-->

VIRAL! Aksi Gotong Royong Siswa SMAN 1 Namorambe Berujung Teror, Oknum Tetangga Ngaku Bayar Gaji Kepsek

Editor: 3N author photo


NAMORAMBE | METRO24JAM.CO.ID - Kegiatan gotong royong Jumat Bersih yang digelar SMA Negeri 1 Namorambe, Jumat (23/10/2026) untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ASRI, Bersih dan Rapi, berujung mencekam.

Kegiatan yang awalnya berjalan tertib di lingkungan sekolah tersebut tiba-tiba diganggu oleh seorang perempuan berinisial SS yang diduga merupakan tetangga depan sekolah.

Menurut keterangan dari pihak sekolah, kejadian bermula saat siswa-siswi hendak membersihkan rumput dan sampah di sekitar tembok luar sekolah yang akan dicat ulang.

Tiba-tiba beberapa siswa berlari ketakutan ke arah kepala sekolah sambil mengadu bahwa mereka dikejar dan dimarahi oleh perempuan berinisial SS tersebut.

Mendengar laporan siswa, Kepala Sekolah SMAN 1 Namorambe, Ibu Jenni Limbeng, langsung meminta siswa untuk masuk ke dalam area sekolah dan hanya memungut sampah yang berserakan di dalam.

Namun, perempuan SS tersebut justru semakin emosi dan membentak-bentak siswa dan kepala sekolah.

"Mana surat tanahmu! Kau saya yang gaji! Harta orangtua saya banyak!" teriak perempuan SS tersebut seperti ditirukan oleh saksi di lokasi, sehingga membuat para siswa ketakutan dan trauma.

Tidak sampai di situ, datang pula anak dari oknum SS berinisial LS yang ikut berteriak mengancam kepala sekolah dengan kata-kata kotor dan kasar, serta menantang kepala sekolah untuk keluar.

"Sudah nakku, tidak usah dilawani, orang gila, biar kita bersihkan dalam sekolah kita saja," ujar Ibu Jenni menenangkan siswa-siswinya saat itu.

Bukan Pertama Kali, Sudah Bertahun-tahun

Pihak sekolah menegaskan, ulah keluarga SS dan LS ini bukan yang pertama kali. 

Informasi yang dihimpun, keluarga tersebut sudah bertahun-tahun membuat keonaran yang mengganggu proses belajar mengajar:

1. Siswa pernah dikejar hingga masuk ke ruang guru sampai trauma. 2. Sengaja memutar musik keras saat jam pelajaran berlangsung. 3. Membiarkan siswa bolos dan merokok di warung milik mereka, dan ketika ditegur guru justru balik memarahi guru. 4. Menutup akses jalan depan rumah mereka yang sudah diaspal, warga yang mau lewat harus membayar atau membeli di warung mereka. 

Aksi tersebut diduga dipicu karena tuntutan mereka yang mengaku sebagai ahli waris tidak dipenuhi.

"Kami selama ini sudah cukup sabar dan diam. Tapi kalau siswa saya sudah dikejar-kejar dan diteriaki seperti itu, saya tidak bisa tinggal diam. Anak-anak itu adalah tanggung jawab saya," tegas Ibu Jenni Limbeng.

Pihaknya berencana akan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib dengan membawa bukti-bukti yang ada, termasuk rekaman yang beredar di media sosial.

"Kita ini negara hukum, ada UU ITE. Kami membersihkan pagar sekolah kami sendiri karena mau dicat agar bersih dan rapi, tidak mengganggu tanah orang. Apa yang salah dengan itu?" tambahnya.

Siswa Lebih Nyaman Sejak Dipimpin Ibu Jenni

Terpisah, sejumlah siswa dan guru mengaku justru merasa lebih nyaman sejak SMAN 1 Namorambe dipimpin oleh Ibu Jenni Limbeng.

Sekolah disebut menjadi lebih bersih, siswa lebih teratur, dan akses jalan baru berhasil dibuka berkat kerjasama hibah lahan dengan PT NITRA yang diinisiasi oleh Ibu Jenni.

"Sekarang semenjak Miss Jeni memimpin banyak kegiatan positif seperti unjuk kreasi dan eskul. Kami sekarang nyaman dan senang, Pak. Cuma kami takut sama tetangga depan itu," ujar salah seorang siswa.

Pihak sekolah berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan ada klarifikasi terbuka agar masyarakat mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. (Ril)

Share:
Komentar

Berita Terkini