MEDAN - Pedagang Pusat Pasar Medan mengungkapkan kemarahan terhadap penerapan sistem parkir berbasis progresif yang dinilai sangat memberatkan, dimana tarif parkir Rp 5000/Jam. Kondisi ini diperparah dengan penurunan pendapatan akibat konsumen malas berbelanja di kawasan pasar.
Menurut Dedi dari Forum Pedagang pasar tradisional kota Medan, sistem parkir progresif menjadi dilema karena membuat konsumen enggan datang. Maka para pedagang Puasat Pasar akan melaksanakan aksi unjuk rasa besar-besaran dalam waktu dekat.
"Pihak pengelola telah merugikan pedagang pasar tradisional dan juga konsumen yang harus membayar tarif parkir yang tinggi per jam," ujar perwakilan tersebut.
Dedi meminta Walikota Medan Bapak Rico Waas untuk mengkaji ulang kebijakan parkir progresif dan menyesuaikan tarif dengan kondisi pedagang serta konsumen.
"Kita sangat keberatan dengan tarif parkir progresif yang diterapkan saat ini," tegasnya. Aksi unjuk rasa akan dilakukan di kawasan Pusat Pasar dan Kantor Walikota Medan.
Diberitakan sebelumnya, Tarif parkir sebesar Rp 5.000 per jam di kawasan Pusat Pasar Medan dianggap memberatkan dan meresahkan hingga mengganggu aktivitas usaha. Hal ini memicu kemarahan para pedagang dimana kondisi sepinya pembeli sehingga omset yang terus menurun. Para pedagang pun berencana akan melakukan aksi demonstrasi. (Rom)