Pelaku Penyerangan Laporkan Korban Yang Diserangnya, Dedi Suheri, SH : Tangkap Para Pelaku dan Aktor Intelektualnya

Editor: Redaksi1 author photo
MEDAN - Kasus penyerangan yang dilakukan oleh komplotan diduga orang suruhan di Perumahan Graha Jermal, Jalan Jermal 7 Ujung, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai mengundang perhatian dan membuat masyarakat terheran-heran. Pasalnya 2 orang pelaku penyerangan melaporkan korban yang mereka serang ke pihak kepolisian. Nah lho..??? 

Ironisnya, salah satu korban yang dilaporkan adalah seorang Kepala Lingkungan (Kepling) 9, Kelurahan Denai, Ahmad Kurnia yang sedang menjalankan tugasnya mengamankan keributan. 

Peristiwa dimulai ketika kedua pelaku mencoba menerobos masuk ke perumahan dan membawa kaleng berisi cairan yang diklaim sebagai umpan pancing. Namun, setelah ditanya oleh security dan warga, salah satu pelaku menyiramkan cairan tersebut yang ternyata berupa kotoran ke seorang warga, menyebabkan keributan. Kedua pelaku kemudian diamankan dan dibawa ke pos keamanan perumahan sebelum Ahmad Kurnia datang untuk menyelesaikan masalah.
 
Setelah itu, sekitar 20 orang tiba dan mencoba masuk ke perumahan, menyebabkan bentrokan kembali yang mengakibatkan kerusakan 1 unit sepeda motor dan 2 orang warga terluka. Saat pihak kepolisian belum tiba, kelompok tersebut berhasil membawa pulang kedua pelaku yang telah diamankan.
 
Tak lama kemudian, pihak kepolisian menerima laporan dari kedua pelaku yang menyatakan telah dianiaya oleh warga dan pihak keamanan perumahan. Namun, berdasarkan rekaman CCTV yang beredar dan keterangan dari beberapa saksi, kedua pelaku tidak menunjukkan tanda-tanda luka saat dibawa keluar oleh kelompok mereka. Selain itu, kedua pelaku juga telah mengakui bahwa mereka disuruh oleh seseorang untuk melakukan penyiraman kotoran kepada warga tersebut.
 
Kantor Hukum DSP Law Firm yang menangani kasus pihak warga menyatakan bahwa laporan ini merupakan upaya untuk membalikkan fakta setelah mereka dilaporkan dalam bentrokan yang mereka picu sendiri. 
 
"Pada saat itu saya ditelepon oleh security untuk datang ke tempat untuk bisa menyelesaikanlah permasalahan yang terjadi. Jadi saya datang ke situ, keterangan Security dan beberapa warga saksi matamengatakan ada 2 orang yang mencoba menerobos paksa masuk ke perumahan dan akhirnya di tangkap. Setelah diperiksa yang dibonceng membawa satu kaleng cat berukuran 5 kilo berbentuk cairan di dalam plastik dan menyiramkan ke warga," ujar Kepling 9, Ahmad Kurnia, Kamis (26/2/2026). 

Kurnia menambahkan, kedatangannya sebagai Kepling 9 adalah untuk menyelesaikan permasalahan dan langsung menelepon Bhabinkamtibmas. 

"Setelah ditanya oleh warga secara baik-baik, kedua pelaku mengaku disuruh oleh seseorang. Jadi saat menunggu Bhabinkamtibmas, tiba-tiba datanglah sekitar 20-an orang yang mencoba masuk ke perumahan Itu. Sehingga terjadi penganiayaan dan para penyerangan membawa dua orang pelaku penyiraman air kotor tersebut," terangnya. 

Lalu, Kurnia merasa heran karena ia tiba-tiba dilaporkan dalam masalah tersebut. Ia berharap pihak kepolisian bisa lebih jeli menyikapi masalah ini. 

"Para pelaku melakukan tindakan provokatif yang dilakukan oleh beberapa orang seperti melemparkan sesuatu (besi) yang akhirnya terkena anak-anak di situ yang kebetulan lagi bermain di situ. Setelah kejadian, saya lihat 1 unit sepeda motor rusak, dan 2 orang terluka," bebernya. 

Kuasa Hukum Ahmad Kurnia, Dedi Suheri, SH mengatakan bahwa saat kejadian kliennya sedang menjalankan tugas sebagai Kepling  

"Kebetulan malam ini kita kedatangan tamu yang meminta perlindungan hukum dimana kepling di daerah Medan Denai yang saat ini dilaporkan karena tindakan dia yang berusaha mengamankan kerusuhan atau penyerangan di salah satu komplek perumahan di wilayah Jermal," katanya. 

Dedi merasa prihatin dengan beberapa media yang menggiring opini seolah-olah kepling, Security dan beberapa warga dituding melakukan penganiayaan terhadap pihak yang mencoba membuat kerusuhan. 

"Faktanya dalam hal ini, klien kami sebagai kepling hanya berusaha mengamankan agar tidak terjadi tindakan main hakim sendiri oleh massa malah dilaporkan kepada pihak kepolisian yang kita lihat di beberapa media sosial yaitu di Polda Sumut dan Polsek Medan Area. Dari rekaman CCTV yang beredar, jelas pihak yang diamankan itu tidak ada luka sama sekali saat dibawa keluar oleh teman-teman mereka. Namun di video dan foto-foto yang beredar di media, terlihat pelapor seolah terluka seperti adanya tempelan perban dan lain-lain," tegasnya. 

Dedi menduga pemberitaan yang beredar terkait laporan kedua oelaku penyerangan tersebut untuk menutupi dugaan perbuatan mereka. Kita berharap Polrestabes Medan untuk segera melakukan penangkapan dan pengamanan terhadap mereka dan mendalami kasus ini," harapnya mengakhiri. 

Sebelumnya, Sekelompok orang diduga menggunakan senjata tajam dan besi melakukan penyerangan rumah seorang aktivis sekaligus advokat, Acil Lubis, di Komplek Graha Jermal, Jalan Jermal VII Ujung, pada Minggu (15/2/2026) sore. Aksi brutal kawanan orang ini diduga atas suruhan seorang. Akibat kejadian, tangan seorang anak sekolah dasar (SD) terluka akibat terkena lemparan besi. Dan seorang warga menjadi korban pengeroyokkan. (Rom)
Share:
Komentar

Berita Terkini