai (Sergai) kembali berhasil mengungkap kasus peredaran barang haram narkotika. Seorang pria bernama M Yusuf alias Wak Amat (57) berhasil ditangkap oleh petugas pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 01.20 WIB di Dusun 6, Desa Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Penangkapan Wak Amat merupakan hasil pengembangan kasus dari penangkapan sebelumnya terhadap Muhammad Iswan Wahyudi alias Wahyu Ceper (27), warga Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai. Menurut Kasatres Narkoba Polres Sergai AKP Erikson David yang dikutip dari keterangan Kanit 2 Iptu Anggiat Sidabutar kepada Taktis.co pada Jumat (1/5/2026), Wahyu mengaku memperoleh pil ekstasi dari Wak Amat.
Menindaklanjuti keterangan tersebut, tim Satres Narkoba melakukan operasi penyamaran (undercover buy) dengan cara memesan narkotika kepada Wak Amat. Transaksi disepakati berlangsung di rumah tersangka di wilayah Percut Sei Tuan.
"Saat pertemuan berlangsung, tersangka menyerahkan barang bukti kepada petugas yang menyamar. Tanpa adanya perlawanan, pelaku langsung diamankan di lokasi kejadian," ujar pihaknya.
Dari tangan Wak Amat, petugas berhasil menyita bukti barang bukti berupa satu bungkus besar sabu dengan berat bruto 102,45 gram, 19 butir pil ekstasi dengan berat bruto 6,69 gram, serta satu unit handphone yang digunakan untuk transaksi.
Tersangka mengakui seluruh narkotika tersebut merupakan miliknya dan direncanakan akan dijual. Wak Amat juga mengungkapkan bahwa ia memperoleh barang haram tersebut dari seorang pria berinisial U yang berdomisili di kawasan Pekan Jumat, Percut Sei Tuan.
Menurut keterangan tersangka, ia telah menjalankan aktivitas peredaran narkotika sejak Januari 2026. Ia membeli sabu dari pemasok dengan harga Rp23 juta per ons dan menjual kembali dengan harga Rp25 juta per ons.
"Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Sat Narkoba Polres Sergai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi terus melakukan pengembangan kasus guna menangkap pemasok utama yang identitasnya sudah diketahui," tegas pihak kepolisian. (RiL3N)
