![]() |
Simalungun - Bekerja dengan full power tanpa kenal lelah, Unit Gakkum Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun berhasil menangani kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan di Jalan Umum KM 8-8,5 jurusan Pematangsiantar-Medan, dekat Simpang Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Sabtu malam (7/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Tim yang bekerja full power ini berhasil mengamankan TKP, mengevakuasi korban meninggal dunia, mengatur lalu lintas, dan mengungkap penyebab kecelakaan kompleks yang terjadi dalam hitungan detik.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun IPDA Yancen Hutabarat, S.H. saat dikonfirmasi pada Selasa siang pukul 14.00 WIB menegaskan semangat full power timnya dalam menangani kecelakaan. "Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun bekerja full power menangani kecelakaan beruntun ini. Dari penerimaan laporan pukul 19.15 WIB hingga penyelesaian olah TKP tengah malam, seluruh personel bekerja tanpa henti dengan tenaga penuh. Ini adalah kasus kompleks yang membutuhkan kerja keras maksimal," ujar Kanit Gakkum Yancen dengan semangat.
Kecelakaan beruntun yang ditangani dengan full power ini melibatkan lima kendaraan: truk tronton Mitsubishi BK 8835 WP yang dikemudikan S (73), truk Colt Diesel Mitsubishi BK 8139 WS yang dikemudikan DE (37), sepeda motor Honda Vario BK 3572 TBX yang dikemudikan RD (53), bus Mercedes Benz W 7316 UZ yang dikemudikan JES (50), serta merusak tiga pagar rumah warga.
"Tim kami bekerja full power menghadapi kecelakaan yang sangat kompleks ini. Lima kendaraan besar berserakan di jalan provinsi pada malam hari, satu korban meninggal dunia, tiga pagar rumah rusak, kerugian mencapai Rp100 juta. Ini membutuhkan tenaga, fokus, dan dedikasi full power dari seluruh personel," ungkap IPDA Yancen menjelaskan tantangan yang dihadapi.
Begitu menerima laporan, tim langsung bekerja full power dengan membagi tugas secara simultan. "Kami langsung split tim dan bekerja full power. Ada tim yang mengatur lalu lintas agar tidak macet total, ada yang mengevakuasi korban dengan cepat, ada yang mengamankan barang bukti, ada yang mulai olah TKP. Semua bekerja dengan tenaga penuh dan terkoordinasi," jelas Kanit Gakkum Yancen.
Bekerja full power dalam mengatur lalu lintas menjadi prioritas utama mengingat lokasi kecelakaan berada di jalan provinsi yang ramai. "Tim kami bekerja full power mengatur lalu lintas. Lima kendaraan besar memblokir hampir seluruh jalan, hanya tersisa satu jalur sempit. Kami buka tutup jalur secara bergantian dengan cepat dan teratur agar kendaraan tetap bisa lewat. Ini membutuhkan konsentrasi dan stamina full power," ujar IPDA Yancen.
Tim juga bekerja full power dalam mengevakuasi korban meninggal dunia RD (53), pengendara sepeda motor Honda Vario BK 3572 TBX, warga lokal Kelurahan Sinaksak. "Kami bekerja full power mengevakuasi korban dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan. Jenazah kami amankan dan evakuasi ke RS Umum Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar dengan dikawal petugas. Ini adalah tugas yang berat secara emosional, tapi kami lakukan dengan full power," ungkap Kanit Gakkum Yancen dengan empati.
Dalam melakukan olah TKP, tim bekerja full power dengan detail dan teliti. "Kami bekerja full power melakukan olah TKP yang sangat detail. Mengukur jejak rem dari lima kendaraan, menandai posisi masing-masing kendaraan, menganalisis damage, mewawancarai saksi, semuanya dilakukan dengan tenaga penuh hingga larut malam. Tidak ada yang terlewat," jelas IPDA Yancen.
Dari hasil kerja full power dalam olah TKP, tim berhasil merekonstruksi kronologi kecelakaan yang terjadi sangat cepat. "Dengan bekerja full power, kami berhasil menyimpulkan bahwa truk tronton yang dikemudikan S kurang hati-hati dan tidak memperhatikan kendaraan di depannya. Tabrakan pertama menyebabkan efek domino yang melibatkan empat kendaraan lain dan tiga pagar rumah," ungkap Kanit Gakkum Yancen.
Tim juga bekerja full power memeriksa semua faktor yang mempengaruhi kecelakaan. "Kami bekerja full power memeriksa faktor manusia, kendaraan, cuaca, dan jalan. Hasilnya: semua pengemudi sehat, semua kendaraan standar keselamatan, cuaca cerah dengan jarak pandang bebas, jalan dalam kondisi baik. Kesimpulan kami: human error dari pengemudi truk tronton yang kurang hati-hati," tegas IPDA Yancen.
Bekerja full power juga terlihat dalam pengamanan barang bukti. "Kami bekerja full power mengamankan seluruh barang bukti, dari dokumen kendaraan, SIM, STNK, hingga pemotretan detail dari berbagai sudut. Semua didokumentasikan dengan lengkap untuk keperluan penyidikan," ujar Kanit Gakkum Yancen.
Tim bahkan bekerja full power hingga larut malam untuk menyelesaikan evakuasi kendaraan. "Kami bekerja full power hingga semua kendaraan terevakuasi dengan aman. Truk tronton dan truk Colt Diesel yang sangat besar membutuhkan derek khusus. Kami koordinasi dan tunggu hingga semua kendaraan terangkut dengan aman. Kami pulang sudah dini hari, tapi puas karena tugas selesai dengan baik," ungkap IPDA Yancen.
Saat ini tersangka S, pengemudi truk tronton yang diduga sebagai penyebab kecelakaan, diamankan di Sat Lantas Polres Simalungun. "Kami terus bekerja full power dalam pemeriksaan tersangka dan penyusunan berkas penyidikan. Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun akan selalu bekerja full power demi keselamatan dan keadilan bagi masyarakat," tutup Kanit Gakkum Yancen dengan penuh dedikasi.
(Abet)
