2 Minggu! Polsek Medan Kota Belum Mampu Tangkap "Preman Kampung", Istri Korban Penganiayaan Minta Keadilan

Editor: Romeo galung author photo

MEDAN - Masih ingatkah dengan kasus pengeroyokan yang dialami oleh abang  becak, M Hasan (33) warga Jalan Brigjen Katamso Gang Lampu, Medan Kota yang nyaris tewas ditangan pasangan Bapak-Anak dan kawan-kawan di Jalan Teratai, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Selasa (7/9/2021) malam? Hingga kini penyidik Polsek Medan Kota belum juga mampu menangkap "Preman Kampung" tersebut. Nah lho...? 

Hal ini dikatakan oleh Kapolsek Medan Kota, Rikki Ramadhan saat dikonfirmasi wartawan terkait masih berkeliarannya para pelaku penganiayaan. Ia mengatakan telah mengatensi namun belum mendapati tersangka. 

"Sudah kita atensi, namun yang bersangkutan belum kembali kerumahnya, sudah kita lidik," terangnya singkat. 

Dilokasi terpisah, istri korban, Yuni yang setia menemani korban berharap pihak Kepolisian khususnya Polsek Medan Kota untuk segera menangkap para pelaku. 

"Belum ada yang tertangkap, sudah 2 minggu," ujarnya. 

Saat ini, kondisi suaminya masih sakit akibat penganiayaan yang dilakukan oleh para pelaku. "Untuk mencari nafkah pun masih belum bisa karena masih sakit. Toong Pak Polisi, tangkap pelaku yang memukuli suami saya. Saya minta keadilan," pintanya. 

Diberitakan sebelumnya, M Hasan (33) warga Jalan Brigjen Katamso Gang Lampu, Medan Kota nyaris tewas ditangan pasangan Bapak-Anak di Jalan Teratai, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Selasa (7/9/2021) malam. Namun akibatnya, selain kerap muntah darah, mata korban juga terancam buta.

Adapun identitas kedua pelaku pasangan Bapak-Anak ini diketahui berinisial AN dan UB. Keduanya tega menyiksa korban dikarenakan dendam terhadap korban yang dituding merusak rumah tangga UB. 

Menurut informasi, kejadian terjadi pada Selasa (7/9/2021) lalu. Saat itu, korban yang sedang melintas di Jalan Teratai dipanggil seorang wanita paruh baya yang diketahui ibu dari pelaku berinisial JL. JL meminta tolong kepada korban untuk mengantar kerumahnya. Dikarenakan mengenal JL, yang merupakan mantan bos tempatnya bekerja langsung setuju dan memberikan tumpangan dengan mengendarai sepeda motornya. Namun baru beberapa meter, tiba-tiba sepeda motor korban dipepet anak JL, FN. FN yang emosi langsung menyerang dan memukuli korban. Tidak puas, FN kemudian memanggil teman-teman dan bapaknya, UB. Tidak berapa lama, belasa pemuda menggunakan kayu dan batu menyerangnya hingga terberak. Beruntung, salah seorang warga yang menyaksikan korban disiksa dan dibawa jalan langsung menyelamatkannya. Akhirnya korban berhasil melarikan diri. Tak terima, dengan kondisi berdarah-darah, korban dan keluarganya pun melaporkan kejadian ke Polsek Medan Kota. (Rom)

Share:
Komentar

Berita Terkini