Diteriaki Akan Dimatikan! Ketua SPTI Medan Petisah Opname Dikeroyok 8 Orang

Editor: Romeo galung author photo
MEDAN - Siwen Als Akbar Mahmud (40), warga Jalan Nibung II, Medan Petisah terpaksa diopname di rumah sakit usai dikeroyok 8 orang didepan anak istrinya karena membela anaknya. Akibatnya, Ketua SPTI Medan Petisah ini mengalami luka dibagian kepala dan harus menjalani perobatan instensive.

Hal ini disampaikan korban kepada wartawan di rumah sakit Jalan Iskandar Muda, Medan Petisah. Ia mengatakan saat ini ia kesulitan bergerak karena aksi brutal para pelaku. 

"Kejadiannya Jumat (15/12/2023) Pukul 23.00 WIB. Waktu itu anak saya hendak pulang dicegat tukang parkir dan dimaki-maki, lalu anak pulang melapor sama saya. Lantas saya dan anak saya jumpain tukang parkir, sesampainya saya dan anak saya dimarahi dan dibentak-bentak tukang parkir," ujar korban, Siwen Als Akbar Mahmud. 

Kemudian Akbar menambahkan, saat itu Jukir yang ditegurnya marah dan langsung menyerangnya bersama anak pemilik kedai nasi dan karyawannya. 

"Lalu saya tegur tukang parkirnya, saya katakan kalo anak saya salah, laporkan ke saya karena itu masih anak-anak (15 tahun). Lalu ramai mereka mengeroyok saya, ada sekitar 8 orang lebih, teriak mau matikan saya. Yang ikut mengeroyok pedagang nasi, anaknya dan karyawannya," tambahnya. 

Beruntung saat kejadian, nyawanya selamat setelah istrinya langsung datang melerai aksi brutal pengeroyokan tersebut hingga ia dapat diselamatkan. 

"Akibat kejadian kepala saya memar-memar bang, oyong kalo berjalan. Karena ini sudah melakukan pengeroyokan bahkan didepan anak istri saya, saya berharap pelaku segera ditangkap," harapnya mengakhiri. 

Namun sayang, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, AKP Harjuna Bangun belum membalas konfirmasi wartawan. (Rom)
Share:
Komentar

Berita Terkini