Berani Tampil Beda

Beredar Berita Miring, LBH DPC PPP Deliserdang Akan Bertindak. Dedi :”Ini jelas mencemarkan nama baik segenap pengurus DPC PPP Deliserdang”

DELISERDANG – Beredarnya berita miring yang mencoreng nama baik segenap pengurus Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Deliserdang membuat Ketua LBH PPP, Dedi Suheri, SH berang. Ia menegaskan akan melakukan tindakan hukum atas masalah ini.

“Atas berita yang beredar, yang dibuat oleh penjaga Kantor DPC PPP Deliserdang ini, jelas mencemarkan nama baik segenap pengurus DPC PPP Deliserdang. Apa yang disampaikan penjaga tersebut bohong dan tidak ada seperti itu. Dalam hal ini, LBH PPP Deliserdang akan melakukan tindakan hukum. Jelas pengakuan yang dibuat oleh penjaga kantor tersebut telah mencemarkan nama baik DPC PPP Deliserdang, apa yang di ucapkannya harus dibuktikannya secara autentik bukan hanya menyebar isu yang tidak benar,” tegas Ketua LBH PPP Deliserdang, Dedi Suheri, SH, Selasa (26/11/2019).

Dedi mengatakan apa yang disampaikan oleh penjaga Kantor DPC PPP Deliserdang, MZ Als Wak Aceh itu tidak benar. Ia (Wak Aceh), merupakan korban tsunami Aceh yang tidak memiliki tempat tinggal. Sehingga, atas azas kemanusiaan, Wak Aceh pun diperbolehkan tinggal di Kantor DPC PPP Deliserdang tanpa dikutip biaya serupiah pun.

“Perjanjiannya, Wak Aceh itu boleh menempati Kantor tersebut bersama istrinya dan diberikan uang bantuan sebesar Rp200 Ribu dengan perjanjian selain menempati secara gratis, Wak Aceh berjanji akan membersihkan kantor. Namun kenyataannya, Wak Aceh sudah berpuluh tahun menempati kantor tersebut, beranak pinak bersama anak, menantu bahkan cucunya di kantor tersebut. Ironisnya, sudah berpuluh tahun kantor tersebut tidak dibersihkan selayaknya kantor,” jelasnya.

Selain itu, Dedi juga menambahkan, mengingat MZ Als Wak Aceh tidak memiliki pekerjaan, pihak pengurus DPC PPP Deliserdang ikhlas menyerahkan 15 pokok sawit dibelakang kantor untuk dinikmatinya bersama keluarganya.

“Uang listrik, air selama puluhan tahun kita yang membayar dan tidak pernah kita minta. Lalu, kita juga menyerahkan 15 batang pokok sawit untuk dikelola MZ untuk menambah honor penjaga kantor. Kita juga sudah lama merencanakan kenaikan honornya dari dulu, namun karena tidak ada tanggung jawabnya maka kita tunda dan kita juga sudah mencari pengganti panjaga kantor yang baru. Penjaga kantor ini malah minta-minta tolong agar jangan diusir dari kantor,” bebernya mengakhiri. (rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang