Tagih Hutang Rp 300 Ribu Selama 15 Tahun, Pemulung Ini Dikeroyok Ketua OKP dan Keluarga

Editor: Redaksi1 author photo
MEDAN - Umykalsum Edelia Manurung (53) warga Jalan Asrama Widuri terlihat sedih. Pasalnya laporan penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh Ketua OKP terhadapnya terkesan jalan ditempat. Akibatnya, sudah 2 bulan ini korban tidak berani pulang kerumah. Ironisnya, aksi brutal Ketua OKP Marindal dan keluarganya itu karena tidak terima ditagih hutang 15 tahun lalu sebesar Rp 300 Ribu. 

Menurut informasi, aksi brutal Ketua OKP Marindal ini bermula saat korban yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung (pencari botot) menagih hutang sebesar Rp 300 Ribu kepada ibu pelaku. Mengetahui hal ini, anak dan cucu langsung mengamuk dan menyerang kerumah korban. Akibatnya, sempat terjadi cekcok mulut dan penganiayaan terhadap korban. Wajah korban bengkak dipukul Handphone oleh cucu pemilik hutang. Setelah puas, para pelaku pun pergi meninggalkan korban. Tak terima, korban pun nelaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan. 

"Kejadiannya Senin (4/11/2023) lalu. Mereka mengeroyok karena saya menagih hutang Rp 300 Ribu sama neneknya yang sudah 15 tahun tidak dibayar-bayar," ujar korban, Umykalsum Edelia Manurung kepada wartawan, Senin (26/2/2024). 

Umykalsum menambahkan, kedatangannya ke Satreskrim Polrestabes Medan adalah untuk mempertanyakan laporan pengaduannya, dimana pelaku yang diketahui Ketua OKP dan anaknya hingga saat ini tidak juga ditangkap. 

"Yang mengeroyok ada 3 orang, cucunya dan anaknya yang merupakan Ketua OKP di Marindal. Jadi saya datang ke Polrestabes Medan ini mau mempertanyakan laporan saya, mengapa pelaku tidak juga ditangkap," tambahnya terlihat sedih. 

Lalu, Umykalsum menjelaskan bahwa dulu nenek pelaku awalnya berhutang Rp Rp 500 Ribu, dan telah dibayar Rp 200 Ribu. Namun sudah 15 tahun hutang itu tidak dibayar-bayar. Hanya janji-janji saja. 

"Hutangnya 15 tahun lalu, katanya dulu hutang itu mau buat wirid. Saya harap pelaku segera ditangkap agar saya bisa pulang. Saya sampai saat ini tidak berani pulang," harapnya mengakhiri. 

Dilokasi terpisah, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Jama Kita Purba belum membalas konfirmasi wartawan. (Rom)
Share:
Komentar

Berita Terkini