DELI SERDANG – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memastikan seluruh korban dalam peristiwa tanah longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, telah ditemukan. Operasi SAR gabungan resmi ditutup, sementara penanganan dampak longsor di sejumlah titik lainnya masih terus berlangsung.
Dalam laporan pada Rabu (8/4/2026) malam, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Deli Serdang Mukti Ali Harahap menyampaikan proses evakuasi dan pencarian korban telah selesai. "Seluruh korban tanah longsor di Desa Sembahe telah berhasil ditemukan dan dievakuasi. Operasi SAR gabungan juga sudah resmi ditutup, dan saat ini kami fokus pada penanganan lanjutan di lokasi terdampak," tegasnya.
Dalam kejadian tersebut tercatat lima orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan. Longsor juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta satu unit fasilitas ibadah. Lokasi terdampak di Desa Sembahe telah diamankan dengan garis pembatas, dan pembersihan lanjutan akan dilakukan melalui gotong royong setelah kondisi aman.
Di Kecamatan Sibolangit lainnya, seperti Desa Batu Belin dan Desa Tambunen, material longsor yang menutup jalan telah dibersihkan, namun jalur di Desa Tambunen hanya dapat dilalui satu arah. "Di Sibolangit, titik longsor ada di lima desa. Titik longsor di Desa Tambunen saat ini hanya bisa diakses satu jalur," jelasnya.
Sementara di Kecamatan STM Hilir, Desa Penungkiren, akses jalan yang sempat terganggu telah dibersihkan. BPBD bersama unsur terkait tetap siaga untuk mengantisipasi potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan intens tinggi.
"Seluruh titik longsor yang terjadi diawali hujan deras pada Selasa malam. Kepada masyarakat diimbau untuk tetap waspada, khususnya di wilayah rawan longsor, serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat," pungkasnya. (RiL3N)
