Berani Tampil Beda
Iklan Tahun Baru Sinuraya

Diduga Perjualbelikan Fasum, Warga Perumahan Adamaris Residence Tg Morawa Lapor ke KPK dan Kejari Deliserdang

DELI SERDANG – Dugaan tindakan memperjual belikan fasilitas umum yang dilakukan oleh pihak Developer Perumahan Adamaris Residence Tanjung Morawa membuat warga kesal. Tidak tanggung-tanggung, melalui kuasa hukumnya, Dedi Suheri, SH melaporkan permasalahan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejari Lubuk Pakam, Bupati Deliserdang dan Dinas terkait lainnya.

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum warga Perumahan Adamaris Tanjung Morawa, Dedi Suheri, SH. Ia menjelaskan bahwa, permasalahan ini sebelumnya telah dilaporkan ke DPRD Deliserdang, namun pihak Developer tidak menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Yang menjadi permasalahan dari Perumahan Adamaris Tanjung Morawa ini, para penghuni Perumahan keberatan atas dugaan fasilitas Umum dan utilitas umum dijual belikan oleh pihak Perumahan. Warga sudah pernah melaporkan ke DPRD Deliserdang bahkan sudah dilakukan RDP namun tidak dihadiri oleh pihak perumahan Adamaris,” ujarnya.

Dedi menambahkan, dalam RDP ditemukan kejanggalan antara Set Plant yang dikeluarkan Dinas Cipta Karya Deli Serdang yang sekarang menjadi Dinas Perijinan dan Penanaman Modal Satu Pintu tidak sama dengan set plant yang di keluarkan oleh pihak Perumahan.

“Dimana set plant dari Dinas, dijelaskan tentang fasilitas umum (utilitas Umum), namun oleh pihak perumahan Adamaris tidak ada fasum. Namun tidak ada tindakan tegas dari Dinas Perijinan Deliserdang. Malahan sudah ada rumah yang sudah berdiri diatas objek fasum tersebut,” tambahnya.

Untuk itu, Kuasa Hukum, Dedi Suheri, SH bersama warga Adamaris melaporkan permasalahan ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Pakam, Bupati Deliserdang, KPK dan Dinas terkait lainnya.

“Atas permasalan tersebut, Kamis (5/12/2019), pihak Kejari Lubuk Pakam merespon laporan warga dan terlihat melakukan cek lapangan. Warga berharap ada titik terang atas permasalagan Fasilitas umum ini. Dan dapat dijadikan contoh bagi para pemilik perumahan lainnya,” himbaunya.

Lalu, mewakili warga, Dedi menghimbau kepada pihak perumahan untuk menyerahkan fasilitas umum kepada pemerintah setempat agar tidak terjadi hal-hal seperti ini.

“Dinas Perijinan harus bertindak tegas kepada Developer Perumahan nakal yang memperjualbelikan fasum yang telah di amanatkan undang-undang dengan sanksi pencabutan ijin yang telah diberikan. Jadi Dinas Perijinan jangan hanya diam. Dan diharapkan Bupati Deli Serdang dan Dinas terkait melakukan pemeriksaan ulang terhadap fasum-fasum perumahan dan memasang plank di area fasum agar tidak terjadi permasalah -permasalahan penjualan pasilitas umum,” himbaunya mengakhiri.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Ketua RT 02, Yuni Kurniawan membenarkan adanya respon laporan warga Adamaris dari Kejari Deliserdang yang melakukan pengecekan dilokasi.

“Benar ada datang bang, kami melaporkan dugaan penjualanan fasum di Perumahan Adamaris Tanjung Morawa,” katanya.

Yuni menambahkan, bahwa laporan tersebut dilakukan dikarenakan Perumahan Adamaris yang berpenghuni 337 unit rumah sama sekali tidak memiliki fasilitas umum.

“Ada tempat bermain anak bang, cuma lebarnya tidak sampai 1 rumah. Jadi kemarin ada tanah lembah dan kosong ukuran 70 Meter X 40 Meter. Oleh warga dibersihkan dan dijadikan fasilitas umum berolahraga dan lainnya. Namun dikarenakan dijual oleh pihak Perumahan, makanya kami menggugat,” jelasnya mengakhiri. (Rom)

3G
Iklan Tahun Baru Ricardo

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang