Berani Tampil Beda

Soal LP Warga Mangkrak 15 Tahun Di Polrestabes Medan (1). Kuasa Hukum Minta Kapolrestabes Medan Tangkap 3 Orang Tersangka

 

MEDAN – Mangkraknya laporan pengaduan Hendri Kosasih di Mapolrestabes Medan selama 15 tahun sangat disesalkan oleh Kuasa Hukum Pelapor, Dedi Suheri, SH. Ia menilai terlapor terkesan kebal hukum karena tidak pernah ditangkap walaupun telah berstatus tersangka selama 15 tahun. Nah lho, kok bisa???

“Laporan pengaduan dugaan pemalsuan surat diatas tanah klien kami tidak diproses sejak 2005 hingga 2020. Dimana 2 orang terlapor berinisial AH dan DS sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik namun hingga sekarang, 15 tahun tidak diproses, tidak ditangkap,” Ujar kuasa hukum Pelapor, Dedi Suheri, SH kepada wartawan, Kamis (2/7/2020)

LAPORAN 15 TAHUN MANGKRAK DI POLRESTABES MEDAN
LAPORAN 15 TAHUN MANGKRAK DI POLRESTABES MEDAN

Lalu Dedi menambahkan, penyidik juga kala berinisial LJ itu sempat mengatakan bahwa aktor pemalsuan surat tanah berinisial SA juga sudah ditetapkan sebagai Tersangka.

“Penyidik kasus ini dulunya yang berinisial LJ sempat juga mengatakan bahwa ‘aktor’ pemalsuan surat tanah diatas tanah klien kami juga sudah ditetapkan tersangka,” tambahnya.

Untuk itu, Dedi berharap pihak Satreskrim Polrestabes Medan segera menangkap ketiga orang terlapor yang telah ditetapkan sebagai tersangka untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Adapun ketiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka kala itu adalah AH dan DS yang mengaku ahli waris dari Alm Abdurahman dan SA aktor intelektual pemalsuan tanah tersebut,” pintanya.

Namun sayang, Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko tidak membalas konfirmasi wartawan ini.

Diberitakan sebelumnya, Hendri Kosasih (62) warga Jalan Badur Medan kesal bukan kepalang. Pasalnya laporan pengaduan kasus Pemalsuan Surat atau memakai tanah tanpa hak sudah 15 tahun mangkrak di Satreskrim Polrestabes Medan, Selasa (30/6/2020).

“Sudah 15 tahun laporan pengaduan klien kami tidak ditindak lanjuti oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Medan dengan Nomor LP/2186/K3/VII/2005/OPS/TABES pada Kamis 18 Agustus 2005 a/n Hendri Kosasih,” ujar Kuasa Hukum Hendri Kosasih, Dedi Suheri, SH dan Asril Siregar, SH. MH, Selasa (30/6/2020).

Dedi menceritakan bahwa kasus ini bermula saat kliennya Hendri Kosasih memenangkan lelang negara atas objek tersebut dan telah diterbitkan sertifikatnya. Namun saat itu juga muncul mengaku sebagai ahli waris dari Abdurahman dengan menggunakan SK Bupati, setelah di cek ke BPN ternyata tidak terdaftar di objek yang dimaksud namun di lokasi lain.

“Pihak Polrestabes Medan telah menetapkan sebagai tersangka, malah salah seorang tersangka sudah meninggal dunia. Namun dari tahun 2005 hingga 2020 para tersangka tidak diproses yang jelas. Malah salah seorang akan ditetapkan tersangka menguasai dan membangun di objek tersebut,” ucapnya.

Semua berkas bukti atas permasalahan tanah ini telah diserahkan pelapor kepada penyidik saat itu berinisial LJ.

“Malah penyidik pernah berbohong kasus ini telah dilimpahkan ke Jaksa, namun setelah diperiksa ke Jaksa ternyata penyidik tidak pernah melimpahkan berkas ke Jaksa. Kita sudah menunggu dan membuat laporan 16 Juni 2020 ke Kapoldasu dan jajaran namun belum ada tanggapan,” jelas Dedi.

Dedi berharap agar penanganan kasus ini terang benderang. Ia juga menambahkan ada membuat LP soal Pemalsuan tanda tangan diatas BAP pelapor yang dipalsukan.

“Sudah Lab Forensik hasilnya menyatakan tanda tangan tidak identik dengan tanda tangan pelapor. Namun tiba-tiba mereka mengatakan kekurangan saksi. Kita melihat ada kejanggalan-kejanggalan dalam laporan tersebut. Maka kita berharap laporan kami diproses terbuka. Ada apa dengan perkara ini? Harapan kita pada Kapoldasu dan Kapolrestabes Medan untuk mengungkap kasus ini dan membuka dan menangkap para tersangka,” harapnya mengakhiri.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Ps. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing berjanji akan memperhatikan kasus tersebut.

“Kami cek dan perhatikan,” ujarnya singkat. (Rom)

Subscribe kami. Anda akan berlangganan informasi berita terbaru.

3G

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

close
banner iklan melayang