Aksi Tawuran Di Simpang Jalan Halat Makan Korban (2). Jelas Ini Kelalaian Muspika Khususnya Polsek Medan Area

Editor: Romeo galung author photo
Praktisi Hukum, Dedi Suheri, SH

Dedi Suheri, SH : "Aksi tawuran di simpang Jalan Halat menunjukkan tidak berhasilnya Polsek Medan Area menciptakan Kamtibmas di wilayah hukumnya"

MEDAN - Ketidak seriusan muspika Medan Denai khususnya Polsek Medan Area dalam mengantisipasi aksi tawuran di Jalan AR Hakim - Jalan Halat yang mengakibatkan jatuhnya korban sangat disesalkan Praktisi Hukum, Dedi Suheri, SH. 

Ia menilai bahwa jelas ini merupakan kelalaian pihak Muspika khususnya Polsek Medan Area. Ia berharap di masa pandemi Covid-19 ini agar tidak ada lagi tawuran yang mengakibatkan kerumunan. 

"Aksi tawuran di simpang Jalan Halat - Jalan AR Hakim yang kerap terjadi menunjukkan tidak berhasilnya Polsek Medan Area menciptakan Kamtibmas di wilayah hukumnya. Terlebih lagi kejadian ini telah berulang kali terjadi  yang mengakibatkan adanya korban," ujar Praktisi Hukum, Dedi Suheri, SH kepada wartawan, Jumat (6/8/2021). 

Dedi menambahkan, tawuran yang terjadi berulangkali jelas merupakan kelalaian yang sangat parah terlebih lagi terjadi di masa pandemi Covid-19. 

"Seharusnya segera ditindak tegas, bukan dibiarkan. Harapan kita tawuran-tawuran seperti ini janganlah adalagi di saat masyarakat lagi menghadapi masalah pademi covid-19. Ciptakanlah suasana Kamtibmas yang konfusif agar masyarakat atau warga sekitar merasa aman dan nyaman, bukan dibiarkan berlarut- larut, apa menunggu sampai ada yang mati baru ada penindakan?," tanyanya. 

Foto korban DA saat diselamatkan warga

Lalu, Dedi dengan tegas meminta Polsek Medan Area untuk segera menyelesaikan permasalahan tawuran tersebut. Jika tidak mampu agar berkoordinasi dengan Polrestabes Medan ataupun Poldasu. 

"Jika Polsek Medan Area tidak mampu mengamankan permasalahan tawuran di wilayahnya, segera berkoordinasi dengan Polrestabes Medan dan Poldasu. Kita harap bapak Kapoldasu untuk turun tangan mengamankan dan menindak orang-orang yang melakukan tawuran, ini semata-mata untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat," tegasnya mengakhiri. 

Sebelumnya, kembali 2 kelompok pemuda terlibat aksi tawuran di persimpangan Jalan Halat dan Jalan Arief Rahman Hakim. Akibatnya, salah seorang ABG terluka parah tergeletak di jalanan dengan kondisi berdarah-darah, Kamis (5/8/2021) Pukul 04.00 WIB. 

Menurut informasi, aksi tawuran ini sudah kerap terjadi tanpa adanya penyelesaian dari Muspika setempat. Kali ini, salah seorang warga yang diketahui bernama DA terkapar di jalanan diduga akibat terkena lemparan batu. Warga yang melihat kejadian langsung membawa korban ke RS Madani Medan. 

"Korbannya ada 1 orang bang, namanya DA, kalo dari KTP warga Jalan Bromo," ujar warga, Dani. 

Dani menambahkan, kejadian tawuran ini sudah sering terjadi sehingga membuat warga ketakutan. 

"Kami harap aksi tawuran ini bisa diselesaikan pemerintah setempat. Heran juga sampai sekarang gak selesai-selesai," katanya mengakhiri. 

Ketika dikonfirmasi, salah seorang Kepala Lingkungan membenarkan adanya aksi tawuran tersebut. 

"Korban infonya warga Jalan Bromo Gang Belibis tapi kami tanya kepling ga ada namanya warga dia. Korban sudah keluar Rumah Sakit dan berobat jalan," katanya singkat.

Namun sayang, Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chan belum membalas konfirmasi wartawan. (Rom)

Share:
Komentar

Berita Terkini