Berani Tampil Beda

Bahas Program Kerja 2020, Gereja Katolik Medan Timur Gelar Rapat Paripurna

 

MEDAN – Gereja Katolik Medan Timur mengelar rapat paripurna di Aula Don Bosco Jalan Timur No. 34 Medan. Kegiatan dipimpin oleh Pastor Paroki Sf Petru Medan Timur, Pastor Hugolinus Malau OFM, Cap, Jumat (4/12/2020).

Ketua Dewan Pastor Paroki (DPP), Albert Pakpahan mengatakan bahwa rapat paripurna dilaksanakan untuk membahas program kerja di tahun 2020 yang belum berjalan dan program kerja tersebut akan dilaksanakan di tahun 2021.

“Situasi pandemi membuat program kerja paroki di tahun 2020 terhenti. Paroki memiliki 5 program kerja secara garis besar. Adapun program kerja tersebut adalah membuat keluarga Katolik memiliki etos kerja yang kuat, keluarga Katolik sangup memenuhi kebutuhan pokok, keluarga Katolik mampu mengelola keuangan dan keluarga Katolik tertib dalam adminitrasi gereja dan sipil serta membuat keluarga Katolik hidup rukun dengan pemeluk agama yang lain,” pintanya.

Dalam rapat paripurna Gereja katolik Paroki Medan Timur, Albert Pakpahan juga mengatakan bahwa Paroki Medan Timur mengambil kebijakan baru.

“Dulu ada badan moneter yang mengurusi keuangan, karena mengikuti situasi, berupa menjadi Pengurus Gereja Dana Papa (PGDP), yang berbadan hukum resmi. Dulu dari lingkungan langsung ke Paroki apabila ada hal-hal yang ingin dilaksanakan, tapi sekarang dari lingkungan harus ada laporan ke stasi lalu ke paroki, untuk kelancaran hal – hal yang akan dilaksanakan digereja tersebut. Di Paroki sudah ada prodiakon wanita. Ini terjadi karena yang ditunjuk sebagai prodiakon banyak yang tidak bersedia, kemungkinan dikarenakan pekerjaan atau belum siap,” tambah Pastor Albert.

Sambung Albert Pakpahan, dari dulu, Gereja Katolik Paroki Medan Timur memberikan bantuan kepada anak-anak sekolah berupa beasiswa dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 300 Ribu yang diberikan langsung kepada orang tua.

“Hal tersebut dilaksanakan agar tepat sasaran, pemberian beasiswa di modifikasi dengan cara memberikannya langsung ke sekolah tempat anak-anak belajar. Gereja Katolik juga sudah memiliki kartu biduk setiap keluarga, agar semakin tertib. Jadi kalau ada urusan Gereja, Keluarga cukup membawa kartu biduk. Kartu biduk diberikan kepada setiap keluarga diserahkan melalui ketua-ketua lingkungan agar program kerja tahun 2021 dapat berjalan,” harap Albert Pakpahan mengakhiri. (Rel/Nurli)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.