Berani Tampil Beda

Memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW, BEM FKIP UISU Gelar Bakti Sosial

MEDAN – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera Utara (BEM FKIP UISU) memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan kegiatan Bakti Sosial. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Zending Islam Indonesia, Kota Medan, Jumat (30/10/2020).

Kegiatan Bakti Sosial meliputi pembagian paket sembako dan masker. Adapun kegiatan ini sebagai wujud makna ibadah, kemanusiaan, historial, beserta upaya dalam pencegahan penularan Covid-19.

BEM FKIP UISU
BEM FKIP UISU

Selain kegiatan Bakti Sosial yang dilakukan di Panti Asuhan,
setelah itu dilanjutkan dengan pembagian masker dan handsanitizer kepada masyarakat yang dilaksanakan di perempatan jln. Sisingamangaraja, depan kampus UISU.

“Semoga kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan kali ini dapat bermanfaat bagi panti asuhan dan seluruh masyarakat di lingkungan kampus UISU.” Dachi, Plt. Ketua BEM FKIP UISI

BEM FKIP UISU
BEM FKIP UISU

Sembari membagikan masker dan handsanitizer, BEM FKIP UISU juga mensosialisasikan pentingnya budaya hidup sehat, dimana tetap menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mematuhi anjuran pemerintah agar masyarakat terhindar dari paparan Covid-19.

Dachi, Plt. Ketua BEM FKIP UISU menilai hal ini perlu diterapkan untuk menambah nilai-nilai persatuan, kepedulian serta kedekatan dengan masyarakat, dan kegiatan ini akan berlanjut untuk membantu dan meringankan beban kepada masyarakat kota medan di tengah pandemi Covid-19.

Lanjut Dachi, dalam forum diskusi Sumpah Pemuda, hari ini merupakan momentum yang mengingatkan pada peristiwa bersejarah dimasa lampau, yakni para pendahulu dan pahlawan bangsa. Mereka ini telah memikirkan eksistensi keberlangsungan pemuda-pemudi Indonesia dimasa sekarang dan masa depan.

“Karena itu, pemuda harus mengambil peran aktif dalam membantu daerah dan negara. Apalagi, saat ini masih dalam suasana Pandemi Covid-19 serta sejumlah persoalan serta bencana alam lainnya,” Pungkas Dachi.

Roh Perjuangan dan eksistensi perjuangan pemuda harus menjadi perenungan bagi setiap organisasi pemuda dan mahasiswa. Tentu agar dapat mengimplementasikan nilai-nilai ini dalam kehidupan bermasyarakat dalam menghadapi persoalan kemanusian atau kebangsaan,” tutup Dachi. (Aan)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.