Berani Tampil Beda
Iklan Tahun Baru Sinuraya

Lagi Sembahyang Dewa Langit, Seorang Pemuda Tionghoa Diduga Nyaris Jadi Korban Perampokan

Seorang pemuda Tionghoa, Kia Lim (29) diduga nyaris menjadi korban perampokan di depan rumahnya di Jalan Pukat Banting IV, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Medan, Sumatera Utara.

 

Kejadian tersebut terjadi pada hari ke 9 pada hitungan tanggal cina setelah Imlek yang disebut dengan sembahyang Dewa Langit, Minggu (2/2/2020) dini hari.

 

Peristiwa itu terjadi saat Kia hendak membakar kertas sembahyang Dewa Langit yang dilakukan di depan rumah.

 

“Sekitar pukul 1.30 WIB kami melakukan sembahyang Dewa Langit, lalu pada pukul 02.00 WIB kami membakar kertas di depan rumah, jam segitu memang sembahyangnya,” kata Kia.

 

Lanjut pria bertubuh tambun ini mengatakan dirinya sempat melihat di arah kiri rumahnya ada satu unit becak barang yang tengah disorong oleh seseorang. Di saat bersamaan ada juga seorang pria yang melintas di arah kanan rumahnya berjalan menuju ke arahnya.

 

“Jadi kulihat dua orang itu sama sama berjalan menuju ke tempatku. Aku sebenarnya tak merespon karena kupikir itu hanya orang yang melintas aja,” ujar Kia.

 

Kedua pria itu tiba tiba berhenti tepat di depan rumahnya, persisnya di tengah jalan dan keduanya melakukan sebuah pembicaraan, sesekali melihat ke arah rumahnya.

 

“Waktu dua orang itu berbicara di depan rumah, adikku datang dan membisikkan kepadaku bahwa ia melihat salah satu dari dua orang tersebut membawa senjata tajam yang disimpan di punggung di balik bajunya dengan panjang kira-kira setengah meter,” akunya.

 

Mendengar kabar, Kia berpura-pura melakukan senam agar kedua pria tersebut tak mengira KIA akan menutup pintu rumah. Tanpa disadari mereka, Kia langsung menutup pintu.

 

“Habis kututup pintu aku lihat dari celah celah pintu mereka masih disitu sekitar beberapa menit, wajah mereka mengarah ke rumahku, lalu aku pura-pura nelpon, aku bilang “ya pak! cepat datang! ya pak!, Uda kutunggu, segera ya pak!” kubuat dengan kubesarkan suara ku,” terangnya.

 

Kia Lim menambahkan usai pura-pura nelpon kedua orang tersebut langsung pergi. Ketidaknyamanan dalam beribadah membuat rasa trauma di dalam dirinya. Akibat peristiwa tersebut ia serta sekeluarga mengalami ketakutan.

 

“Jantungan kami semua saat itu, niat kami hanya menjalankan ibadah, kami ngak menyangka melihat seperti itu,” tandasnya.

 

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Aris Wibowo saat dihubungi via WhatsApp mengatakan belum mengetahui kejadiannya lantaran belum ada laporan.

 

“Sy gak tau kejadian. Dan blm ada laporan,” katanya. (Red)
3G
Iklan Tahun Baru Ricardo

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang