Berani Tampil Beda

Sidang PTUN Irnawati VS Bupati Batu Bara, Kuasa Hukum Minta Rehabilitasi Nama Baik Kliennya

 

MEDAN – Pencopotan jabatan Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin di Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara, Irnawati tanpa alasan yang jelas tampaknya akan berbuntut panjang. Pasalnya kuasa hukumnya, Dedi Suheri, SH dengan tegas meminta Pemkab Batu Bara buktikan alasan pencopotan jabatan kliennya.

“Sidang hari ini adalah pemeriksaan persiapan kekurangan (Dismissal) dalam gugatan atau kuasa sudah dilakukan tadi sidang tertutup mungkin setelah dismesil ini selesai akan dilakukan sidang terbuka. Dalam kasus ini ada kesewenang-wenangan kita lihat dalam pencopotan jabatan Ibu Irnawati ini. Makanya itu kita gugat ke PTUN, kita berharap Pemkab Batubara membuktikan apa sebabnya pemecatan Ibu Irna, apakah ada pelanggaran berat seperti PP No. 53 tentang pemberhentian jabatan itu adalah adanya pelanggaran berat hingga dilakukan pencopotan jabatan itu,” Ujar Kuasa Hukum Irnawati, Dedi Suheri, SH saat ditemui di PTUN Medan, Kamis (9/7/2020).

Dedi menambahkan, adanya permasalahan-permasalahan di Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara hingga pencopotan jabatan Irnawati membuat nama baik kliennya tercoreng.

“Adanya permasalahan-permasalahan di Dinas Sosial yang ada di Batubara ini, hingga pencopotan jabatan Irnawati seolah-olah ibu Irnawati ini terlibat dalam hal itu sehingga dicopot. Jadi harapan kita kepada PTUN Medan untuk menyidangkan kasus ini sebaik-baiknya karena ini menyangkut dengan nama baik di masyarakat, keluarga maupun di rekan-rekan klien kita dan harapan kita paling besar adalah rehabilitasi nama baik klien kita,” tegasnya mengakhiri.

Dilokasi yang sama, Irnawati merasa syok dengan pencopotan jabatannya tanpa adanya pemberitahuan ataupun teguran sebelumnya.

“Saya tidak tahu mengapa dicopot, tiba-tiba saja dalam 1 bulan saya terima SK pemberhentian dari jabatan eselon III menjadi staff biasa dikantor Camat Laut Tedor Kabupaten Batu Bara,” ucapnya.

Irnawati menjelaskan, ia tidak berterima dengan pencopotan jabatannya di Dinas Sosial dikarenakan selama mengemban tugas, ia tidak pernah melakukan kesalahan baik teguran lisan maupun tulisan.

“Kita tidak tahu, tiba-tiba aja ada pengganti yang mengisi jabatan saya sebelumnya. Saya juga gak tahu apa kesalahan saya. Jadi saya rasa itu perbuatan sewenang-wenang. Karena kita tahu prosedurnya seperti ada teguran lisan teguran tulisan SP1, SP2 tapi tidak pernah ada tiba-tiba saja dicopot,” terangnya.

Namun, ia juga mengetahui bahwa sebelumnya ada pejabat yang mengalami hal yang sama dengannya namun tidak dalam waktu sesingkat dia.

“Sebelumnya juga ada, namun tidak sesingkat saya. Saya tidak muluk-muluk, saya hanya ingin memperbaiki nama baik saya, harga diri saya karena perkataan orang dan itu merugikan saya,” harapnya mengakhiri.

Sebelumnya, Irnawati, Kabid Penanganan Fakir Miskin di Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara menggugat Surat Keputusan (SK) Bupati Batu Bara Nomor 256/BKD/2020 Tentang Pencopotan jabatannya di PTUN Medan. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang