METRO24JAM.CO.ID | TEHERAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah diberi tahu tentang jatuhnya pesawat tempur F-15 Amerika Serikat di Iran yang telah memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran untuk awak pesawatnya yang hilang. Demikian disampaikan Gedung Putih pada hari Jumat (3/4) waktu setempat.
"Presiden telah diberikan informasi," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/4/2026).
Sebelumnya, seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa tim keamanan nasional AS telah berkumpul di Sayap Barat, Gedung Putih dan telah memberikan informasi terbaru kepada Trump tentang jatuhnya jet tempur F-15 di Iran.
Menurut pejabat tersebut, Trump telah bekerja di Ruang Oval, Gedung Putih sejak Jumat pagi waktu setempat, menerima informasi berkala tentang operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung di Iran.
Sebelumnya, seorang juru bicara komando operasional pusat militer Iran mengatakan "sebuah jet tempur musuh Amerika di wilayah udara Iran tengah telah dihantam dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara canggih Angkatan Udara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)".
"Pesawat jet itu hancur total, dan pencarian lebih lanjut masih berlangsung," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/4/2026).
Seorang reporter televisi Iran di saluran resmi lokal mengatakan siapa pun yang menangkap awak pesawat itu hidup-hidup akan "menerima hadiah yang berharga".
Teheran mengatakan telah menembak jatuh pesawat tempur F-15 milik AS tersebut, sementara media AS melaporkan pasukan khusus Amerika telah menyelamatkan salah satu dari dua awaknya, dengan satu awak lainnya masih hilang.
Kepada media NBC, Trump mengatakan bahwa jatuhnya F-15 tidak akan mempengaruhi negosiasi dengan Iran. "Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang."
Militer Iran juga mengatakan telah menembak jatuh pesawat militer A-10 milik AS di Teluk, dengan media AS mengatakan pilotnya telah diselamatkan.
Militer AS telah mengumumkan hilangnya beberapa pesawat selama operasi di Iran, termasuk satu pesawat tanker yang jatuh di Irak dan tiga pesawat tempur F-15 yang ditembak jatuh secara tak sengaja oleh sistem pertahanan udara sekutunya, Kuwait.
Perang di Iran telah meletus lebih dari sebulan yang lalu dengan serangan AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ini memicu pembalasan Iran yang menyebarkan konflik ke seluruh Timur Tengah, mengguncang ekonomi global dan berdampak pada jutaan orang di seluruh dunia. (*)
