DELI SERDANG – Nur Alfisyahri Br Tambun (22), seorang mahasiswi Keperawatan Institut Kesehatan, ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar Penginapan Cibulan, nomor 16, Desa Wonosari, Kecamatan Tj Morawa, Selasa (24/3/26) sekira Pukul 12:00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari resepsionis penginapan Cibulan, Tanjungmorawa, saksi Samuel Ginting (35) menuturkan, pada Senin (23/3/26) sekira pukul 22.30 Wib ia dan temannya saksi Rudi Hartono yang sedang bertugas jaga di bagian Resepsionis Penginapan Cibulan menerima tamu bernama Nur Alfisyahri seorang diri dengan berjalan kaki. Pada saat itu, korban membawa ransel warna biru cek in dan memesan kamar penginapan yang ber AC.
Setelah selesai memesan kamar, saksi-saksi mengarahkan korban ke kamar nomor 16.
Pada Selasa (24/3/26), sekira pukul 12:00 Wib, saksi Samuel Ginting dan Santo Yusuf Martin (resepsionis penginapan) mengetuk pintu kamar nomor 16 tempat korban menginap. Sebab, waktu nginap (cek out) telah habis sampai Pukul 12:00 Wib.
Kemudian, kedua saksi mengetuk pintu kamar nomor 16, tapi tidak ada jawaban. Karena tidak ada jawaban dari dalam kamar, saksi lalu melihat dari bagian ventilasi pintu ada ikatan tali warna hijau.
Merasa curiga, lantas kedua saksi memberitahukan kejadian kepada pihak pengawas Penginapan Cibulan, Roswandi Tarigan. Selanjutnya pihak pengawas penginapan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tanjungmorawa
Sekira Pukul 13:00 Wib, personil Polsek Tanjungmorawa yang dipimpin Kanit Reskrim bersama dengan Personil Inafis Polresta Deliserdang tiba di TKP dan mendobrak pintu kamar hotel.
Setelah pintu terbuka, didapati korban dalam keadaan gantung diri di fentilasi pintu dengan menggunakan seutas tali nilon warna hijau, selanjutnya dilakukan olah TKP.
Kemudian sekira pukul 14:50 Wib, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Tanjungmorawa dengan menggunakan mobil ambulance untuk dilakukan VER. Dan Pukul 15:30 Wib, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga ke rumah duka di Jalan Bandar Labuhan Bawah, Desa Tanjungmorawa A.
Orang tua korban juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi dan tidak merasa keberatan dikemudian hari.
Menurut ayah korban, Muklis Tambun, pada Senin (23/3/26) sekira Pukul 19:00 Wib, korban pamit keluar rumah, tapi hingga Pukul 24:00 WIB, korban belum juga pulang ke rumah. Lantas ibu korban menghubungi anaknya tersebut via hand phone dan korban memberitahukan bahwa ia sedang berada di Asrama Institut Kesehatan Medistra Lubukpakam untuk mengerjakan tugas skripsi. (RiL3N)
