Berani Tampil Beda

Soal LP Warga Mangkrak 15 Tahun Di Polrestabes Medan (2). Polrestabes Medan Harus Bertanggung Jawab

 

MEDAN – Mangkraknya laporan pengaduan Hendri Kosasih selama 15 tahun di Mapolrestabes Medan sempat membuat kuasa hukum, Dedi Suheri, SH tercengang. Pasalnya berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pelapor ternyata di palsukan oleh penyidik berinisial LJ. Untuk itu, Dedi meminta Polrestabes Medan bertanggung jawab dengan Mangkraknya laporan pengaduan kliennya.

“Dari hasil penelusuran kita, berkas BAP klien kami di palsukan oleh penyidik sebelumnya berinisial LJ. Dan oleh klien kita sudah di laporkan ke Polrestabes Medan dengan Nomor STTLP/1217/II/2013 tentang Pemalsuan pada BAP Pelapor Hendri Kosasih. Saya Minta Polrestabes Medan bertanggung jawab,” ujar Kuasa Hukum Hendri Kosasih, Dedi Suheri, SH, Jumat (3/7/2020).

Dedi menjelaskan bahwa selama 8 tahun dari laporan pengaduan Pelapor, akhirnya terbongkar penyidik LJ telah nemalsukan laporan BAP Pelapor.

“Melapor pertama 2005, kemudian tahun 2013 pelapor kembali pelapor melaporkan penyidik LJ. Kemudian oleh Polrestabes Medan dilakukan gelar perkara di Poldasu, dari hasil gelar dinyatakan kekurangan saksi terkait pemalsuan tanda tangan Pelapor, namun hasil Lab Forensik mengatakan bahwa tanda tangan tidak identik dengan milik Pelapor. Kan aneh itu! Apa mungkin dia (penyidik) memalsukan tanda tangan pelapor didepan orang banyak???,” tanyanya.

Setelah dilakukan gelar, kemudian penyidik LJ di Pecat Dengan Tidak Hormat (PTDH) dan terkesan dibiarkan menghilang tanpa ada status jelas.

“Kemudian penyidik LJ dipecat, dan menghilang tanpa adanya penyelesaian. Saya minta Polrestabes Medan bertanggung jawab dengan tindakan bekas anggotanya. Tangkap LJ dan tersangka pemalsuan surat, tangkap aktor intelektualnya juga. Bagaimana bisa laporan pengaduan sampai 15 tahun tidak selesai-selesai, jelas ini mencoreng institusi Kepolisian,” tegasnya mengakhiri.

Namun sayang, hingga kini ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko tidak membalas konfirmasi wartawan.

Diberitakan sebelumnya, Hendri Kosasih (62) warga Jalan Badur Medan kesal bukan kepalang. Pasalnya laporan pengaduan kasus Pemalsuan Surat atau memakai tanah tanpa hak sudah 15 tahun mangkrak di Satreskrim Polrestabes Medan, Selasa (30/6/2020).

“Sudah 15 tahun laporan pengaduan klien kami tidak ditindak lanjuti oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Medan dengan Nomor LP/2186/K3/VII/2005/OPS/TABES pada Kamis 18 Agustus 2005 a/n Hendri Kosasih,” ujar Kuasa Hukum Hendri Kosasih, Dedi Suheri, SH dan Asril Siregar, SH. MH, Selasa (30/6/2020).

Dedi menceritakan bahwa kasus ini bermula saat kliennya Hendri Kosasih memenangkan lelang negara atas objek tersebut dan telah diterbitkan sertifikatnya. Namun saat itu juga muncul mengaku sebagai ahli waris dari Abdurahman dengan menggunakan SK Bupati, setelah di cek ke BPN ternyata tidak terdaftar di objek yang dimaksud namun di lokasi lain.

“Pihak Polrestabes Medan telah menetapkan sebagai tersangka, malah salah seorang tersangka sudah meninggal dunia. Namun dari tahun 2005 hingga 2020 para tersangka tidak diproses yang jelas. Malah salah seorang akan ditetapkan tersangka menguasai dan membangun di objek tersebut,” ucapnya.

Semua berkas bukti atas permasalahan tanah ini telah diserahkan pelapor kepada penyidik saat itu berinisial LJ.

“Malah penyidik pernah berbohong kasus ini telah dilimpahkan ke Jaksa, namun setelah diperiksa ke Jaksa ternyata penyidik tidak pernah melimpahkan berkas ke Jaksa. Kita sudah menunggu dan membuat laporan 16 Juni 2020 ke Kapoldasu dan jajaran namun belum ada tanggapan,” jelas Dedi.

Dedi berharap agar penanganan kasus ini terang benderang. Ia juga menambahkan ada membuat LP soal Pemalsuan tanda tangan diatas BAP pelapor yang dipalsukan.

“Sudah Lab Forensik hasilnya menyatakan tanda tangan tidak identik dengan tanda tangan pelapor. Namun tiba-tiba mereka mengatakan kekurangan saksi. Kita melihat ada kejanggalan-kejanggalan dalam laporan tersebut. Maka kita berharap laporan kami diproses terbuka. Ada apa dengan perkara ini? Harapan kita pada Kapoldasu dan Kapolrestabes Medan untuk mengungkap kasus ini dan membuka dan menangkap para tersangka,” harapnya mengakhiri.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Ps. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing berjanji akan memperhatikan kasus tersebut.

“Kami cek dan perhatikan,” ujarnya singkat. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang