BINJAI – PT Jasa Raharja Wilayah Sumatera Utara menginisiasi Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLL) di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Kota Binjai, Senin (9/2/2026).
Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api serta kesiapan sarana prasarana menjelang periode Angkutan Lebaran 2026 musim ketika jalan raya biasanya seramai antrean warung kopi gratis.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Satlantas Polres Binjai, Dinas Perhubungan Kota Binjai, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara, dan PT Jasa Raharja. Forum ini merupakan tindak lanjut atas kecelakaan yang terjadi pada 21 Januari 2026 di perlintasan rel Jalan Abdul Hamid Lingkungan IV, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Tebing Tinggi, yang melibatkan kendaraan bermotor dan kereta api.
Dalam diskusi, para pemangku kepentingan merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan disiplin masyarakat saat melintas di jalur sebidang, memperkuat rambu dan perangkat keselamatan, serta memastikan prosedur mitigasi berjalan efektif. Evaluasi kesiapan infrastruktur transportasi Kota Binjai juga menjadi agenda utama demi menjamin kelancaran mobilitas masyarakat pada arus mudik mendatang.
Di kesempatan berbeda, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Utara, Nasjwin Andi Nurdin, menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga. Menurutnya, keselamatan lalu lintas bukan pekerjaan satu institusi semata.
“Sinergi lintas instansi adalah fondasi untuk menghadirkan transportasi yang aman, tertib, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat. FKLL menjadi ruang orkestrasi agar setiap pihak bergerak dalam irama yang sama,” tuturnya.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh unsur berkomitmen memperkuat pengawasan, edukasi publik, serta langkah preventif lainnya guna menekan angka kecelakaan, khususnya di perlintasan kereta api. Harapannya sederhana tapi mulia: masyarakat tiba di tujuan dengan selamat—bukan hanya tepat waktu, tetapi juga tepat utuh. (Red)
